
"Bengkel anakmu ini sangat nyaman ya, untuk sebuah bengkel, dari dulu saya ga pernah kecewa kalo servis mobil atau pasang asesoris mobil." Betty mengawali percakapan mereka, ia tau sahabatnya ini ingin mempertanyakan perihal putrinya yang baru ditemukan ini.
"Ya, begitulah BB(dibaca : bibi, panggilan kecil untuk Brian), dia sangat senang otomotif, saya membiarkannya menyalurkan hobinya itung itung obat stress buat dia, dia bahkan beli bangkai humvee loh, aku ga ngerti sama anak itu. Anak gadisnya juga, sama gila otomotif kek bapaknya, hadeeh... cewe ko mainannya mainan anak laki, suka hawatir saya, bisa punya pacar ga ya cewe kalo hobinya gitu, secara bapaknya juga belum punya calon lagi" ucapnya hawatir.
"Masa sih? padahal kan anakmu itu meski duda beranak satu, tapi masih gagah, masih muda, pasti banyak lah yang mau sama dia"
"Anak tante... duda?" tiba tiba Siska menyela obrolan mereka.
" Iya, istrinya kabur, gatau kemana"
"Kalo saya nyoba deket sama anak tante... boleh ga?" tanya Siska tanpa rasa malu. Carol dan Betty tak percaya dengan sikap Siska yang terang terangan menawarkan diri. Carol sebenarnya kurang nyaman dengan kehadiran 'anak baru ketemu' sahabatnya ini, namun ternyata, Betty sendiri pun merasa malu dengan sikap anaknya ini yang seakan tak punya sopan santun.
__ADS_1
"Kalo tante sih gimana anaknya aja, ga ngelarang dia berhubungan sama siapapun, yang penting tau batasan." ucapnya tak mau menyinggung dengan menolak langsung.
" Gimana kalo... tante jodohin aja kita tan, kan biasanya gitu, anak dijodohin sama anak sahabat, biar persahabatan makin lengket gitu, iya kan mi?" sarannya menambah rasa tak nyaman pada keduanya.
"Tante rasa, tante ga mau lagi menjodoh jodohkan anak tante, soalnya sama yang kemarin itu juga hasil perjodohan tante sama temen tante, hasilnya apa? pertemanan tante ancur karena anaknya yang salah dan orang tuanya tak mau disalahkan, dan akhirnya anak yang jadi korban. Kasian Lexa, dia tumbuh tanpa ibu, meski ada saya yang merawatnya, tapi beda jika ibu sendiri yang merawatnya" akhirnya Carol menolak secara halus, ia tak mau mendapatkan menantu yang salah lagi karena berdasarkan kenalan, tahta dan kecantikan. Ia cukup menderita melihat anak semata wayangnya menderita saat ditinggal istrinya dulu.
"Sayang... sudah sudah, mami juga ga mau kayak gitu, siapa tau dia udah punya calon tapi belum sempet dikenalin, ya kan jeng?" akhirnya Betty menengahi, tak mau sahabatnya merasa terbebani.
"Ya mami, gimana sih... bukannya dibela punya anak, dukung gitu anaknya mau dijodohin, kan jarang ada yang mau dijodohin" sungut Siska. Carol dan Betty hanya menggelengkan kepala.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir tengah hari, mobil sudah selesai sedari 1 jam yang lalu, namun karena ruang tunggu yang menyerupai cafe membuat mereka nyaman dan lupa waktu.
__ADS_1
tin
tin
Mobil audi putih milik Brian memasuki area bengkel. Dan itu terlihat oleh Carol mamanya, ia tak menyangka akan bertemu anaknya disini. Carol pun segera turun untuk menyambut dan mengajak anaknya makan siang bersama.
"Sebentar ya jeng, anak saya kebetulan dateng, kita makan siang sama sama" pamitnya seraya beranjak dari duduknya.
"Hai honey"
"Ko kesini jam segini"
__ADS_1
Begitu keluar dari mobil, Brian langsung merentangkan kedua tangannya pada Chelsea, dan Chelsea segera menghambur ke pelukan Brian, mengalungkan lengannya ke leher Brian, lalu mengecup bibirnya sekilas.
Pemandangan membahagiakan itu tak luput dari perhatian Carol, mamanya Brian yang sudah mencapai tangga dasar, juga penunggu ruang VIP.