Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#34. Mirip seseorang


__ADS_3

Chelsea masih berkutat dengan Audi **, hingga datang Alphard putih yang parkir di tempat parkir khusus bertuliskan 'VVIP' yang menandakan bahwa yang bisa parkir di tempat itu adalah orang yang sangat sangat sangat penting.


"Nyonya besar, selamat datang" sambut Seto seraya mempersilahkan wanita paruh baya yang turun dari mobil itu agar mengikutinya masuk.


"Siapkan minuman dingin untuk kami ya"


perintahnya. Punya duid banyak mah bebas mo merintah siapapun juga.


"Seto" interupsinya kemudian saat hendak melangkahkan kakinya menuju tangga ruang tunggu VIP.


"Iya, nyonya besar?"


"Pegawai baru" tanyanya sambil menilik ke arah Chelsea.


"Oh iya nyonya, kenalkan ini Chelsea, pegawai baru kami, kami baru merekrutnya beberapa bulan ini" jawabnya sambil memperkenalkan Chelsea. Dan Chelsea hanya mengangguk tanda hormat, karena saat ini tak mungkin ia mengajaknya bersalaman.

__ADS_1


Namun, tampak gurat keheranan di wajah nya.


"Rumah kamu dimana?"tanyanya langsung pada Chelsea.


"Saya?, saya ngontrak bu deket sini" jawabnya tak percaya jika ditanya langsung.


"Dengan orang tuamu?" lanjutnya bertanya.


"Sendiri bu.. eh nyonya, saya... yatim piatu" jawabnya kemudian sambil tertunduk. Entahlah, jika ada yang bertanya tentang orang tuanya, ia merasa tak nyaman.


"e eh, nyonya.. tidak perlu seperti ini, baju saya kotor nyonya" ucapnya gugup.


Wanita itu melepas pelukannya perlahan, lalu mengusap wajah cantik yang dirasa mirip seseorang yang ia kenal.


"Baju kotor itu bisa dicuci, asal jangan hati yang kotor" ucapnya lembut. Ia terus menelisik wajah yang tampak tak asing baginya, sedangkan Chelsea? Dia lagi lagi tertegun dengan perlakuannya. Ia pikir wanita ini orang yang sombong dan arogan.

__ADS_1


Wanita itu lantas beranjak menuju ruang tunggu di atas seraya terus melemparkan senyum lembut padanya.


Chelsea dibuat bingung olehnya, ia pun melanjutkan pekerjaannya lagi.


Di dalam ruang tunggu, wanita yang ternyata adalah ibu dari pemilik bengkel ini menghampiri temannya yang sudah janjian sedari tadi.


"Betty sayaaang, maaf membuatmu menunggu lama, ini...?"


"Tidak apa apa Carol, kita juga baru sampe kok, o ya, kenalin, ini Siska Smith, sayang ini Caroline Brown teman mami itu, ibunya yang punya bengkel ini."


"Halo tante"


"Halo sayang, kamu cantik" inikah anaknya yang hilang itu? perasaan lebih mirip yang... ah sudahlah, dia ga akan gegabah dan salah mengidentifikasi sembarang orang. Lanjutnya dalam hati. Ada keraguan saat memperhatikan Siska.


Beatrice adalah sahabat Caroline semasa kuliah di Oxford dulu. Menurut kabar yang ia dengar, Betty, panggilannya semasa kuliah dulu itu kehilangan anaknya pada saat sehari setelah melahirkan, lalu keluarganya mengerahkan segala kemampuannya agar bisa menemukan anaknya itu, ia bahkan sampai tidak bisa memiliki anak lagi karena depresi berkepanjangan.

__ADS_1


Pada akhirnya mereka menemukan kembali anak mereka yang menghilang, namun Carol tampak tak yakin, darimana ia memastikan bahwa gadis ini adalah anaknya. Apakah mereka sudah melakukan tes DNA? Tiba tiba ia teringat dengan gadis lain yang wajahnya mirip dengan Betty. Ia adalah gadis yang baru saja ditemuinya di bawah tadi. Jika boleh memberikan penilaian, gadis dibawah tadi lebih pantas dikatakan sebagai anaknya yang hilang, karena kemiripan tentunya, bukan karena DNA. Semoga betty tidak salah dan terburu buru, dan semoga anggapannya salah.


__ADS_2