Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#52. The Day (2)


__ADS_3

"Sayang, maaf ya kalo kalian nikahnya di KUA. Brian bersikeras ingin segera men-sah kan kamu, dia takut kamu lari. Mama.. mama baru liat dia kayak gini, padahal dulu waktu sama mamanya Lexa, mama liat dia menyukainya, tapi ga seantusias ini. Mungkin karena dia tau kalo hanya dia yang menyukai. Sedangkan kamu, mama juga merasa kalau kamu dan BB, kalian saling mencintai. Mama harap, ini adalah yang terakhir untuk kalian. Semoga rumah tangga kalian terus langgeng hingga akhir hayat kalian" mata mama mulai mengembun. Tangannya menepuk lembut punggung tangan Chelsea.


"Iya mah, Chelsea juga berharap bisa langgeng sama Brian. Nikah dimanapun bagi Chelsea ga masalah, yang penting ketulusan hati. Chelsea juga baru ngerasain perasaan seperti ini. Chelsea cuma takut... orang orang, relasi bisnis, teman teman dan saudara saudara mama, menggunjing kalian karena memilih menantu yang ga jelas asal usulnya kayak Chelsea"


"Kamu ngomong apa sih, sayang. Ga ada yang namanya ga jelas" mama mengusap pipi Chelsea lembut lalu kembali menggenggam tangannya.


"Dengerin mama ya sayang. Dari dulu, BB itu orangnya cuek ga pernah mau melirik perempuan. Dia cuma suka sama 1 hal. Mobil. Itupun mobil bekas. Itulah makanya mama jodohin dia dengan anak teman mama waktu mama dulu kuliah di London. Saat itu setau mama dan teman mama, dia masih single, dan mama ga tau kenapa dia ga nolak dari awal kalau memang sudah punya pacar. Pokoknya kamu jangan khawatir, BB ga pernah main main sama keputusannya. Dia bukan tipe laki laki yang suka mempermainkan perempuan, persis seperti ayahnya. Setelah ini, mama yakin kalo BB sedang menyiapkan resepsi yang luar biasa untuk kamu sayang"


"Chelsea percaya, ma. Tapi tolong jangan terlalu berlebihan"

__ADS_1


"Ga papa, sayang. Itu hak kamu. Bentuk ungkapan cinta BB sama kamu. Kamu ga boleh nolak apapun yang BB siapkan untuk kamu sayang"


Mereka akhirnya sampai didepan Kantor. Mama membantu calon menantunya turun dari mobil, lalu menaiki undakan tangga yang kemudian disambut uluran tangan kekar nan lembut lelakinya. Untungnya pagi itu masih sepi, jadi mereka tak menunggu terlalu lama untuk melakukan prosesi ijab kabul dan pengesahan secara negara. Dikarenakan Chelsea tidak memiliki wali nikah, maka Pak Ino, supir Brian, yang Chelsea tunjuk sebagai wali nikah nya.


Mama Carol dan Alexa akhirnya bernafas lega. Mereka memeluk Chelsea erat.


"ekhem.." Brian berdehem seraya melipat kedua tangannya di dada.


"Ya ampun, dady.. posesif amat sih, Lexa juga pengen sama momy kan"

__ADS_1


"Ma.. tolongin BB dong" Brian merajuk pada mama bak anak kecil yang minta foto sama badut.


"Iya iya, ih ni anak ga tau malu apa kalo udah ngerengek suka ga nyadar umur deh. Ayo Lexa honey, kita pulang duluan. Biarin dady sama momy mu puas puasin berdua dulu"


"Yaa.. granny.." mama langsung menarik paksa Lexa masuk kedalam mobil dan melaju.


"Shall we?" Brian melingkarkan tangan Chelsea di lengannya, lalu menarik pinggang rampingnya agar menempel padanya.


"Kita pulang kemana?" tanya Chelsea kemudian saat mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Pacaran" alis Chelsea berkerut mendengar jawaban singkat Brian.


"Pacaran khilaf" lanjutnya berbisik di telinga Chelsea yang membuat tubuhnya meremang.


__ADS_2