Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#49. Menolak


__ADS_3

"Aduh Biiii, lelet amat sih nanti Siska keburu lompat ya ampuuun" Mama Carol gemas dengan gerakan Brian yang hendak memakai sepatu dengan mode slow motion.


"Ya ampun ma, biarin aja lah maunya dia mo lompat kek, mo nyuksruk kek, kan dia yang ngerasain sakit. Lagian kebahagiaan anaknya diganggu hal sepele gini kok Mama rela sih?"


"Bukan gitu sayaang, Mama seneng akhirnya kamu nemuin kebahagiaan kamu, anggap aja masalah kemanusiaan. Kasian kan tante Betty baru nemuin anaknya taunya harus kehilangan lagi?"


"Konyol, lagian emang mama percaya kalo Siska anak kandungnya tante Betty? Kalo kata BB sih lebih pantes Chelsea yang jadi anaknya. Aduh maaah, BB males ah, gajadi kesananya. Lagian Siska pasti gamau lompat gitu aja" tukas Brian menolak keinginan Siska. Chelsea hanya duduk tenang sambil gemas menguliti kacang, dan berharap seseorang yang sedang mencari perhatian lelakinya dia kuliti seperti sekarang.


"Tau dari mana kamu kalo Siska ga bakalan lompat? kalo ternyata lompat beneran gimana? kamu mau masuk penjara gara gara abai?"


"Ya ga akan masuk penjara juga lah Ma. Lagian nih ya, BB sama Chelsea tau banget sifat Siska seperti apa. Tante Betty juga ga mungkin bego bego amat, nerima sosok Siska yang nota bene anaknya yang hilang trus muncul gitu aja"


"Kalian.... kenal dia?"


"Iya ma, lebih tepatnya Chelsea yang kenal dia dari kecil"

__ADS_1


Pandangan mata Mama beralih pada Chelsea yang sedang gemas menguliti kacang, Alexa yang memakan hasil kupasannya.


"Percaya atau engga, Siska sama Chelsea satu panti, Ma. Waktu Chelsea nikah sama laki laki barusan yang dateng sama mantan mantu mamah yang bule tadi, Siska yang jadi duri. Untungnya sih, jadi Chelsea bisa ketemu sama BB nya Mama, hehe" Chelsea menjelaskan tanpa beban.


"Apa?"


Mama Carol dan Alexa sama sama terkejut.


"Kamu... sama.. tadi.."


"Ah gatau ah, Mama pusing. Pokoknya B kalo Siska beneran lompat, kamu harus cepet pergi dari sini ya. Ke luar negri kalo perlu" Mama mengapit pangkal hidungnya. Dilema antara memilih keberlangsungan hidup anak semata wayangnya, dan menolong sahabatnya, Betty.


"Siap ma. Tanpa ada insiden itu juga BB mau pergi kok" jawabnya tenang sambil tersenyum jumawa.


"Mau kemana emang?" Tanya Mama, diikuti tatapan kedua wanita lain yang sama berharganya baginya.

__ADS_1


"Ya bulan madu lah Ma, mau kemana emang? Masa pengantin ga bulan madu? mama kapan nambah cucu nya dong?"


plakk


"Ya ampun nikmat sayang" rintih Brian mengusap pahanya yang kena sasaran tampolan Chelsea. Alexa dan Mama tergelak dengan tingkah menggemaskan keduanya.


Keempat orang itu melanjutkan kebersamaan mereka, melupakan tentang Siska. Masih di meja makan menu berganti, sekarang Chelsea menguliti jeruk dan apel bergantian yang dijadikan bahan rebutan Brian dan anaknya.


"Jadi... kamu bener bener pernah ada hubungan dengan laki laki tadi?"


Chelsea mengangguk, mulutnya disumpal Alexa dengan apel.


"Siska itu sebenernya udah lama berhubungan sama Erik, sebelum ketemu Chelsea malah. Berhubung mamanya Erik yang saat itu sakit sakitan ingin menyaksikan Erik menikah dengan gadis baik baik, akhirnya Siska nyuruh Erik buat ngejar ngejar Chelsea. Selanjutnya yaa gitu, mereka tetap bebas berhubungan dengan alasan Erik yang sering lembur"


"Kamu... marah?"

__ADS_1


__ADS_2