Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#99. Di Pecat


__ADS_3

Brian menjemput Chelsea di bengkel. Pertemuan itu dijadwalkan pukul 9 pagi. Harvey memutuskan untuk ikut, dia ingin menjelaskan pada semua orang awal mula pertengkaran itu terjadi antara dia dan Hendri.


"Kamu ga genti baju, sayang?" tanya Brian yang terheran istrinya masih memakai out fit bengkel dengan rambut panjang diikat tinggi, menampilkan leher jenjangnya yang putih dengan beberapa helai rambut nakal menjuntai menari nari disekitar lehernya. Jangan lupa tatto paw kucing itu yang menambah kadar keseksiannya di mata Brian.


"Tiger, masuk mobil duluan. Dan tutup matamu" perintah Chelsea tak tahan jika tak menggoda suaminya. Harvey menurut sambil memutar bola matanya malas.


Kedua tangan Chelsea bertengger di bahu kokoh suaminya, lalu berkata dengan lembut. "Aku cuma ingin tampil dengan apa yang suamiku sukai" sedikit berbisik di telinga Brian. Tentu saja Brian bergetar. Apalagi saat Chelsea mengecup cuping telinganya.


"Kamu.... seandainya kita gak lagi ditunggu pihak sekolah, aku akan menghabisimu saat ini juga" kesal Brian yang tak berkutik kala dirinya sudah terpancing. Resiko punya istri nakal ya gini. Untungnya cuma nakal sama dia.


Chelsea tergelak, merasa puas sudah menggoda suaminya. Merekapun akhirnya berangkat menuju sekolah Harvey. Karena mulai hari ini adalah hari libur kenaikan, maka sekolah itu tampak sepi. Hanya beberapa mobil mewah yang bertengger di parkiran.


Selama di perjalanan, sebelah tangan Brian dan Chelsea saling bertaut. Harvey jengah dengan pemandangan di depannya.


"Momy ga akan ilang kali dad, dipegangin mulu" sindir Harvey.


"Kata siapa? momy mu itu banyak yang ngincer. Lengah dikit aja pasti disamber orang. Lagian suka suka dady. Momy kan milik dady" Brian lantas mendekap sebelah tangan Chelsea di dadanya, sesekali mengecupnya.


"Ck, dady mah gitu. Sama anak sendiri ngerasa kesaingin" keluhnya.


"Bodo amat" balas Brian yang ditertawakan Chelsea.


Brian memarkirkan Rubicon nya disebelah Tesla hitam. Tentu saja milik pendiri yayasan, Bu Nirmala. Si janda ganjen yang selalu tebar pesona pada para pemegang saham. Tak terkecuali suaminya.


"Selamat datang Bapak Brian, bagai mana kabar-"

__ADS_1


EKHEM


Deheman keras Chelsea menghentikan aksi cipika cipiki si janda ganjen itu. Meski terlihat Brian hendak menghindar, tapi sosorannya sedikit memaksa.


"Maaf bu, saya juga pernah janda, tapi ga pernah murahan" sarkasnya, membuat Nirmala merasa kesal sekaligus salah tingkah, karena orang tua Hendri juga ada disana, menonton pertunjukkan itu.


"Maaf, kebiasaan. Anda dengaan...." "Chelsea, momy nya Harvey. Saya harap anda tak keberatan saya berpenampilan seperti ini"


Semua orang memang memperhatikannya sedari tadi, penampilan wanita tangguh. Dengan out fit bengkel, dimana bagian celananya di gulung hingga mata kaki. Lalu mengenakan sepatu mid-cut hiking andalannya, yang memudahkannya menendang bokong orang orang gak tau diri. Entah kenapa auranya terlihat garang, namun seksi dengan gaya rambut yang diikat tinggi menampilkan leher jenjangnya itu. Brian merasa teganggu dengan tatapan liar para jalu di tempat itu. Dia pikir Chelsea terlihat seksi hanya bagi dirinya. Ternyata orang lain juga menilai seperti itu. Padahal pakaian bengkel itu menutupi hampir seluruh tubuhnya. Bahkan tonjolan tonjolan pun tak tercetak jelas. Ingatkan dia untuk membakar baju sialan itu saat di rumah nanti.


"Oh.. ya tidak apa apa bu. Senyamannya saja. Silahkan duduk" Mereka pun duduk di sofa yang bersebrangan dengan keluarga Hendri.


"Jadi begini ya, Pak Brian. Orang tua Hendri ini tidak terima dengan perlakuan Harvey yang jauh lebih muda darinya, dan masalahnya... maaf ya bu Chelsea, anda membiarkannya, tak berusaha melerainya, jadi-"


"Dia bilang-"


"Dia bilang 'kenalin momy nya sama bokap gue, biar dikelonin bokap gue' apa dia bilang bagian itu?" Chelsea menirukan gaya bicara Hendri.


"Apa?" ibu nya Hendri kaget dengan informasi itu.


"Anda jangan mengada ada ya, jeng"


"Begini, sebenarnya saya ingin tahu awal mula permasalahan antara anak saya Harvey dan Hendri. Setau saya, anak saya ini selain hanya pergi dan pulang dari sekolah, selalu menghabiskan waktunya untuk belajar dan pergi ke bengkel menemani ibu nya. Tidak ada sedikitpun celah baginya untuk melakukan kenakalan remaja. Bahkan kumpul kumpul dengan teman temannya pun tidak pernah terdengar."


Brian menengahi, tak mau istrinya ditekan oleh siapapun, meski kenyataannya dia mampu.

__ADS_1


"Dia suka ngejekin momy, gara gara galery Harvey foto momy semua. Harvey ga terima kalo momy diejekin" Harvey membuka suara. Dia ingin meluruskan masalah ini.


"Hanya karena itu?" tanya Chelsea.


"Maaf, tapi tolong anda buka galery ponsel anak anda itu" perintah, bukan permintaan ijin.


"Buka, sekarang juga" Chelsea juga lantas membuka galery foto milik anaknya yang memang didomonasi oleh dirinya.


"T tapi..."Hendri tergagap.


"Kenapa? apa yang memalukan dari menyimpan foto orang tuanya sendiri? Apa foto orang tuamu ada di dalam sana? apa foto ibumu ada di dalam sana? atau foto ibu orang lain yang kamu simpan?" sindirnya, membuat ibu nya Hendri segera mengambil ponselnya dan membuka galery nya. Mulutnya menganga, kala melihat puluhan bahkan mungkin ratusan foto porno yang tersimpan dalam ponsel itu. Dan yang lebih mengejutkan adalah, foto Nirmala yang tengah memakai seprei yang dililitkan di tubuhnya sambil berbaring cantik ala ala model majalah porno.


"I.. ini.. kamu..." lalu dia kembali menggulir foto itu, terdapat foto suaminya yang tengah bercumbu dengannya, foto itu diambil dari kejauhan, namun dari segi postur dia mengetahui siapa pemilik postur itu.


"KALIAN...."


plakkk


Ibu nya Hendri memukuli suaminya lalu mengamuk membanting apa yang ada di kantor itu. Melemparnya pada ketiga orang bejat, membuat mereka setidaknya mendapat beberapa goresan luka.


"BRENGSEK, KALIAN SEMUA BRENGSEK. DAN KAMU ANTON, BISA BISANYA KAMU SEBEJAT INI, SETELAH APA YANG AKU LAKUKAN DAN BERIKAN SAMA KAMU SELAMA INI. INGAT ANTON, KAMU ADA DI POSISI SAMPAI SEPERTI INI BERKAT SOKONGAN KEKAYAAN KELUARGAKU. DASAR GAK TAU DI UNTUNG. MULAI SEKARANG, AKU GAK PEDULI LAGI SAMA KALIAN. JANGAN PERNAH PULANG KE RUMAHKU LAGI" wanita itu langsung keluar dari ruangan dengan membanting pintu.


Chelsea, Brian, dan Harvey kompak melipat kedua tangannya di dada. Menikmati pertunjukan gratis yang tak mereka duga. Chelsea tadinya menyebut foto porno hanya menggertak, siapa tau foto seperti itu memang ada. Tugas nya lebih ringan bukan?


"Nyonya Nirmala, saya tak menyangka ternyata anda sanggup berbuat bejat seperti itu. Meski anda adalah pendiri yayasan, namun nama anda bisa kami para pemegang saham coret dari susunan struktur pengurus yayasan. Maaf, tapi saya akan menyampaikan ini pada pemilik saham lain dan melakukan tindakan pemecatan secara tidak hormat. Permisi" Brian diam diam memindahkan file yang berisi aib Nirmala kala istrinya Anton tengah mengamuk. Dan ini akan dia jadikan bukti untuk memecatnya.

__ADS_1


__ADS_2