
"DADY...."
pekikan seorang gadis remaja yang kemudian menghambur kedalam pelukan Brian. Chelsea melipat dahinya kala menyaksikan sepasang manusia berbeda usia yang kelihatannya cukup jauh itu saling mengecup bibir, meski sekilas namun terlihat menjijikan karena ini tempat umum. Seorang laki laki paruh baya yang sepertinya Chelsea hafal tersenyum kepadanya.
"Pak Ino?"
"Iya neng Celsi, apa kabar?"
"Baik pak, kok ada disini? bukannya nyupirin bos nya? kan saya yang jadi tumbal pak" Chelsea menggerutu sambil mengedikan dagu kearah Brian dan gadis remaja itu, dia menebak kalo itu adalah sugar baby nya. Cih, dasar jantan.
"Iya neng, pak bos nyuruh saya nganterin non Alexa kesini, katanya udah janjian."
"Ooooo..." Chelsea ber -O ria.
Gadis itu melirik ke arah Chelsea seraya melepas rangkulannya pada Brian.
"Who is she, dady?"
"Oh iya lupa, kamu sini" perintahnya sambil menggerakkan jari telunjuk yang diarahkan pada Chelsea, pertanda menyuruhnya untuk mendekat.
Chelsea menunjuk hidungnya sendiri "Saya bos?"
"Iya, kamu. Kemarilah"
__ADS_1
Chelsea melirik ke arah pak Ino, dan pak Ino pun mengangguk sambil tersenyum.
Lalu Chelsea mendekati mereka.
"Kenalin, ini adalah Alexa, Alexa ini adalah..." Brian mengangkat sebelah alisnya, bertanya namanya melalui gesture.
"Chelsea" seraya menjulurkan tangan kanannya.
"My god, she' so pretty dad" Alexa meraih tangan Chelsea dan menggoyangkannya antusias, sedang tangan yang lain menutup setengah mulutnya.
"Hai Chelsea, aku Alexa, anak semata wayangnya dady Brayen" senyum manisnya mengembang, iris matanya yang hijau memancarkan keceriaan.
'anak?' Chelsea tertegun.
"Anak? umur mu? umur dia?" tanyanya nya lirih, telunjuknya bolak balik menunjuk kearah Alexa dan Brian bergantian.
"Alexa, take your ticket please" Brian menegur alexa agar tak lebih jauh menggodanya.
"Okay dady, by the way, Lexa mau main sama Chelsea ya dad, keknya orangnya seru. Lexa kan ga punya temen dad. Dady jahat nyembunyiin Chelsea dari Lexa, tau gitu kemaren Lexa ajakin Chelsea buat nonton F1 GP.
"ck, kalo dady kasih tau dari kemaren nanti dady yg gada temen" ucapnya datar.
'what the...' batin Chelsea, dia heran dengan interaksi ayah - anak didepannya ini.
__ADS_1
"Iya iya... yang kesepian bertahun tahun mah harus diduluin deeh. Tapi sekarang ijinin Lexa main sama Chelsea ya dad ya, please" Alexa memohon, dan Brian tak bisa menolak.
"yeayy... you're the best dad"
cup
kecupan mendarat di pipi Brian.
"C'mon bestie, let's rock n roll" Alexa menarik tangan Chelsea yang masih kebingungan, tapi tak bisa menolak ia pun mengikuti arah kaki Alexa melangkah.
Brian hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah anak semata wayangnya.
***********
Di dalam wahana
Alexa menarik Chelsea hingga ke sebuah wahana extreme.
"Roller coaster?"
"Berani?" tantang Alexa menaik turunkan alisnya, senyumnya terus mengembang, menarik perhatian kaum adam yang ada disana.
"Siapa takut" Chelsea menaikkan sebelah bibirnya
__ADS_1
"ALRIGHT..." Alexa memekik kegirangan, pasalnya, dadynya selalu menolak saat diajak menemaninya menaiki wahana extreme ini dengan alasan usia, takut kena serangan jantung, de es be.
JANGAN PELIT JEMPOL GAES😘😘