
Siang itu Chelsea telah selesai dengan pekerjaannya. Hanya pekerjaan balancing, dan itu tak membutuhkan banyak tenaga, tak membuatnya merasa tertantang.
Waktu makan siang hampir tiba, pesan pendek yang dikirimkan kekasihnya membuat mood nya turun.
Brian ada meeting dadakan siang ini, jadi dia tak bisa menemani kekasihnya makan siang.
Mobil derek yang dikendarai Dodot masuk membawa mobil seharga 3M.
brak
Dodot membanting pintu mobil derek lalu berlari ke arah toilet sembari berteriak
"Bagian lo tuh"
"Buset tu orang, nimbun sampah berapa lama tuh di perut" Chelsea mengapit hidungnya kala Dodot berlari melewatinya.
__ADS_1
"Santapan siang nih" Chelsea menggosok gosokkan kedua telapak tangannya kala melihat korban derekan Dodot yang mana adalah Tesla model S. Lalu keluarlah sang empunya dari dalam mobil derek yang ikut serta dengan Dodot.
"Dia..." lirihnya kala melihat si empunya. Tampak tak asing baginya, tatapan nya itu... ha... Alexa, ya dia adalah teman menyebalkan Alexa, tebaknya.
"Ada yang bisa saya bantu?" berusaha ramah namun senyum enggan terbit di wajahnya.
Namun tampaknya, sikap cuek, judes dan galak adalah tipe nya. Selama ini dia tak aneh dengan tatapan memuja kaum hawa yang spontan saat pertama melihatnya, namun berbeda dengan wanita satu ini. Meski usianya lebih matang dari dirinya, tak menyurutkan rasa suka padanya. Dia pikir, wanita yang usianya lebih matang akan lebih berpengalaman dalam mengerti akan kebutuhan laki laki. Yup, dia memang laki laki brengsek yang memanfaatkan para pemujanya, bahkan ada yang rela membayarnya agar mau melakukan cinta satu malam.
"Ya, seperti yang kau lihat, mobilku bermasalah. Aku harap kamu mau memberitahuku apa masalahnya" Laki laki itu duduk diatas kap mobilnya sambil bersidekap.
"Apa terakhir kali kau menerobos banjir?" tebaknya.
"Iya, tadi malam, kau ingat semalaman hujan deras?" jawabnya membenarkan pertanyaan si wanita tangguh.
"Lalu apa kau tak ingat kalau ini mobil listrik saat menerobosnya? ck.., ternyata orang kaya juga bisa bego, dah tau mobil listrik, nekat nerobos banjir. Angus kan jadinya" pertanyaannya disusul dengan gumaman sarkas yang sedikitnya masih bisa didengar oleh Andrew yang terlihat stuck to the ground. Memang dia salah, memang dia bego, dia sadar kalau mobil yang dia kendarai berjenis mobil listrik, namun dia ingin menguji ketangguhan mobil mahalnya. Masa mobil dengan harga fantastis ga bisa ngalahin air? batinnya saat itu.
__ADS_1
"Butuh waktu yang agak lama bagi kami agar bisa mendapatkan baterainya. Bengkel kami tidak ready stok untuk baterai mobil listrik. Kalo baterai abese banyak"
"Berapa lama?"
"Paling cepet seminggu"
"Oke, sebulan pun ga masalah, jadi aku bisa sering negokin kamu kesini, aku bisa pake Jaguar untuk sementara"
Chelsea hanya mengedikkan bahu lalu menutup kap mobil.
"Kamu... ada waktu? ini jam makan siang loh, gimana kalo kita makan bareng? kebetulan aku juga belum makan siang"
"Maaf bang, tapi bos udah pesenin nasi kotak, mubazir kalo ga dimakan. Lagian... kita ga sedekat itu buat panggil aku-kamu" Chelsea langsung berbalik namun tangannya di tangkap.
" Aku penasaran dengan ini..." Andrew memiringkan kepalanya, penasaran dengan tatto di leher Chelsea yang sedari tadi mengusik penglihatannya, mencoba untuk menyentuhnya, namun tangannya langsung ditepis Chelsea yang kemudian mendorongnya menjauh. Sayang, dari arah gerbang bengkel tampak punggung seorang gadis yang ia kenal berbalik dan menjauh pergi.
__ADS_1
"Sialan" desisnya.