Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
Aku sudah mati bagimu


__ADS_3

Chelsea merasa hopeless. Akhirnya memutuskan mendatangi kantor Brian.


Seperti biasa, kedatangannya lebih menakutkan dibandingkan tim audit dan Presiden Direktur.


"Dewi, panggilkan bos mu" perintahnya pada sang sekertaris.


"Tapi, bapak sudah berangkat bu"


"Apa? kemana?"


"Ke Puncak bu. Katanya ada meeting penting selama beberapa hari disana"


"Lalu?"


"A ah.. i iya bu, akan segera saya sambungkan" Dewi gelagapan. Mengerti dengan keinginan istri mengerikan bosnya ini.


"Ha halo pak. Ada nyonya disini"


"....."


"T tapi pak-"


"....."


"B baik"


"Maaf bu. K katanya meeting beliau tidak mau diganggu siapapun"


"APA?" jeng jeeeng... canda, Chelsea gak mungkin kek gitu lah ya. Othornya aja yang pen lebay.


"Dimana lokasinya?" inilah yang ditakuti para karyawan dan dewan direksi kala Chelsea sudah nekat mengunjungi seseorang yang kinerjanya terdapati ada kecurangan.


"D di Resort CB Kawasan Puncak bu"


Bagi orang awam, Resort itu adalah resort komersil yang paling dicari. Namun baginya, tempat itu adalah tempat bersejarah nya memulai hidupnya bersama beruang lucunya.


Tanpa berkata kata lagi dia segera meninggalkan kantor yang disusul helaan nafas panjang dari para karyawan yang dia lewati.


"Matilah bos Brian" gumam Dewi merasa prihatin dengan nasib bosnya.

__ADS_1


Chelsea berkendara kesana menggunakan Wilis yang dia temukan di hutan Bangladesh.


Ya, Brian membelinya pada pihak pemerintah setempat. Dia tak mau kendaraan ini terdeteksi sebagai kendaraan curian. Tentu saja dia melakukannya selain karena hobi, juga karena humvee yang dia berikan pada Chelsea sudah tak berbentuk karena ulah anak anaknya.


Chelsea tiba di resort yang tampak ramai dengan tawa dan canda orang orang yang sepertinya sedang mengadakan pesta.


Pesta?


Bikini?


Meeting apaan kalo tampilannya kek -


"Wait.. meeting? awas aja kamu bear kalo coba macem macem" Chelsea segera merangsek masuk ke dalam resort yang kebanyakan adalah pasangan bule dengan mengenakan mini suit.


"Kalo ketemu kamu lagi apa apa. Aku pastiin kamu ga bisa jalan lagi" gerutunya sambil mencari keberadaan beruang lucu yang sebentar lagi akan bertransformasi jadi beruang jalanan.


"Helo lady, apa kamu tersesat?" tanya seduktif salah satu pengunjung pesta.


"Go away" jawab Chelsea tak peduli yang terus melangkahkan kakinya ke lantai 2.


"Hei, cewek galak huh. Aku suka tipe ini. Tipe yang sangat bersemangat dan.. liar" langkahnya mengikuti langkah Chelsea.


Sorot tajam Chelsea berubah sayu. Seringai tipis nan menggodanya terpampang di wajah blasterannya.


Jari jemari Chelsea bergerak ke arah pundak si lelaki, lalu dia membisikan sesuatu.


"Benarkah?" hembusan nafasnya menggelitik si penggoda.


glek


"Tentu saja sayang. Anything for you" balasnya berbisik"


dugg


"Selamatkan dirimu terlebih dahulu" Chelsea menyikut inu nya dengan lutut, membuat si empunya membuka mulut menahan sakit yang teramat sangat.


"Masa depan gue" lirihnya bersuara serak dan tercekat.


Chelsea melanjutkan langkahnya mencari sasaran utamanya, dan akan membuat perhitungan dengannya.

__ADS_1


Akhirnya dia menemukannya. Terlihat sedang asik mengobrol dengan wanita berpenampilan seksi elegan.


"Jadi ini yang dinamakan rapat? selanjutnya apa? berakhir di ranjang?"


"Apa pedulimu?" jawab Brian dingin.


"Bukankah kamu tengah sibuk meratapi cinta pertamamu?" Brian menggoyang goyangkan cairan merah yang ada di gelas kristalnya. Lalu terlihat lawan bicara Brian menggeser duduknya mendekat, dan tangan lentik sialannya menyentuh paha kekarnya. Uhh Chelsea tak tahan melihat pemandangan seperti ini. Dia lantas melangkah mantap menaiki meja kaca dan berdiri diatas sofa yang Brian duduki, mengangkangi tubuh Brian yang masih nyaman bertengger tanpa mengalihkan pandangannya dari gelas yang ia genggam. Sebelah kaki Chelsea ia gunakan untuk menyingkirkan tangan iblis yang merayap di paha kekar milik suaminya. Matanya menyorot tajam pada sang wanita, membuat nyalinya ciut dan menjauh. Diyakini bahwa sebentar lagi akan ada badai prahara rumah tangga. Semua orang menonton aksinya.


Saat ini Chelsea tengah mengenakan rok span se paha. Sepatu boots heel nya menghiasi kaki jenjangnya. Lalu sebelah kaki indah itu ia angkat untuk memijak dada Brian yang masih bersikap dingin padanya.


"Bunuh aku kalo kamu ingin bersenang senang dengan wanita lain. Atau kamu akan menyesal seumur hidupmu" ancam Chelsea sambil menunduk dan lengannya bertumpu pada kaki yang menginjak dada Brian.


"cih..." Brian berdecih, lalu tertawa berat.


Sorot matanya berubah tajam menatap manik coklat milik Chelsea. Dia tak peduli dengan pemandangan menggugah imank didepan matanya.


"Lakukan semaumu. Toh aku sudah mati bagimu" jawab santai Brian masih menatap tajam Chelsea.


Pijakan Chelsea melonggar, perlahan menegakkan tubuhnya. Tak percaya dengan apa yang disampaikan beruang lucunya. Sedalam itukan dia menorehkan luka padanya? hingga merasa dirinya tak penting lagi bagi Chelsea?


Brian menggunakan kesempatan lengah Chelsea untuk menarik dan membantingnya di sofa empuk itu, lalu menindihnya.


"Happy Annyversary, my love" Brian langsung menciumnya membabi buta. Chelsea yang terkejut dengan ungkapan Brian dan perlakuannya pun melingkarkan kaki rampingnya ke pinggang Brian, menyambut ******* nya. Brian bangkit sambil menggendong Chelsea bak koala, membawanya ke kamar yang tak jauh dari sofa. Pagutannya tak ia lepaskan. Sungguh ia sangat merindukan keintiman dengan istri liarnya ini.


Para pengunjung bayaran yang menonton merekapun meletupkan confetti dan bersorak sorai dengan keintiman mereka.


Brian dan Chelsea benar benar saling melepaskan kerinduan satu sama lain di dalam sana.


Brian memang memindahkan sekolah Shelly dan Axel ke negara S atas permintaan Alexa yang ingin dekat dengan kedua anak kembar dadakan itu.


Shelly dan Axel yang usianya hanya terpaut 1 tahun tak membuat keduanya terlihat berbeda usia. Bahkan wajahnya terbilang mirip. Mungkin Alexa sangat mengidolakan Chelsea sehingga Axel terlihat lebih mirip dengan Chelsea dibanding Alexa. Itulah yang mengakibatkan pihak sekolah menganggap mereka saudara kembar jika tak melihat akte kelahiran keduanya.


Brian memberikan Chelsea waktu untuk tersadar dari mimpi buruknya. Dia teringat jika keesokan hari adalah hari jadi pernikahannya yang ke 25 tahun. Pernikahan perak. Brian ingin mempersembahkan sesuatu yang spesial pada Chelsea. Namun melihat kondisi Chelsea yang tak kunjung bangkit dari keterpurukannya membuatnya tak bersemangat. Namun Brian tak menyerah. Terlebih saat ia mendapat kabar dari sang art jika Chelsea mulai menanyakannya dan mencarinya.


Brian mulai menyusun rencana dadakan dengan membuat pesta kecil bernuansa eksotis di resort, hadiahnya untuk Chelsea.


Dia bahkan mengundang relasinya dan saudara jauhnya untuk melakukan sedikit drama.


"I miss you, honey. I miss you so much" bisik Brian di telinga Chelsea. Mereka bergelung dalam selimut dan berpelukan setelah saling melepas rasa rindu yang membuncah.

__ADS_1


"Maafkan aku, bear. Kejadian itu membuatku shock. Dan aku gak sadar mengabaikan kalian. Aku benar benar menyesal" Chelsea menitikan air matanya. Ia kira ia kehilangan segalanya karena sikapnya. Namun ternyata Brian dengan sabar menghadapinya.


__ADS_2