
"Roy?" panggil lemah Alexa disusul aksi menguapnya.
hoaem...
"Buseet maaak, cakep beneeer... gini ternyata perasaan dadynya Lexa" Roy melongo melihat penampilan awut awutan Alexa.
plakk
Roy menampar pipinya sendiri. Mencoba untuk kembali ke dunia nyata.
"Ga da kerjaan. Tar ya gue mandi dulu. Mbaaaak, tolong bikinin minum buat Roy ya."
"Baik non"
"Ya ampun jantung gue.. bertahan yaa.. jan ngedugem mulu" gumam Roy menenangkan jantungnya yang jedag jedug.
Selesai membersihkan diri, Alexa membuat sarapan sederhana yang cepat. Dia membuat untuk 4 porsi. Dia yakin momy dan dady nya juga belum sarapan. Hal itu tak luput dari perhatian Roy yang semakin kagum akan sosok Lexa. Bagaimana tidak, anak seusianya dengan latar belakang keluarga yang serba berkecukupan, melakukan hal yang hampir tak mereka sentuh. Seperti mengupas bawang, membersihkan udang, dan mencuci wajan yang sudah dia pakai.
Alexa menyisihkan 2 porsi untuk dady dan momy nya, lalu menyimpannya di lemari penyimpanan.
"Ayok makan" ajaknya pada Roy yang tengah terkagum.
"Eh? buat gue? tapi..."
"Iya gue tau. Lo pasti udah sarapan, kan? tapi gue ga biasa makan sendirian. Udaaaah, jan banyak mikir, makan lebih sekali gakan bikin kotak kotaknya ilang"
Mereka tergelak lalu sarapan bersama.
Sarapan menjelang makan siang itu mereka isi dengan canda dan tawa. Roy tak menyangka jika gadis pujaannya ini semenyenangkan ini.
"Sweety, udah sarapan? loh masih ada tamu rupanya?" Chelsea turun dengan penampilan yang sudah rapi. Namun Roy baru menyadari jika ibu sambung Lexa tengah hamil karena perutnya yang terlihat sedikit berbeda dari ukuran perut normal wanita.
"Udah dong mom. Nih, Lexa udah bikinin sarapan. Dady mana?"
"Tuh lagi siap siap" Chelsea melangkah ke arah lemari penyimpanan, dan menghangatkan masakan yang sudah Alexa buatkan. Roy hanya bisa menikmati pemandangan hangat dari keluarga ini. Yang dia tahu, Chelsea adalah ibu sambungnya Alexa, tapi terlihat seperti ibu kandung. Rasa sayangnya yang tulus terlihat olehnya. Tak ada rasa canggung, bahkan mereka menempel seperti anak TK yang tengah bermanja ria pada ibu nya. Memeluk, mencium, bercanda dan tertawa tanpa ada jarak. Dia yang dibesarkan dengan kondisi keluarga yang tak utuh, hanya dibesarkan oleh ayah sedari umur 5 tahun, belum pernah merasakan lagi kehangatan keluarga seperti ini.
__ADS_1
"Sayang, aku lapar" sang ayah datang setelah rapi dan langsung memeluk Chelsea dari belakang, membelai perut istrinya yang semakin membesar. Pemandangan seperti itu hanya pernah dia lihat di filem filem. Dia jadi bercita cita mempunyai keluarga yang utuh, hangat dan saling menyayangi seperti ini.
"Kamu masih disini?"
"Eh, iya om. Tadi Lexa minta ditemenin makan" Roy terkesiap dari lamunannya.
"Hmm dia memang ga bisa kalo makan sendirian"
"Kata siapa? waktu dikontrakan momy aja dia sering makan sendiri kok"
"Momy..waktu itu kan beda cerita. Lexa terpaksa makan sendirian biar bisa ngurus momy. Kalo Lexa sakit siapa yang ngurusin momy dong. Secara kan waktu itu momy lagi merajuk sama dady" goda Lexa tanpa terganggu dengan kehadiran orang luar.
"Ya gimana ga merajuk, orang yang dipikirinnya lagi sibuk sama orang lain" sindir Chelsea yang mendelik ke arah suami tampannya.
"Ya ampun, sayang. Jangan buka aib didepan orang dong. Kan malu. Lagian ya, dady juga waktu itu emang sibuk sama orang lain. Sibuk muntah"
"Uuuutututu yang gabisa dideketin cewek lain, kesiksa ya" Chelsea merayu Brian dengan mencubit pipinya dan merangkum nya. Brian mengecupnya sekilas. Roy reflek memalingkan wajahnya. Kata hatinya bilang pamali kalo liat yang begituan. Nanti jadi mau😂
"DADY.... jan mesra mesraan disini bisa ga sih? ada anak kecil tau" ternyata Alexa juga menutup matanya dengan kedua tangannya, membuat orang yang berada disana tergelak dengan tingkahnya.
"Ke kantor pengacara. Katanya ada klarifikasi kasus tadi malem" jawab Chelsea sambil memotong beberapa jenis buah, dan membaginya kedalam 3 piring. Alexa membawa 2 piring. 1 untuk dirinya, dan 1 lagi untuk Roy yang menunggu di pinggir kolam.
"Oiya, Roy. Bukannya kamu deket ya sama Andrew?"
"Yaa gitu aja sih tante. Hanya sekedar kenal, tapi ga sedeket itu. Saya juga ga tau kalo Andrew pernah ada kasus sebelumnya sama Alexa" Chelsea hanya manggut manggut.
"Untung Momy minta genti mobil. Kalo ngga, ga kebayang deh gimana jadinya"
"Momy tau kalo mobil itu udah diutak atik. Makanya minta gentian"
"Tau dari mana tante?"
"Liat pas momy ngetest tu mobil ga?"
Roy dan Alexa tampak berfikir. Memutar ulang ingatannya kala sang Momy melakukan test drive.
__ADS_1
"oooh yang waktu momy pake nya ndet ndetan kan?" tebak Alexa.
"Precisely. Memang momy curiga. Makanya momy test drive. Bener dugaan momy"
"Tante keren ya. Bisa kepikiran kayak gitu. Nyupirnya juga jago. Tapi kenapa kepikiran buat nolongin?"
"ck, tante ga sekejam itu, Roy. Tante minta genti mobil tuh bukan cuma mau ngasih pelajaran. Coba kamu bayangin. Kalo tante yang pake itu mobil, dia ga mungkin nolongin tante"
"Iya ya"
"Yaa makanya di utak atik juga emang ada niat buat nyelakain kan? tapi Lexa ga nyangka deh ,mom. Ko dia bisa sejahat itu?"
"Dia cuma butuh perhatian, sayang. Momy lihat, dia kurang kasih sayang. Jadi larinya ya kenakalan. Sebenernya kasian juga sih. Tapi yang namanya kejahatan ya harus dibikin jera"
"Oh iya tante, boleh ga kalo sekarang Roy ngajak Lexa jalan?"
"Kemana?"
"Festival FANFEST, tante. Roy janji ga akan sampe malem ko. Lagian, sore ini Roy harus jemput papa ke bandara"
"Ok, boleh. Janji ya, jangan sampe malem"
"iya, tante"
"Serius, boleh mom?" Lexa antusias dan dijawab anggukan oleh Chelsea.
"Yess, thank you momy. Love you much much much much"
"Ihh, jijik deh" sambil mengusap pipinya yang basah kena air liur Lexa.
PART INI AGAK NYANTEI YA, BIAR GA TEGANG MULU
ADA YANG TAU NAMA PANJANG NYA ROY? ATAU MAU KASIH MASUKAN?
RAMAIKAN KOMEN YAA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART😉ðŸ¤