
Mereka bertiga larut dalam obrolan ngalor ngidul, namun mereka menikmatinya. Chelsea pun tak merasa sungkan. Dia justru senang dikelilingi hangatnya kasih ibu yang tak pernah ia rasakan.
"MOMYYYY.... I'M HOME...." teriak Alexa saat memasuki rumah.
"Lexa my darling...." seru Carol yang langsung berdiri dan menyambut kedatangan cucu pertamanya.
"GRANYYYY.... I miss you so much Granny. Sama siapa kesini? mobilnya ga biasa deh, beli mobil lagi kah?"
balas Lexa memeluk rindu neneknya.
"Ini, sama Oma Betty"
"Oma?" celetuk Chelsea heran.
"Iya kan seumuran Mama sayang, lagian Alexa kan anak Brian, anggap aja cucu Betty juga"
"O iya. Eh kamu bawa apa sayang? tanya Chelsea kemudian.
"tadaaaa.... Lexa bawain cilor pesenan Momy, ples tart red velvet. Kebetulan ada oma oma, kita makan bareng yuk"
Mereka pun hanyut dalam kehangatan candaan dan gurauan.
tring
tring
Suara ponsel berdering.
Mereka mencari arah suara, ternyata ponsel Mama Carol yang berdering.
Dilihatnya nomor Dokter Elsa.
__ADS_1
"Halo, dok" mama menjauh saat mengangkat telpon, dia tahu pasti tentang anaknya Brian.
"............"
"APA...? i iya, saya langsung kesana" mama langsung menutup telpon dan pamit sambil menampakkan raut gelisah.
"Siapa Ma?" tanya Chelsea
"I itu..." mama tergagap, ingin memberi tahu tapi takut salah, tapi salah juga kalau tidak memberi tahu.
"B Brian pingsan. D dia dibawa kerumah sakit" akhirnya mama memberitahunya, lega rasanya.
"Chelsea pergi" ucapnya tegas dengan sorot mata tajam.
"Momy, Lexa ikut"
"Sa sayang, tunggu... kita semua pergi kesana yuk. Kamu yang tenang ya" Betty akhirnya memberi usul. Mereka ber empat pun berangkat ke rumah sakit yang dituju. Tampak gurat kecemasan di mimik Chelsea.
Tiba di rumah sakit, Chelsea yang duduk di belakang bersama Mama Carol langsung melepas seat belt dan melesat berlari ke arah lobby. Mereka bertiga yang ditinggal hanya bisa melongo dengan kelakuan Chelsea yang secepat kilat tanpa menunggu aba aba. Mereka meringis kala mengingat kondisi Chelsea yang tengah hamil muda.
Chelsea menuju IGD sesuai informasi nama pasien yang Chelsea berikan kala bertanya pada bagian Customer Service.
brak
Chelsea membuka kasar pintu IGD, membuat seisi penghuni ruangan itu terkejut.
"Mana dia?" dengan suara bergetar, Chelsea mencari tiap bed.
"Maaf nona, siapa yang anda cari?" salah satu perawat menghampiri.
"Lakik gue.. mana dia.. mana laki gue" tanya nya gusar sembari menitikan air mata.
__ADS_1
"Mohon tenang, nyonya. Siapa nama suami anda?"
"Bear.. beruang gue mana.."
"Bear? maaf nyonya?" sebagian perawat terkikik menahan tawa nya.
"BEEEAARR..... DIMANA KAMUUU... HUHUUUUU...." Chelsea berteriak panik ingin segera menemukan suaminya. Membuat para perawat yang tadinya menertawakannya terjenggit kaget dengan auman Chelsea.
"Honey...?" suara lemah di sudut ruangan.
"Honey, Chelsea..." panggilnya lagi.
"BEEEAAARR......"Chelsea langsung lari ke sudut ruangan, tempat suara itu berasal.
sreeet
Gorden di singkap, tampaklah sesosok tubuh lemah suaminya dengan selang menancap di sebelah tangannya. Air mata membanjiri wajah cantik Chelsea yang kini sedikit chubby.
Brian menoleh, dengan lemah dia merentangkan tangannya meski dalam posisi terlentang, memberikan akses padanya agar memeluknya.
"Bear...." lirih Chelsea yang langsung menghambur ke pelukan suaminya sambil tergugu.
"My bear..."
cup cup cup cup cup
Chelsea terus menghujani Brian dengan kecupan di seluruh wajahnya, meluapkan rasa rindunya. Brian menitikan air mata. Dia tak peduli dengan ingus dan air liur yang istrinya transfer padanya. Yang dia pedulikan adalah, betapa ia sangat merindukan istrinya ini. Betapa ia sangat tersiksa berjauhan dengan istrinya. Kecupan itu kemudian berakhir di bibir. Sambil terisak, Chelsea mengecup berkali kali bibir Brian, seolah olah merapel ciuman yang tertunda selama beberapa hari ini. Brian menikmati bibir yang ia rindukan, sambil tersenyum, Brian memegang tengkuk Chelsea agar tak melepas ciumannya.
"Ya ampun...."
Mama, Betty, Alexa dan perawat yang mendatangi bed Brian dibuat melongo tak percaya dengan kelakuan mereka. Akhirnya Mama memutuskan untuk mengusir perawat dan menutup gorden. Membiarkan mereka meluapkan rasa rindu yang membuncah. Mama percaya mereka hanya akan melakukan sebatas ciuman. Tak kan lebih.
__ADS_1
Yakin Ma?🤔