Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#25. Aku Bukan Anakmu


__ADS_3

Chelsea bangkit dari duduk sembari menghempas hempaskan sesuatu ditubuhnya, seolah menyingkirkan mahluk menjijikan yang menempel pada tubuhnya.


Melihat kepanikan Chelsea, dan setetes air menumpuk dipelupuk matanya, Brian pun bangkit dan mencoba menenangkannya. Tangannya yang terulur hendak meraih dan memeluknya, berkali kali ditepis.


"Tidak, menjauh lah, jangan sentuh aku, hik.. aku menjijikan, aku kotor, aku penyakitan..." dia terus meronta namun Brian terus berusaha meraih dan menenangkannya.


"Momy.... sebesar itu lukamu..." setetes air lolos dari mata Alexa, diikuti para asisten yang menyaksikan drama di ruang makan. Alexa yang hendak mendekati, mengurungkan niatnya. Dia memberi ruang untuk dady dan calon momy nya, meski ingin rasanya dia berlari menghambur memeluk calon momy nya. Rasa sesak ia rasakan, membayangkan kepahitan hidup yang Chelsea alami.


Brian berhasil merengkuh dan mengunci Chelsea dalam pelukannya. Ia peluk dengan erat, menyalurkan kekuatan padanya, sesekali ia usap belakang kepalanya, lalu ia kecup puncak kepalanya.


"ssshh.... tenanglah.. ssshh... tenanglah.. ,kamu ga kotor, kamu ga menjijikan... tenanglah... kamu ga sendiri... jangan khawatir sayang..."


deg


Kata terakhir membuat Chelsea terkesiap. Tiba tiba menghentikan tangisnya.

__ADS_1


"Sayang?..."


"........." Brian membatu, namun masih memeluk Chelsea.


"Aku bukan anakmu..." ucap Chelsea kemudian disela isakannya yang ia coba hentikan.


"Iya bukan, aku juga ga mau kamu jadi anakku" Brian menanggapi dengan suara pelan, sambil memundurkan kepalanya, mengusap jejak air mata Chelsea.


"Jadi istriku aja ya?" lanjutnya sambil menatap sayu"


Alexa dan para asisten terjatuh mendengar pernyataan Brian.


Keesokan pagi, Chelsea bangun dengan mata sembab. Kebiasaannya sehari hari yaitu beres beres rumah, namun dihalangi oleh asisten rumah, meski ia memaksa. Ia berlalu ke arah washray, hendak me-laundry baju baju kotor, namun semua sudah ada dalam mesin cuci. Kemudian keluar rumah ingin sekedar sapu sapu halaman, namun pekerja kebun sedang memotong rumput dengan mesin, dan satu pekerja sedang memangkas dan merapikan pohon yang daunnya sudah tak beraturan, lalu ia membentuknya menjadi seekor angsa besar, atau bahkan menyerupai patung galileo.


ck ck ck

__ADS_1


Chelsea hanya bisa berdecak kagum.


Tapi apa yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu paginya kala Brian dan Alexa masih terlelap. Masih terlalu pagi tentunya. Ia tidak bisa tidur nyenyak jika bukan di tempat sendiri. Semalam ia di tahan oleh 2 orang Ayah dan anak itu. Waktu memang sudah menunjukan pukul 10 malam, namun dia cukup tau diri dan memaksa untuk pulang. Sayangnya bujukan mereka cukup maut juga, apalagi ditambah Alexa yang mendramatisir dengan cara merengek bak anak kecil, hadeeeh.... gimana ga cenat cenut pala Chelsea.


Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan jogging, berlari lari kecil mengitari area mansion yang cukup luas ini, meski pake sendal jepit pun jadi lah, karena kemarin kesini pake sepatu gunung favoritnya. Saat mengitari mansion dia terperangah melihat tampilan gagah yangmembuatnya takjub, jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Kamu suka?" suara bariton seseorang dibelakangnya tak membuatnya mengalihkan arah pandangannya, sorot matanya yang berbinar binar.


"Gila, dapet darimana?"


"Suka?" tanyanya lagi


"Suka banget, kereeen..... boleh masuk?"


"Please, mi lady..."

__ADS_1


Chelsea kegirangan saat memasuki Humvee nya Brian yang ia dapat dari lelangan sewaktu ia sedang mengadakan perjalanan bisnis ke Amerika. Dikatakan bahwa kendaraan ini digunakan saat invasi AS ke Panama dan saat Perang Teluk yang kemudian terkena bom Awalnya ia membeli dalam bentuk bangkai atau rangka, dalam artian mesin dan beberapa persenjataan yang menempel sudah dipotong oleh pihak Amerika sebelum di lelang.


__ADS_2