Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#95. Jawaban


__ADS_3

Harvey panik kala ibunya dibawa ambulan. Dia tak menyangka akan ada tragedi semacam ini. Kala dia sedang berperang melawan dirinya sendiri, dia tak sanggup jika harus kehilangan ibunya.


Darah tak hentinya keluar dari sela kakinya. Selang infus menancap sempurna di punggung tangannya.


"Siapkan kantung darah, pasien mengalami pendarahan hebat, diduga pasien mengalami abortus " ucap perawat yang menangani Chelsea di dalam ambulan pada saluran telepon.


*abortus /keguguran.red


"Apa.. apa yang terjadi dengan momy ku, sus.. to tolong jelaskan"


"Tenang ya dek, ibu anda mengalami keguguran. Membutuhkan donor darah karena kehilangan banyak-"


"Ambil darah ku... cepat ambil darah ku... selamatkan momy..."


"Apa golongan darah mu?" tanya perawat.


"O, O rhesus. Bisa kan sus? tolong selamatkan ibuku..."


"Tapi umur kamu..."


"Aku gak peduli... tolong selamatkan dia.... ambil darahku...."


"Maaf ya dek, usia dan berat badan kamu tidak memenuhi syarat untuk melakukan donor darah. Adek yang tenang ya. Pihak rumah sakit sedang bergerak mencari donor darah. Berdo'a lah agar ibumu selamat"


Chelsea dibawa ke ruangan IGD. Tim medis berhasil mendapatkan beberapa kantung darah bergolongan A rhesus negatif, dan Chelsea berhasil diselamatkan. Dia dipindahkan ke ruang rawat. Semua keluarga sudah datang, silih berganti masuk ke ruang rawat Chelsea. Namun Harvey, anak itu tak henti hentinya sesenggukan. Meski Chelsea sudah sadar dan dinyatakan stabil, Harvey menolak menemui ibunya. Tak hanya itu, Chelsea pun sama, menolak bertemu dengannya.

__ADS_1


Pihak keluarga tak mengerti apa yang terjadi dengan ibu dan anak itu. Mereka saling menjauh, namun saling menghawatirkan. Harvey bahkan tidak mau beranjak dari rumah sakit hingga Chelsea dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.


Setidaknya Brian mempunyai waktu untuk sekedar pulang dan berganti pakaian.


Dia bingung dengan kedua kesayangannya itu. Tak ada yang mau membuka suara. Membuatnya frustasi.


Brian menyusuri kamar Harvey. Anak itu, Chelsea benar benar sukses mendidiknya. Dia selalu merapikan kamarnya sendiri. Terdapat beberapa foto kebersamaan mereka. Sungguh masa masa yang indah. Entah apa yang membuatnya berubah.


tring


tring


Ponselnya berbunyi. Panggilan masuk dari Dewi, sekertarisnya.


"Iya, Wi?


"Iya, kirimkan ke E-mail ku"


"..........."


"Apa?sebentar aku cek"


Dibukanya laptop untuk mengecek e-mail yang masuk.


Dia log-in ke akun nya lalu memverivikasi e-mail yang masuk. Merevisi beberapa item, lalu kembali mengirimkannya pada sekertarisnya. Lalu dia log-out. Bahaya jika e-mail nya stand bye di laptop orang.

__ADS_1


Brian melihat tampilan wallpaper layar laptop yang hanya berisi foto Chelsea. Brian engusap wajah dalam walpaper itu. Wanita yang sangat dicintainya itu terlihat sangat cantik. Dia bahkan tidak berdandan. Kecantikan alaminya terpancar juga dari hatinya.


Dibukanya galery, terdapat ratusan foto foto candid. Namun hanya beberapa saja yang merupakan foto kebersamaan keluarga mereka. Sisanya adalah foto foto Chelsea yang sedang melakukan berbagai kegiatan di rumah maupun di luar rumah. Termasuk di bengkel. Harvey memang lebih sering menghabiskan waktu dengan Chelsea, dibanding dengan teman temannya. Wajar sih, mereka tak seumuran. Hanya tingkat pendidikan yang sama. Tapi ada yang aneh. Foto Chelsea yang menggunakan handuk dan bikini juga ada. Mengapa anak itu lancang menyimpan foto yang seperti ini? dia mengirimkannya pada ponselnya, dan menghapus yang ada di laptopnya. Dia susuri lagi. Foto Chelsea yang tengah tertidur di sofa, dan kamar pun dia ambil. Bahkan saat tertidur pun Chelsea terlihat cantik, dan seksi.


deg


Pikiran itu terlintas sekelebat di kepalanya. Setidaknya dia melihat foto foto itu sebagai laki laki. Kembali dia susuri galery. Lalu beralih pada galery video. Dia tertegun, ada beberapa video tersimpan, namun ada satu yang menarik perhatiannya pada tampilan awal video. Dia mem-play video itu. Betapa terkejutnya Brian saat melihat gambar hidup Chelsea tengah bercinta dengannya di kamar. Dari mana dia mengambil gambar ini? kapan.....


"Waktu itu..... aku ingat waktu itu Chelsea menanyakan pintu yang tidak dikunci..." Brian mengingat ingat kapan kejadiannya. Ya, dia ingat saat itu baru pulang dari negara S, dan langsung menyalurkan rasa rindunya. Mungkin dia lupa mengunci pintu, lalu dia menghubungkan perubahan sikap Harvey. Apa ada hubungannya dengan ini? Ya Tuhan.


Betapa cerobohnya mereka, sehingga merusak mental sang anak. Dia kembali memindahkan file itu ke ponselnya, dan menghapus yang ada di laptop.


Brian bangkit dan segera menemui temannya yang seorang psikiater. Dalam ingatannya, Harvey pernah mengancamnya dengan hukuman sang momy, namun saat itu dia membodohinya dengan yang namanya hukuman, dan kemarin kemarin, Harvey meminta maaf padanya karena telah membuatnya dihukum oleh momy nya. Video itu... bagi seorang laki laki normal, pasti merasakan sesuatu, dan merasa ketagihan untuk menonton dan pasti melakukan self service.


deg


Anak kecil. Dia ingat jika Harvey adalah bocah 10 tahun yang belum terkontaminasi hal seperti itu. Seingatnya dulu, awal dia merasakan perubahan pada tubuhnya, akan terasa sakit dan menyiksa, hingga tanpa sengaja dia keluarkan sendiri. Barulah terasa lebih baik.


Apa dia juga merasakan kesakitan itu? Malangnya anak itu. Mengalami masa pubertas dengan cara seperti itu. Dia sampai di depan bangunan ber cat putih abu, tempat praktik temannya yang seorang psikiater.


Dia memutuskan untuk berkonsultasi, meskipun memalukan, namun dia harus bertanya pada ahlinya.


Akhirnya pertanyaannya terjawab. Setelah cukup lama berkonsultasi, dia mendapatkan jawabannya. Oedipus Compleks. Dia mencintai ibunya sendiri. Sebagai laki laki. Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. Dia melajukan mobilnya dalam frustasi, beberapa kali menyugar rambutnya kasar. Dalam analisa temannya itu, Harvey telah lama memiliki perasaan ini, namun tak menyadarinya. Puncaknya adalah video itu. Tentu saja Brian tak memperlihatkan video itu, hanya menceritakan sekilas. Dia tak mau orang lain melihat tubuh indah istrinya. Tubuh Harvey akan bereaksi kala melihat, menatap, bahkan berbicara dengan ibunya. Dan itu menyakitinya, karena dia belum tau cara mengeluarkannya. Namun jika dia sudah tau, akan lebih berbahaya. Dia akan memangsa ibunya sendiri. Satu satunya cara adalah melakukan terapi padanya. Itulah sebabnya Harvey tidak mau melihat Chelsea, ibunya sendiri. Apa Chelsea tau dengan kondisi anaknya? kenapa Chelsea juga tak mau menemuinya? Anak kandungnya, yang sangat dicintainya. Apa dia mengartikan lain? Apa Chelsea menganggap Harvey membencinya karena selalu menghindarinya? Ya ampun, betapa rumit permasalahan ini. Tugas pertama Brian saat ini adalah membujuk Harvey agar mau melakukan terapi. Bagi pemula sepertinya, pasti sulit menghilangkan bayangan seperti itu. Lebih buruk dari mimpi buruk. Semoga harapannya tercapai. Dan Harvey kembali menjadi normal seperti anak seumurannya. Salahkan mereka yang selalu mengumbar kemesraan. Salahkan mereka yang tak menempatkan sekolah anaknya sesuai usianya.


BEIBZ, PART INI UDAH SAYA UP DARI KEMARIN PAGI YA, TAPI PIHAK NT NYA SAMPE SIANG BELUM JUGA NGELOLOSIN REVIEW.

__ADS_1


MAAF KALO UP NYA SEOLAH SELALU TERLAMBAT. OTHOR SIH TERUS BERUSAHA UP TIAP HARI 2 BAB, 2000 KATA YA BEIBZ.


MOHON BERSABAR READERS KU😘


__ADS_2