Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#37. Sejak Kapan?


__ADS_3

Betty dan Siska turun karena Carol tak kunjung naik. Mereka menghampiri ibu dan anak plus 'montir' yang sedang asik mengobrol itu.


"Jeng, gimana? jadi kan makan siang bareng?" ketiga orang itu menoleh kearah suara. Namun Brian terkejut dengan wanita muda yang berada disamping sahabat ibunya ini, lalu dia melirik Chelsea yang juga melirik padanya, bertanya lewat gesture, dan Chelsea hanya mengedikkan bahunya tanda tak peduli.


"Oh ya ampun, sampe lupa, BB kamu masih inget ga sama tante Betty sahabat mama?"


"Tante betty? Ooh yang dari England ya ma, aduh maaf tante saya lupa, lama ga ketemu, apa kabar tante?" sapanya sopan.


"Kabar tante baik Brian, kamu tambah ganteng aja. Kalian.... pacaran?"


jawab Betty disusul dengan pertanyaan kepo.


"Eh iya tan, ini pacar Brian, Celsi, sebentar lagi calon istri, doa kan saja ya tan"


"O ya ampun, kalian cocok ya, semoga lanjut serius ya, jangan lama lama, nanti diambil orang" Siska menyikut lengan ibunya, tak suka dengan ucapan ibunya.


"O iya B, kenalin nih, Siska, anak tante Betty yang hilang itu" Carol mengenalkan Siska karena melihat gelagatnya yang tak bersahabat.

__ADS_1


"Brian"


"Siska"


Pada saat Brian hendak melepas jabatan tangannya, Siska menahannya lalu menatapnya dengan tatapan menggoda, bibir bawahnya ia gigit, memberikan kesan seksi. Brian mencengkeram tangan Chelsea memberi isyarat minta tolong.


"Halo, saya Celsi" Chelsea langsung meraih tangan siska yang menggenggam erat tangan Brian sehingga jabatan tangan itu terlepas, namun Siska langsung menepisnya, suasana menjadi canggung.


"Oh ya, tadi yang membetulkan mobil tante kamu kan Celsi? gimana, beres?" Betty mengalihkan topik memecah situasi yang kaku.


"Iya tante, udah beres dari tadi ko. Cuma ganti aki nya aja ko, keliatannya mobilnya jarang dipake ya, maksudnya jarang dipanasin, jadi akinya rusak. Harusnya sih kalo sering dipanasin meski ga dipake, aki jenis ini bisa taha 2-3 taun tante." Jelas Chelsea.


"Ah tante, bisa aja" sergah Chelsea malu malu.


"Tapi beneran loh tan, berawal dari kagum jadi cinta, Lexa yang paling dibikin klepek klepek sama dia" tambah Brian.


"Apaan sih" Chelsea mencubit pinggang Brian lagi.

__ADS_1


"Aduduh... sayang... kebiasaan kalo nyubit panas banget deh" Brian meringis.


"Oke, kita makan bareng yuk biar enak ngobrolnya" ajak mama Carol.


Merekapun memilih restoran sederhana, tentunya Brian yang memilih karena tau wanitanya tak mau makan selain masakan indonesia. Mama Carol dan tante Betty setuju yang penting tempatnya bersih, kecuali Siska yang sedari tadi menunjukkan expresi arogan, sempat merajuk karena pemilihan restoran, namun Betty membujuknya.


"Boleh tante nanya Celsi?" disela sela kegiatan makan setelah makanan yang dipesan disajikan, Betty memberanikan diri bertanya tentang hal yang sedari awal membuatnya penasaran.


"Boleh tante"


"Tato kamu.... kenapa dibikin seperti itu, trus kenapa posisinya dileher?" mata Betty sedari tadi sesekali selalu memperhatikan leher Chelsi yang di bikin tato berbentuk paw kucing.


Chelsea reflek memegang leher bertatonya.


"Oh ini... eee... sebenernya ini tanda lahir tan, aslinya berwarna kemerahan, cuma orang sering salah paham kalo liat tanda lahir ini, dikira hasil cupangan, jadiii... ya Celsi bikin tato aja"


"Tanda lahir? ko bisa sama ya sama Siska?" ucap spontan Betty, Chelsea dan yang lain sontak melirik pada Siska, terutama lehernya.

__ADS_1


" Hah, Siska? sejak kapan?"


__ADS_2