Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#86. Nekat


__ADS_3

Chelsea terus menggerutu seharian ini. Pasalnya sang suami seksinya langsung ke luar kota untuk menangani masalah yang merembet ke cabang yang di luar kota.


Dia ga bisa menahan kerinduan pada suaminya, pun sebaliknya. Inilah yang membuat orang orang disekitarnya merasa iri.


Pagi itu, setelah Chelsea berhasil melewati 1 malam tanpa Brian, dia jadi pendiam.


"Mom, hari ini ga usah ke bengkel ya?" pinta Harvey yang kini sudah beranjak remaja. Harvey tipe anak yang irit bicara. Namun jika dia membuka suaranya, pertanda sesuatu.


"Hhhh.... tapi momy ga bisa diem ditumah terus. Momy pasti bakalan kepikiran dady mu" sergahnya.


"Iya, nanti Harvey temenin deh. Kita bongkar Humvee yok" bujuknya.


"Kamu ini. Nanti kalo humvee nya ancur gimana?"


"Ya suruh dady beli lagi. Atau kita ancurin aja jaguar yang di depan. Trus kita benerin lagi. Yang penting momy hari ini janga kemana mana ya" Harvey terus membujuk. Chelsea sadar, anak ini merasakan sesuatu.


"Trus sekolah kamu gimana?"


"Gampang laaah. Yang penting nilai aku sempurna semua" Harvey terbilang anak yang jenius di usianya. Dia bahkan mengikuti program akselerasi, sehingga di usia 10 tahun ini sedang menempuh pendidikan setara SMA.

__ADS_1


"Ya udah. Bener ya, temenin momy"


cup


"Iya, momy sayang" Harvey mengecup pipi Chelsea dengan sayang.


Betul saja, seharian itu mereka disibukkan memodifikasi humvee. Tapi tetap saja, pikiran Chelsea tak bisa fokus. Humvee yang tak bersalah itu setelah di vermak kemudian di kembalikan lagi seperti semula, jadilah beberapa kecacatan terdapat pada beberapa bagian body si garang.


Harvey yang memperhatikan merasa tidak tega. Akhirnya dia mengajak momy nya jalan jalan. Dengan catatan tidak boleh berpisah darinya sedetikpun.


"Ga bisa Harv, momy ga bisa kek gini. Dady mu bukan sekali - dua kali dinas jauh, tapi ga pernah momy ngerasa ga tenang kayak gini" gelisah Chelsea saat mereka menyusuri toko brand ternama di Mall.


"Dady baik baik aja mom. Kalo mau kita coba vidcall. Mungkin saat ini dady sedang perjalanan pulang. Lagian ada om Joni yang selalu ada disamping dady" bujuknya pada Chelsea.


"Akhirnya kamu telfon juga, cari suamimu ya? mmmm.... dia lagi mandi. O iya, kamu jangan khawatir ya, disini biar aku yang jagain suamimu. Hahahaha....."


tut


Chelsea tertegun dengan apa yang baru dilihatnya. Sungguh, dia shock dengan siapa yang barusan dilihatnya. Dan mengapa dia mengangkat telfon suaminya. Dan mengapa dia mengenakan bathrobe?

__ADS_1


Air mata menetes, amarah berada di ubun ubun.


"Mom, mom sadarlah. Jangan teralihkan. Tolong tenang mom. Jangan sembarang ngasih kesimpulan. Dady baik baik saja. Percaya sama aku, mom"


Chelsea menggeleng cepat, air mata tak bisa diajak kompromi.


"Engga... kamu salah, Harv... kamu pasti salah... Momy gak bisa diem aja" tanpa aba aba Chelsea langsung berbalik dan meninggalkan kantong belanjaan begitu saja.


"MOM" teriak Harvey. Dia tak mau sesuatu terjadi pada ibunya. Mengejarnya sekuat tenaga. Jangan dikira Chelsea adalah sosok emak emak dengan beberapa lipatan di tubuhnya(ups🙊) Dia lari melesat meninggalkan anak bungsunya. Dia pikir mereka kesini dengan menggunakan supir, biar dia saja yang naik taksi untuk pulang dan memakai mobil yang lain.


Chelsea keluar dari Mall dengan kepala yang celingukan mencari keberadaan taksi.


"Nyonya... nyonya... mobilnya diparkir disini nyonya" teriakan Pak Ino tak digubrisnya.


"TAXI...TAXIII..." dipanggilnya taxi yang berada di seberang jalan. Namun karena jalanan penuh dengan kebisingan klakson yang saling sahut menyahut, membuat supir taxi itu tak bisa mendengar teriakannya. Akhirnya Chelsea nekat menyebrang jalan.


Ciiiiiiiit....


UDAH SENIN AJA

__ADS_1


BANTU VOTE YA GUYS


JEJAK DAN HADIAH SUDAH PASTI


__ADS_2