
Sesuai janji Brian pada Chelsea yang mengijinkannya untuk memodifikasi Humvee hummer-nya, maka ia memindahkan beberapa peralatan bengkel ke mansion nya. Tentu saja di garasi super luasnya yang sudah dilengkapi berbagai peralatan perbengkelan, namun ada alat yang harus ia pindahkan dari bengkel nya untuk mendukungnya mengganti mesin mobil.
Hari ini hari libur, Brian yang membuatnya libur tentu saja. *Horang kaiah mah bebas ya ga?*
Bersama wanita pujaannya dia mengotak atik dan merubah tampilan jeep gagah itu.
Chelsea memutuskan merubah warna mobilnya dengan warna deep sky black yang membuat tampilan nya semakin garang. Kemudian ia memberi saran agar memakai mesin Dodge Viper yang berkapasitas mesin 8.300 cc. Brian berdecak kagum dengan ide Chelsea yang liar. Entah wanita itu ingin melesatkan mobil ini dimana dengan mesin berkecepatan tinggi ini. Butuh waktu seharian penuh untuk memodifikasi. Itu pun mendapat bantuan kecil dari Alexa yang sigap mengambilkan kunci kunci sesuai perintah sang dady dan momy. Senyuman tak pernah surut di bibir Alexa kala mereka menghabiskan waktu bertiga, berharap hari ini untuk selamanya.
Tadaaaa.....
Tampilan baru Humvee Hummer H1 Brian setelah disentuh dengan tangan ajaib Chelsea😎
Makan malam pun tiba, mereka mengulang kehangatan ruang makan kembali. Semua menikmati hidangan sederhana yang dimasak oleh Chelsea.
"Momy..."
__ADS_1
"hmm..."
"Kenapa momy bisa sehebat ini? bikin Lexa jatuh sejatuh jatuhnya sama momy?" ucap Lexa hati hati agar tak membuat Chelsea kesal karena terus dijodohkan dengan dadynya. Bukannya tidak tertarik, dia hanya ingin menjalaninya secara natural, mengalir seperti air, membiarkan perasaannya yang saat ini masih abu abu menjadi jelas.
"Lexa..." Brian menegurnya agar tak meneruskannya.
"I'm sorry dad" Lexa lantas beranjak pergi ke arah balkon. Menyembunyikan isakannya. Lagi, Alexa merasakan sesak kala ingin membahas tentang keinginannya, namun tak bisa ia ungkapkan, ia tak mau kedua orang yang ia sayangi merasa kasihan dengannya.
Sebuah tangan mendarat di pundaknya yang bergetar. Lexa terperanjat, mengusap kasar air matanya dan berbalik.
"Momy?" lirihnya tak percaya yang menyusulnya kesini adalah Chelsea.
"I'm sorry mom, I can't help it" sambil tergugu. Chesea mengusap usap kepala belakang Alexa.
"shhh...sshhh..... it's okay, I'm sorry too"
Chelsea hanya memeluknya, entah apa yang bisa ia katakan pada gadis ini.
__ADS_1
"It's time for me to go home honey" bisiknya saat tangisan Alexa reda.
"Ga bisa kah momy tinggal untuk 1 malam lagi? aku ingin tidur dengan momy" matanya kembali mengembun.
"Kamu bisa tidur di rumah sederhana momy" jawabnya sambil tersenyum dan melonggarkan pelukan Alexa.
"Boleh kah?"
" Tentu saja harus seijin dady mu"
Alexa menatapnya lekat, mencari kebohongan disana, namun tak menemukannya, dia segera beranjak berlari ke dalam mencari keberadaan Brian.
"Dady..dady..dady...."
"Easy girl... jangan lari lari.. kenapa? ada apa?"
"Lexa mau nginep di rumah momy boleh ya dad, please..." pintanya bersemangat dan tampak terburu buru, ia takut Chelsea berubah pikiran. Brian terkekeh melihat tingkah nya.
__ADS_1
"Boleh dady ikut?"