Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#90. Hukuman


__ADS_3

"Kamu sama siapa kesini?" tanya Brian tanpa menggubris pertanyaan Harvey, anaknya.


"Sama Pak Ino, dad. Momy... dady udah ketemu momy? ih ditanya malah balik nanya"


"Udaaah, tuh lagi tidur. Udah jam segini. Dady pesenin kamar ya buat kamu"


"Engga mau. Harvey mau bobok sama momy"


"Gak. Gak boleh. Cuma dady yang boleh bobo sm momy. Kamu dah gede. Dady pesenin kamar aja ya"


"Ck dady mah gitu. Udah lama kan Harvey ga bobo sama momy. Harvey kangen bobo sama momy"


"Kamu itu udah gede. Anak seumur kamu udah ga pantes buat bobok sama momy.


Harvey terus merengek pada Brian yang merasa jengah dengan anak bujangnya ini. Bisa gagal tanem-cabut ini mah😬


"Bear...." suara serak istrinya menyadarkan Brian jika saat ini istrinya tengah dalam keadaan polos se polos polosnya. Harvey serta merta melangkah ke arah kamar, namun segera dihadang Brian.


"Dady... awas ahh...Harvey mo ketemu momy. Ada yang mau Harvey pastiin" mereka berdebat di depan kamar.


ceklek


Brian sontak berbalik badan, hendak menutupi tubuh istrinya. Dia tau istrinya akan keluar dalam keadaan polos jika belum sadar sepenuhnya.


"Bear? minggir kenapa?"


"Kamu pake-" Brian menggantung perintahnya kala melihat Chelsea sudah berpakaian lengkap.


"MOM.... Harvey kan udah bilang jangan kemana mana, tuh liat kepalanya kayak gitu" Harvey, bocah 10 tahun itu mempunyai perawakan yang tingginya hampir menyamai ibunya itu mengapit kepala Chelsea memperhatikan perban yang bertengger indah di pelipis ibunya . Bocah irit bicara itu akan menjelma menjadi emak emak rempong kala sesuatu terjadi pada ibunya.


"Udah, momy ga papa sayang. Kamu sama siapa kesini malem malem gini? kenapa ga nelpon dulu?"

__ADS_1


" Ck, momy liat deh ponsel momy. Aku telponin ga diangkat angkat, gimana Harvey ga panik coba" cerocos Harvey. Benar saja. Terdapat puluhan kali missed call dari nomor anaknya itu.


Chelsea ingat pada jam itu dia berada dalam perjalanan kemari dan dia menyalakan mode senyap setelah menerima telpon dari Brian.


Harvey tiba tiba memeluk Chelsea dan terisak. "Jangan menghilang dari Harvey lagi, mom. Harvey ga mau momy kenapa napa" Chelsea merasa tidak adil dengan anaknya. Saat itu pikirannya hanya terpaku pada Brian, suaminya. Dia melupakan jika Harvey adalah bocah berumur 10 tahun. Dan dia meninggalkannya sendirian di mall. Ibu macam apa dia?


Chelsea membalas pelukan anaknya, diapun meneteskan air mata. Ceroboh. Satu kata yang dia sematkan dalam hati pada dirinya sendiri.


"Maaf kan momy, sayang. Maaf"


Ekhem


"Udah malem, kelewat malem malah. Bobo gih, nih kunci. Kamu bobo di kamar sebelah ya. Kalo laper pesen aja layanan kamar, Ok. Momy mu perlu istirahat biar kepalanya cepet sembuh"


"Mom, ga bisa ya kalo Harvey bobok sini aja sama momy? Harvey kangen" pinta Harvey mengiba masih memeluk Chelsea erat.


Chelsea melirik ke arah Brian yang sibuk mengibas kan kedua tangannya tanda tak setuju.


Kala mendengar kata 'hukuman' Harvey akhirnya menurut. Biar dady dikasih pelajaran, jadi ga nyusahin momy lagi. Ada rasa puas kala membayangkan hukuman yang akan momy nya berikan. Pasti bikin sang dady ampun ampunan.


"Baiklah mom. Hajar dady biar ga nyusahin momy lagi" Chelsea tersenyum miring kala mendapatkan dukungan dari sang anak. Seringai liciknya membuat Brian membayangkan kengerian yang akan dia dapatkan.


glek


"bisa lemes nih" batin Brian kala mengingat hukuman Chelsea yang mematikan.


"Ya udah gih sana bobok. Kalo pengen susu minta sama layanan kamar aja ya. Bye, tiger. Love you" Chelsea mengecup pipi Harvey seraya membukakan pintu. Tak lupa memberikan kunci kamar sebelah.


Saat dirasa pintu sudah tertutup rapat dan Harvey telah masuk ke kamarnya. Brian mengunci kamarnya, lalu..... dia melihat Chelsea menggerak gerakkan telunjuknya tanda menyuruhnya agar mendekat sambil mentapnya tajam.


"S Sayang.. kamu..kamu beneran marah? m maaf, aku janji gak ak-"

__ADS_1


srett


Kancing piyama Brian bertebaran dibuka paksa oleh Chelsea dengan sekali gerakan. Membuat Brian tersentak.


"Iya, aku marah. Aku akan menghukummu" Chelsea menciumnya kasar, turun ke dada Brian, bermain main di kedua tombol on Brian.


Brian mendesah, ia pasrah "hukumlah aku... hukumlah aku... sayang..."


Brian dibuat tak berdaya kala Chelsea mendorongnya ke arah ranjang, membuatnya jatuh terlentang, lalu membuka penutup bawah secara cepat. Kemudian dia mengulum tongkat yang sedari tadi sudah menantangnya.


Brian benar benar tidak berkutik dibuatnya. Chelsea benar benar menghukumnya. Hingga dia meledak dimulutnya membuat lututnya melemas. Namun tidak dengan si batang yang tetap menantang. Membuat Chelsea melompat ke atasnya dan melesakkan diri. Dia benar benar tak memberinya ampun. Tanpa jeda sekalipun, dia terus menghajarnya. Terus bergerak menari nari bak kesetanan. Memancing hujan kembali menyembur ke kawah kenikmatan. Semburan hangat itu membuat Chelsea menggila, membuatnya melajukan kecepatan berkudanya hingga sampai di puncak sambil meneriakkan namanya.


brukk


Chelsea ambruk di atas dada berpeluh milik Brian. Tenaganya terkuras setelah menghukumnya dengan ganas. Pun dengan Brian yang tak kuasa untuk sekedar mengangkat tangannya untuk mengusap kepala Chelsea yang terbaring di dadanya. Chelsea benar benar menghabisinya, hingga dia tertidur.


💦


💦


💦


MAAF BARU BISA UP BEIBZ


MAKLUM KALO IBU NEGARA BERSUA, GAK BISA PEGANG YANG LAIN SELAIN SAPU DAN KATEL🤭


TETEP DUKUNG YA


LIKE N COMMENT SETELAH MEMBACA YA BEIBZ


JANGAN LUPA HADIAH😉

__ADS_1


__ADS_2