
El membaringkan tubuhnya setelah membersihkan diri. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Masih sama. Tata ruang dan perabotnya masih sama dengan terakhir dia menghuni kamar ini, yaitu saat usianya menginjak 5 tahun. Hanya ranjangnya yang berganti sedikit lebih besar. Selebihnya terawat dengan sangat baik. Bahkan dia tak menemukan setitik debu pun menempel pada sudut perabot. Melihat ranjang yang dia tempati, dan dekorasi kanak kanak yang masih pada tempatnya, menandakan bahwa sang Mami menunggu dia kembali ke rumah ini.
Lika liku keluarganya membuatnya teringat pada kehidupan gadis idamannya yang juga cukup rumit. Dia lalu mengambil ponsel dan akan menanyakan kabarnya.
Namun saat dia mengaktifkan layar, terdapat beberapa pesan yang belum dia baca, dan itu berasal dari gadis pujaannya.
📩DIA :
" Jalan yuk"
"p"
"Pe"
"Peeeeeeeeeeeeeeeeeee"
"Yah...."
"Dikacangin"
"Kacang kacaaaaang"
"cangcimencangcimencangcimeeen"
"kacang"
"kuaci"
"eh beliin kuaci dong"
"krik krik"
Rentetan pesan itu membuatnya tergelak. Dia tak percaya bisa sedekat ini dengannya. Dia mengetikkan sesuatu untuk membalasnya.
"maaf" send
Menunggu sedikit lama, tapi belum ada balasan. Bahkan tanda centang dua nya masih abu.
Dia berjalan mondar mandir, tapi semakin membuatnya gusar. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka buku pelajaran. Mengulang materi yang sebelumnya dipelajari. Sebenernya lebih ke membolak balikkan halaman sih.
tring
Notifikasi pesan masuk. 📩 Dia :
"jol minta maaf🙄"
El tersenyum lebar, lalu kembali mengetikkan sesuatu
"maaf, aku cuma punya hati😅" send
📩 Dia :
"eeaaaaa🤣🤣🤮"
"basi, lo😑"
✉️ "biarin😛 tempe basi juga jadi oncom🤸🏻♂️🤸🏻♂️" send
📩Dia :
__ADS_1
"sok tau, huuuu. besok main yok"
"cangcimencangcimencangcimeeeeen"
kata menggelikan itu kembali masuk saat dia kebelet pipis.
"woii"
"read doang kaga dibales"
"kebelet pipis yaaaa😅"
✉️ "ko tau?" send
✉️ "ngintip yaaaaa😅😅" send
✉️ "mukanya merah tuh 😂😂😂😂😂" send
📩 Dia : "berisik"
✉️ "besok jadi ga?" send
📩 Dia : "ayok"
✉️ "tapi gue gabisa" send
📩 Dia : "anjrit lo, ngerjain gue. bilang dari awal bang kalo gabisa, jan ngelambungin gue ke langit trus lo jatohin gue seenaknya. aku tuh ga bisa diginiin"
📩 Dia : " eeaaaa😂😂. ko jijik ya sama kata kata sendiri😂😂"
✉️ "kalo pacaran pantes yak mong kek gitu😂"
📩 Dia : " bhayy..."
El menggenggam erat ponselnya, memejamkan matanya. Seandainya yang sedang dia genggam adalah tangan si dia.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Rasa gugup menyerang ketiganya. Pemikiran apa yang harus dilakukan dan diucapkan ketika bertemu menyelimuti otak mereka.
Akhirnya Betty memutuskan untuk menghubungi Carol sahabatnya sekaligus besannya.
Selama perjalanan, Betty menceritakan awal perjumpaannya dengan sang putri yang hilang. Bagaimana dia mengenali mata itu, hidung itu, dan bibirnya yang lebih mirip dengan bibir suaminya. Dan satu lagi yang hanya diketahui olehnya adalah tanda lahir di lehernya, yang kini ia tutupi dengan tattoo. Jangan lupa dengan profesinya yang tak biasa untuk wanita.
Betty sangat antusias menceritakan segala hal tentang putrinya itu.
"Montir? cewek?" pertanyaan di benak El.
Jalan yang mereka susuri menuju rumah sang kakak tidak asing baginya. Dahinya berkerut kala pintu gerbang yang menjulang tinggi itu terbuka.
Benar dugaannya. Dia pernah melihat mata itu. Mata yang sama dengan yang dimiliki ibu angkatnya.
Fuhh
Helaan nafasnya tak membuat rasa gugupnya hilang.
Saat mobil berhenti, tampak seorang wanita paruh baya menunggu di teras mansion, menampakkan senyum yang merekah. Betty keluar terlebih dahulu untuk menyalurkan rasa bahagianya hari ini telah datang. Dia langsung memeluk Carol yang menyambutnya dengan suka cita. Dia pun memberitahu Carol dengan singkat tentang kembalinya sang suami dan anak angkatnya. Carol turut bahagia melihat sahabatnya akhirnya bersinar lagi.
I don't like it, I love it, love it, love it, uh oh
So good it hurts
__ADS_1
I don't want it, I gotta, gotta have it, uh oh
When I can't find the words, I just go
I don't like it, no, I love it
I don't like it, no, I love it
All out, turn the beat up
Hey now I'm glad to meet ya
Turn up girl, blow the speaker
Yeah up, think about it now, blow the speaker
I'll speak louder, let's get wild tonight
Billionaire bottles, we just down 'em like
Ain't no problem, all my roads are right
All right, all right
I don't like it, I love it
I got another comin' in my budget
I got a anaconda in my truck fit
Don't push it, don't push it
'Cause I'm a hit it til I jackpot, that's right
Wax on baby wax off, act right
You can put it on the black card, all night
And I'll spend it, I'll spend it 'cause
I don't like it, I love it, love it, love it, uh oh
So good it hurts
I don't want it, I gotta, gotta have it, uh oh
When I can't find the words, I just go
I don't like it, no, I love it
Dentuman lagu Flo Rida (I don't Like It, I Love It) menggema di ruangan tengah. Ketiga penghuni yang tengah meng acak acak dapur terlihat tengah bergoyang mengikuti irama dan sesekali mengikuti lirik lagu seolah sedang melakukan show. Canda, tawa, dan keceriaan mereka menghipnotis tamu yang baru datang. Turut mengembangkan senyum yang menular. Carol merasa jengah dengan tingkah ketiga orang kesayangannya itu. Seandainya dia boleh ikut bergabung dengan mereka, tapi malu dengan usianya yang tak muda lagi.
"EKHEM" akhirnya Carol memutuskan menginterupsi kegilaan mereka.
"Eh mama" Brian menyadari tatapan sang mama yang siap membakarnya.
"Yank, matiin. Ada tamu tuh" Brian menyenggol lengan Chelsea yang tengah beradu pinggul dengan anak gadisnya. Saat mereka berbalik, Chelsea terkejut dengan kehadiran tamu yang datang. Orang yang dia tunggu seumur hidupnya. Tapi ada yang aneh dengan kehadiran mereka. Sosok yang baru baru ini dia kenal.
"Roy?" panggil Alexa.
__ADS_1
HAYO LOOOOH SIAPA NAMA PANJANGNYAAAA😆