Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#111. Fitting Dress


__ADS_3

Brian kesal dengan cerita yang disampaikan Chelsea padanya. Dia menghukumnya semalaman. Membuat Chelsea ampun ampunan dan meminta maaf padanya. Chelsea bahkan memintanya untuk jangan berhenti😂


Brian kesal jika anggapannya benar. Mario memang menaruh hati pada istrinya. Dan berusaha menarik perhatian istrinya.


Seminggu berlalu. Persiapan pernikahan Alexa sudah 80%. Semua orang berfikir dan bergerak. Jadi persiapan pernikahan yang akan dilangsungkan 3 minggu lagi itu tidak menemui kendala apapun. Kekompakan mereka meringankan beban kerja Chelsea yang masih harus mengurusi bengkel dan rumah sekaligus. Meski Brian menyuruhnya untuk tak ikut repot dalam persiapan pernikahan anak mereka, namun Chelsea bersikukuh untuk turut mempersiapkannya. Kapan lagi dia menikahkan anak gadisnya. Dia bahkan belum tahu jenis kelamin calon adik Harvey. Dia ingin menikmati masa masa menjadi ibu dari calon pengantin.


Usia kehamilan Chelsea baru 2 minggu. Namun perutnya terlihat sudah sedikit membuncit. Apa karena akhir akhir ini porsi makannya sangat banyak? Entahlah, Chelsea hanya berfikir, yang penting anaknya sehat. Dan untuk kehamilan yang sekarang tidak rewel seperti yang pertama. Dimana Brian yang ngedrop dan selalu muntah muntah kala di dekati Siska.


Upsie🙊 biasanya kalo disebut suka ngedatengin.


Mungkin karena kali ini kondisi mereka sedang tidak berjauhan dan salah paham. Brian selalu memprioritaskan istrinya diatas segala galanya. Apalagi sekarang jarak bengkel dan kantor hampir bersebelahan. Sangat mudah bagi mereka untuk bertemu.


Para dewan direksi pun sudah sangat mengerti dan memaklumi kala Chelsea mengunjungi kantor, maka mereka harus mengalah. Mereka merasa terintimidasi dengan tatapan Chelsea. Padahal Chelsea hanya berjalan melewati ruang meeting yang hanya dilapisi kaca tembus pandang. Meski kedap suara, namun kala Chelsea berjalan menyusuri koridor kaca itu, aura di dalam ruangan seketika menjadi dingin dan mengerikan. Terlebih saat Chelsea menggoreskan kuku tajamnya pada kaca, dan menatap ruangan yang berpenghuni sekitar 20 orang itu dengan sudut matanya yang tajam.


ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiik


Suara goresan kuku pada kaca itu menyayat telinga dan nyali mereka yang sontak membubarkan diri sebelum diberi perintah.


Tingkah jahil istrinya itu membuat Brian menahan tawanya. Ternyata ada yang lebih menakutkan dari dirinya.


Dua minggu menjelang pernikahan


Chelsea menjemput Alexa untuk melakukan dress fitting. Karena tak mau membiarkan momynya bersusah payah ke ruangannya, maka dia lebih dulu menunggu di lobby.


"Alexa" seseorang memanggilnya. Alexa pun menoleh.


"Hai, kok sendirian? lagi nunggu siapa?" tanya Mario yang tiba tiba menghampirinya.


"Itu.. eeee"


"Lexa, sudah siap?"


"Iya mom. Yuk, langsung. Biar keburu ngejar meeting jam 2"


"E eh, tung tunggu. Kalian mau kemana? biar saya antar" Mario melirik sekilas pada perut Chelsea yang mulai terlihat tak biasa.


'Hamil? seandainya itu benihku' harapnya.

__ADS_1


"Tapi... aku dateng kesini pake..." Chelsea menunjuk mobil ambulan yang terparkir di area drop off.


"Hah? serius?" wajah Mario pucat.


"Iya, itu salah satu koleksi mobilku. Yakin kau mau mengantar kami?"


"T- tentu saja"


Chelsea dan Alexa naik di bagian belakang. Sedangkan Mario di kursi pengemudi.


"Gak ada yang mau duduk di depan?" tanyanya bingung.


"Udah cepetan jalan. Aduuh... jangan lupa nyalain sirine" Chelsea mengaduh sambil menggigit bibir bawahnya.


"Momy... momy ga papa kan? tahan ya mom" Lexa menenangkan.


"Hah.. udah mau melahirkan? o oke bentar. Aduuuh tombol sirine mana lagi" Mario panik. Setelah menemukan tombol sirine, dia langsung melajukan mobil itu.


"Ke rumah sakit mana?" tanyanya berkeringat.


"Terus aja, nanti 2 belokan di depan belok kiri, terus ke kanan. Nanti aku kasih tau lagi" jelas Alexa.


"Aaaaaa.... Lexaaa... momy dah gak kuaat....huh huh huh..."


"Mom tahan mom... belok kiri langsung belok kanan... mom sabar ya mom, udah deket, tahan dulu.."


"Ya ampun jangan dulu disini. Mana gak ada perawatnya lagi. Loh mobil polisi? ah syukurlah kita dikawal mobil polisi, jadi ga macet. Tahan yaa, atur nafaas..."


"LIAT KEDEPAAN huh huh huh..."


"Eh ma-maaf, oke oke"


"Lexaaa momy gak kuaaat..."


"Berenti di sini. Cepet berenti..."


ciiiit

__ADS_1


jeglek


"Yuk masuk, mom. Makasih ya pak. Hati hati pulangnya" Alexa mengapit lengan Chelsea dan melenggang masuk ke butik tempat mereka melakukan fitting baju.


wiiuuu


Mobil polisi berhenti tepat di depan ambulan.


"Permisi, pak. Silahkan ikut kami ke kantor. Anda di tahan karena mencuri armada rumah sakit.


"T-Tapi pak... tunggu.. itu tadi... pak.. saya bisa jelaskan.. wanita hamil... pak.." Mario digiring petugas polisi yang mendapat laporan supir ambulan bahwa mobil yang dia bawa di bawa kabur orang. Jadilah polisi itu mengejar ambulan.


"HAHAAHAHAHAHAHHAAH......"


Chelsea dan Alexa terbahak di dalam butik, mengundang perhatian seluruh pengunjung dan karyawan butik.


"Momy bener bener gak kuat ya ampun"


Ibu dan anak itu kompak mengerjai Mario. Untunglah ada mobil ambulan yang entah kenapa nyasar ke kantor Brian, sehingga ide spontan terlintas di benaknya. Untung Alexa tanggap dengan ide jahil ibunya ini. Mereka berharap Mario kapok mendekati mereka lagi. Terutama pada Chelsea.


Mereka melanjutkan tujuan mereka datang ke butik. Pemilik butik sudah menunggu mereka, dan menyambut kedatangan mereka dengan baik.


Gaun yang dipesan telah selesai dibuat. Dengan mode flash, sang desainer berhasil menyelesaikan 2 pesanan khusus. Tadinya Chelsea meminta dibuatkan 7 gaun, yaitu 4 untuk Alexa dan masing masing 1untuk Chelsea, mama Carol dan mami Betty. Namun dengan waktu yang singkat, desainer itu hanya menyanggupi 5 buah gaun saja.


Untuk gaun pengantin, desainer itu membuatkan 4 buah gaun cantik dengan model berbeda, namun warna nya serba putih. Sedangkan untuk ibu mempelai wanita, dibuatkan gaun cantik nan elegan pas body berwarna nude, dengan taburan blink hampir di seluruh bagian.


Gaun itu sangat pas di tubuh Chelsea yang ramping, meski perutnya sedikit membesar.


Chelsea dan Alexa keluar dari ruang ganti dengan masing masing mengenakan gaun yang telah disiapkan untuk mereka. Mereka terpana pada satu sama lainnya. Sama sama terkikik sambil menari nari di depan kaca yang super besar. Membuat sang desainer dan beberapa pegawai butik itu tersenyum melihat tingkah keduanya.


Chelsea bahkan berjalan berlenggak lenggok bak super model membuat Alexa tertawa terpingkal pingkal.


weeeekkkk


Gaun elegan itu robek sepanjang paha membuat Chelsea dan Alexa terkejut. Jangan ditanya dengan sang desainer yang bahkan tidak tidur dalam membuat gaun untuk mereka.


Tapi sekarang....

__ADS_1


Chelsea tertegun, dengan mulut menganga yang ditutupi tangannya


__ADS_2