Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#51. The Day


__ADS_3

"Kamu ngomong apa sih? jangan mikir kek gitu" Brian bangkit, mengelus pipi mulus wanitanya lanjut meraih dan menarik tengkuknya, menciumnya sekilas lalu ********** dalam.


"Jangan pernah berpikiran kek gitu, aku ga bakalan nyesel milih kamu jadi pendampingku seumur hidup. Dan akan aku pastikan kalo kamu juga ga bakalan nyesel mendampingiku di sisa hidupmu" Brian kembali mencium bibir wanitanya yang mulai menjadi candu. Tak ingin berhenti, kemudian menuntut lebih dari sekedar saling *******. Brian langsung memutuskan lebih dulu pagutannya sebelum kehilangan kontrol. Tapi Chelsea menahan tengkuk Brian, tubuhnya meminta lebih. Ciumannya membara, memancing monster yang tertidur beberapa lamanya, kini bangkit dan meronta ronta.


"Sayang... stop..." Brian menghentikan kegilaan Chelsea yang dengan senang hati ia sambut. Tak bisa ia bayangkan betapa ganasnya wanita ini jika tiba saatnya nanti. Mereka terengah, tak rela terlepas, namun harus mereka hentikan.


" Kamu.. kamu menyiksaku..." ucap Brian masih terengah mengatur nafasnya. Chelsea membalasnya dengan senyuman lalu menciumnya lagi sekilas. Dia segera bangkit dan memutuskan untuk masuk ke kamar dimana Alexa tidur.


"Selamat malam" ucapnya dengan wajah memerah.


"Malam. Besok... bersiaplah sepagi mungkin" Jawab Brian tidak rela. Brian segera masuk ke kamarnya, tapi menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. "Tenaaaaang... tunggu besoook..." ia menenangkan monster yang bangkit setelah bersemayam lama dibawah sana.

__ADS_1


Di lain tempat, Siska terus merengek pada Betty menanyakan tentang posisi Brian. Tapi tidak sedang dalam posisi yang mengancam jiwa seperti yang anda kira pemirsah, dia sibuk memasukan daftar belanjaan dalam troley olshop oren.


Betty merasa jengah dengan kelakuan anak jadi jadiannya. Ia membiarkannya karena menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedoknya. Betty sudah mengantongi hasil tes DNA, dia berharap secepatnya bersatu dengan anak kandungnya yang asli.


Keesokan hari, Brian sudah siap dengan stelan jas nya. Dia sangat antusias dengan moment pagi ini. Dia berharap hari ini berjalan lancar, tidak ada drama ataupun iklan yang lewat tanpa permisi. Brian ingin segera memiliki Chelsea seutuhnya, selalu ada disampingnya, menemani hari harinya sampai maut memisahkan.


"Sayang... sudah siap belum? nanti keburu penuh" dengan gelisah Brian berjalan mondar mandir didepan pintu kamar Chelsea.


Sosok tinggi semampai berbalut gaun putih span berdada rendah model V panjang gaun semata kaki dengan belahan se paha, rambut panjangnya yang dikepang setengah dihiasi asesoris bunga putih yang melilit tiap kepangan, membuat mata Brian tak mampu berkedip. Dia takut saat berkedip bidadari didepannya ini menghilang begitu saja.


"Dady, say something, please" Alexa menggoda.

__ADS_1


"Kita langsung ke kamar aja yuk"


"DADY...."


"Kalian gimana sih, Chelsea didandanin kek gini, kalo dia dilirik banyak orang gimana? kalo ditarik para hidung belang, nasib dady ga kalian pikirin?belum lagi para calon pengantin pria, tiba tiba pindah haluan kan bisa runyam. Gabisa gabisa, Chelsea cuma milik dady, orang lain gaboleh lirik apa lagi nyentuh punya dady"


"Yakin mo disimpen aja di kamar? gabisa di apa apain loh" goda Mama Carol.


"e..tapi..ini.."


"udah sana, kelamaan. Ntar keburu penuh, yuk" ajak sang mama seraya menarik Chelsea. Mereka menggunakan 2 mobil berbeda, dimana Chelsea satu mobil dengan mama, dan Brian bersama Alexa.

__ADS_1


Mama ingin membersamai Chelsea untuk memberikan beberapa petuah dan meminta pengertian pada calon mantu nya ini.


__ADS_2