
"Ngapain kamu kesini?"
"Boleh masuk?"
"Ga" Brian segera membanting pintu, namun ditahan oleh seseorang yang membersamai wanita itu.
"Beraninya kamu kasar sama wanita" ucap laki laki yang datang bersama wanita yang tadi tak sengaja bertemu di super market.
"Oh, jadi harus bersikap lembut sama setiap wanita? sampai sampai diajak tidur pun harus mau, gitu?" sindirnya pada si laki laki.
"Kamu..."
"Udah, rik. Jangan bikin keributan. B, anak kita..."
"Sayang, ada siapa?"
"Ma..."
"MAU APA KAMU KESINI?" mama berteriak kala melihat orang yang berdiri diambang pintu.
"Ma, tolong ma, aku cuma mau mastiin sesuatu" mohon wanita itu. Setitik air menumpuk di pelupuk matanya.
"APA YANG MAU KAMU PASTIIN? MAU MASTIIN CUCU SAYA MATI SETELAH KAMU TINGGALIN GITU AJA? DAN JANGAN PANGGIL SAYA MAMA, SAYA BUKAN IBU KAMU. SEKARANG SAYA MINTA KAMU PERGI DARI SINI"
__ADS_1
"Ma, tolong ma. Dia masih hidup kan? Dia.. Lexa ku.. selamat kan Ma"
"Berhenti sok peduli" Alexa yang bicara. Semua menatap padanya.
"Lexa... my Lexa baby..." tangisnya pecah.
"Ibu Lexa sudah mati. Jangan sembarangan ngaku ngaku" Chelsea mengusap lengan atas Lexa yang emosi, berusaha menenangkannya.
Wanita itu merangsek masuk dan berdiri didepan Alexa. Tangannya mengambang diudara saat hendak menyentuh pipi Alexa, namun Alexa segera memundurkan langkahnya menghindar.
"Aku mungkin terlahir dari rahimmu, tapi kamu ga akan pernah jadi ibuku. Seandainya saat itu aku bisa memilih, aku memilih tidak pernah terlahir dari rahimmu. Asal kau tau, aku malu jika harus mengakui kalau ibu kandungku adalah wanita sepertimu"
"Lexa..." tegur Chelsea pelan. Wanita yang bernama Cecil menangis tergugu.
plakk
"Momy.."
"Maaf, tangan ku kepeleset. Ayo sayang, kita makan" Chelsea menggiring Alexa yang terperangah dengan sikap tegas Chelsea, tiba tiba menampar Cecil karena mulut kotornya.
Sedangkan di depan pintu masuk, ketiga orang yang menyaksikan drama ibu dan anak pun sama terkejutnya.
"Sayang, udah kita pulang yuk" ajak Erik, teman lelaki terbarunya Cecil.
__ADS_1
Di meja makan, semua orang bercengkrama dengan begitu hangatnya. Tidak pernah sehangat ini mereka merasakan suasana di keluarga mereka.
"Momy, tau ga? Momy tadi tuh keren. Lexa sampe lupa mau bales ngomong apa" Lexa terkikik membayangkan sikap Chelsea yang lagi lagi tegas.
"Pake alesan kepeleset segala, hahaha.. kepeleset dari mana coba"
"Kamu itu, harusnya kamu marah sama momy karena momy nabok ibu kamu. Maaf ya Ma, Bray, aku tadi emosi, reflek aja gitu kalo denger ada yang ngomong nyelekit"
"Ga papa sayang, justru kalo bukan kamu yang bertindak, maka Mama yang bakalan bertindak. Maaf kalo harus liat drama kek gini"
"BB jadi serem Ma. Gimana nasib BB kalo ga sengaja ngomong nyelekit, bisa dipanggang idup idup BB"
Semua tergelak dengan ungkapan Brian yang terkesan polos.
tring
tring
ponsel Mama berbunyi, dilihatnya si penelpon karena posisi ponselnya tergeletak di meja makan di sebelah piring Mama.
"Betty.." lirih Mama
"Hallo Betty, apa kabar?"
__ADS_1
"olin, tolong saya... tolong tenangin anak saya Siska... dia mau bunuh diri lompat dari apartemen waktu liat berita kalo BB nikah sama Chelsea.. tolong lin, bantu saya.."