
HAI HAIII KETEMU LAGI SAMA SI MONTIR JAHIL. MOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITA BARU YA...
JANGAN MALU MALU BUAT KOMEN BEIBZ, SIAPA TAU ADA YANG HARUS AKU PERBAIKI👌🏻
HAPPY READIIIING....😆
Chelsea sangat bahagia mendapat kabar jika Alexa tengah hamil anak ke dua setelah menunda selama 6 tahun.
Dia terbang ke negara S tempat Alexa dan Elroy menetap. Kehamilannya yang menginjak usia 5 minggu menginginkan kehadiran Chelsea dan anaknya, Axel, yang dititipkan pada Chelsea karena sekolahnya yang tanggung telah didaftarkan sama dengan Shelly. Berhubung hari ini adalah awal liburan tengah semester, maka Chelsea mengajak Axel ke negara S untuk menemui mamanya Axel.
Sebenarnya ini perjalanannya yang pertama tanpa mendapat ijin dari suami tercinta, karena Brian tengah melakukan perjalanan pula ke Timur Tengah untuk meninjau lokasi proyeknya yang baru. Rencananya Brian akan pulang seminggu lagi. Chelsea tak berani menahannya atau melarangnya berlama lama meninggalkannya. Nasib para karyawan menjadi taruhannya jika dia menuruti ego nya.
Selain itu, pada saat Chelsea mencoba menghubunginya, ponsel Brian sedang diluar jangkauan. Itu kata suara wanita sialan yang berulangkali menjawab panggilannya. Dan pada saat itu pula Alexa tengah meraung raung di telpon kepada anaknya agar segera datang.
Seandainya Chelsea punya kendaraan persis seperti yang aladin miliki, tak perlu berlama lama menunggu untuk bisa segera sampai di tujuan.
Chelsea dijemput langsung oleh Elroy di bandara. Wajahnya kusut, rambut acak acakan, semburat lelah terpancar jelas.
"Kakak, tolong aku" pinta Elroy memelas dan langsung memeluk Chelsea setengah bersandar padanya. Membuat Chelsea kewalahan untuk berdiri tegak.
"Hei El. Ada apa? kau tak ingin menyapa anakmu dulu?"
"Hei boy" singkat Elroy yang sedang tak mood untuk menyapa yang lain selain kakak tangguhnya.
"Dady ga boleh peluk peluk momy iih, lepaas.. nanti dimarahin dady bear tau rasa loooh" sikap Axel yang posesif terhadap Chelsea menambah daftar jajaran laki laki pemilik hati Chelsea. Terkadang Brian dan Axel berebut Chelsea dengan sengit. Keduanya tak mau mengalah kala malam menjelang. Masing masing ingin tidur berdua dengan Chelsea. Hanya berdua. Belum lagi jika Harvey sedang liburan semesteran, sudah pasti dia akan menempel terus padanya.
Sampai di rumah, Chelsea langsung disergap Alexa, pun dengan Axel. Keduanya tak luput dari ciuman basah Alexa di pipi kiri dan kanan.
"Mama ih jorook hihihi...." Axel terkikik geli saat Alexa terus meghujaninya dengan ciuman ke seluruh wajahnya. Namun kala Elroy mendekatinya, Alexa segera mengangkat sebelah tangannya dan sebelah lagi ia gunakan untuk menutup mulutnya yang terlihat hendak muntah.
pppfftt
Chelsea menahan tawanya kala tau jika Alexa sedang anti-Elroy di kehamilan ke duanya ini.
__ADS_1
"Kak.. gimana ini. Tolongin dooong" El bersungut sambil mengguncang guncang lengan Chelsea.
"Iya iya sabar. Lagian cuma trimester pertama kok" Chelsea mencoba menenangkan.
"Kelamaan ih kak 3 bulan. Aku ga bisa tidur kalo gak meluk Lexa"
"Ya ampun keluar bucinnya"
Dan seharian itu Alexa benar benar menempel pada Chelsea. Ingin makan masakan Chelsea, sambil menciumi pipi gembul Axel. Waktu tidur pun Alexa terlihat nyaman dan tenang kala mendusel pada tubuh Chelsea. Namun Chelsea harus berkorban memakai pakaian yang sama selama seharian itu.
"Halo, bear. Kamu dah nyampe?"
"Udah sayang. Baru nyampe hotel. Gimana Lexa kabarnya?"
"Lexa baik baik aja. Selama deket aku. Tapi..."
"Kenapa? apa ada masalah?"
"Kenapa? apa aku harus kesana sekarang?" Chelsea tergelak dengan tindakan super siaga dari lelaki belahan jiwanya ini. Waktu sudah menunjukan pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Namun kebiasaan mereka kala berjauhan adalah tertidur sambil melakukan video call.
"Ga usah dady bear ku sayang. Yang bermasalah itu El adik ku. Alexa sedang anti-El. Dia akan mual kala didekati El. Jadi inget kamu sama Siska. Untung Shelly gak mirip dia. Amit amiiiiiit jabang bayi kalo sampe mirip"
Mereka tergelak bersama dan membicarakan banyak hal hingga masing masing terlelap tidur.
"Sayang, kamu dimana?" Brian berada dalam ruangan kosong nan gelap.
"Aku disini Bear. Disini gelap. Jemput aku, bear"
Mereka berada dekat namun tidak saling menyadari.
"Bear.. bear...BEAR..." Chelsea langsung terduduk bangun dari tidurnya. Mimpi barusan terasa sangat nyata.
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi waktu setempat. Alexa sengaja tak membangunkannya karena sang momy pasti begadang vidcal-an sm dady nya. Dia sangat hafal dengan watak pasangan idolanya. Dia pun berharap mempunyai kehidupan yang sama romantisnya dengan orang tuanya. Namun entah kenapa dikehamilan ke duanya ini mereka diuji harus berjauhan, meski masih satu rumah.
__ADS_1
"Momy, you're awake. Here's your late breakfast"
"Honey, berapa lama perjalanan dari sini ke negara T?" Chelsea bertanya sambil mengunyah roti lapis, sarapannya yang tertunda lalu menyeruput susu yang dihangatkan kembali oleh Alexa.
"Why?" Alexa lantas mengutak atik ponselnya.
"Kurang lebih 11 jam. Wait, momy ga ada niat buat nyusul dady kan?"
"You think?"
"No, momy. Please don't go. Dady's fine. Momy inget ga waktu nyusul dady dan berakhir palanya di perban? Lexa ga mau kejadian apa apa lagi sama momy. Stop bucin for a while. Okay"
"Tapi.."
"Sshhh... Lexa ga mau denger. Dan Lexa ga ngijinin"
"Lex..."
"Ssh.."
"Please.."
"ssh.."
Alexa benar benar gak ngasih kelonggaran sedikitpun, dari pada momy nya kenapa kenapa?
Mata Chelsea tiba tiba berkaca kaca, bibirnya bergetar.
"Mom-"
"Momy tuh gak bisa diginiin" suaranya tercekat, lalu serbet yang tersampir cantik jadi korban bantingan Chelsea ke atas meja. Chelsea berlari ke kamar seraya menangis tersedu.
"Mom... ya ampun, perasaan yang hamil kan gue, napa yang sensinya momy? gak mungkin hamil juga kan? hah? ga.. ga mungkin Lexa punya adek lagi, nanti semua disuruh ngumpul sm momy. Anak anak Lexa.. Lexa yang ngeden, momy yang punya hak paten. Gawat... MOMYYY...JANGAN HAMIL LAGI YAA..."
__ADS_1