
"Hei anak mami, kenalin maminya sama bokap gue, biar bokap gue yang kelonin"
sreet
Harvey sontak merangsek maju dan mencengkeram kerah anak songong itu. Chelsea hanya melipat kedua tangannya di dada, kepalanya sedikit mendongak.
"Ngomong sekali lagi gua sumpal mulut lo pake batu asahan" ancam Harvey.
"Hei nak, apa yang kau lakukan?" seru seorang laki laki yang datang dari arah belakang.
"Ada apa ini?" lanjutnya bertanya, lalu melirik pada Chelsea.
"Bukan apa apa, anak ku hanya menanggapi candaannya" jawab Chelsea tenang.
"Bisa kau lepaskan tanganmu dari anakku?" perintah laki laki itu yang kemudian mencengkeram pergelangan tangan Harvey.
Namun Chelsea balik mencengkeram pergelangan tangannya.
"Biarkan mereka selesaikan urusan mereka. Kalau kau merasa punya masalah, katakan padaku" sergah Chelsea, seraya membuka kaca mata nya dengan elegan.
Laki laki itu mengendurkan cengkramannya, lalu melepaskan nya. Begitu juga dengan Chelsea.
"Siapa anda? kenapa anda membiarkan mereka seperti itu?"
"Itu wajar bagi seorang anak yang membela ibunya. Saya hanya ingin lihat kemampuan anakmu yang beraninya hanya keroyokan"
"Tadi katamu, siapa anakku? anak mami? lalu apa kau anak pamanmu? atau anak selingkuhan papamu?" tanya Chelsea pada anak songong itu yang kemudian wajahnya memerah.
"Jaga bicara anda nyonya. Atau-"
"Atau kau akan melaporkanku pada selingkuhanmu yang merupakan pendiri yayasan ini? dan mengancam akan mengeluarkan anakku, begitu?"
"Dari mana ku tahu? tanyakan pada mulut busuk anakmu ini"
"Apa? tidak puas membully anakku setiap hari, hingga harus memanggil kami para orang tuanya, seolah anak kami yang bermasalah? Lalu sekarng anda selaku orang tuanya akan membela kelakuan buruk anakmu dengan melaporkan kami? begitu? Kalau begitu, coba kau tanyakan pada selingkuhanmu, siapa pemegang saham terbesar di yayasan ini? Lalu coba kau tanyakan pada mantan atasanmu siapa Chelsea.
"Ayo sayang, kita pulang. Sayang sekali sekolah elit seperti ini menampung sampah seperti mereka" sarkas Chelsea menarik Harvey.
"Sudah ku peringatkan jangan sampai kau mengenal ibuku. Atau kau akan menyesal" ancam Harvey.
__ADS_1
Chelsea tersenyum miring. Anak manjanya ternyata bisa menjadi laki laki sejati.
Laki laki itu segera melakukan panggilan pada mantan atasannya yang tidak lain adalah Dennis.
Wajahnya menjadi pucat saat Dennis mencak mencak padanya. Dia pernah berpesan agar tak macam macam pada keluarga Mc. Kenzie.
bremmmm
bleyeran humvee mendominasi area parkir sekolah elit itu.
"Apa yang kau lakukan pada anak itu Hendri?"
"Tidak ada pih. Hendri cuma bercanda. Iya gak gengs?"
"Bubar semua. Kalian pulang ke rumah masing masing. Dan kamu, Hendri. Kamu pulang sama papi sekarang juga"
"Yaa papi. Hendri kan masih mau hang out"
"Baik. Silahkan hang out" Dia langsung mengambil dompet dan kunci mobil yang menancap di saku belakang anaknya.
"Pih... papih.... gak lucu pih... masa hang out ga megang duit sih? mana kunci mobil juga di bawa lagi. Papi...."
"Biasa, anak sekolahan. Apa lagi jika tak saling mengejek nama orang tua? Kamu tau, bear?" Chelsea berbicara sembari menempelkan bibirnya di rahang Brian, sehingga tercipta gelitikan gelitikan dan hembusan nafas pada leher Brian, membuat jakunnya naik turun.
"Apa?" suaranya mulai serak. Dia memejamkan matanya, menikmati gerakan seduktif istrinya. Saat seperti inilah waktu deep talk mereka. Mereka akan membahas segala sesuatu seharian itu dengan pikiran tenang. Selalu menemukan solusi dengan komunikasi yang berkualitas.
"Semasa aku sekolah, aku mengalami hal yang sama, bedanya adalah tak ada nama orang tua yang bisa mereka ejek, namun itu menambah kepuasan bagi mereka. Karena aku tidak memiliki orang tua" Brian menunduk. Merasa prihatin dengan masa kecil istrinya.
"Lalu apa yang kamu lakukan saat itu, sayang?" dia lalu mengecup hidung mancung istrinya.
"Aku menyumpahi mereka memiliki nasib yang sama sepertiku" Chelsea tergelak. Terdengar mengerikan.
"Apa kau serius?" tanya Brian tak percaya.
"Tentu saja tidak. Tapi aku sempat terfikir seperti itu. Akhirnya aku hanya melewati mereka. Hingga beberapa kali mereka mengusikku, ingin merasa puas melihat ku menangis karena ejekannya. Tapi..."
"Tapi?"
"Aku memukul salah satu dari mereka" Chelsea tertawa lagi.
__ADS_1
"Wanita barbar-ku memang menggemaskan" Brian mengecup bibir Chelsea yang tengah tertawa, lalu menjadi ciuman dalam.
plok
Chelsea melepas pagutan itu.
"Dari mana kamu tau kalo ada masalah di sekolah Harvey? apa dia mengadu padamu?"
"Bukan. Tapi pendiri yayasan yang mendatangiku di kantor. hhh..." Brian memijit pangkal hidungnya.
"Seandainya kamu liat penampilannya, sayang"
"Kenapa dengan penampilannya?" Chelsea menelusupkan tangannya ke balik kaos tidur Brian, bergerak naik turun.
"Aku lebih baik melihatmu memakai pakaian bengkel, dari pada melihat wanita itu memakai pakaian yang memperlihatkan sebagian tubuhnya. Sangat menjijikan"
Tangan Chelsea bergerak kebagian bawah tubuh suaminya.
"Oh ya?" lalu meremat pusaka Brian yang membuatnya menggigit bibirnya.
"Lalu?" Chelsea terus bertanya sembari menggodanya.
"Sayang, aku gak bisa konsentrasi ahh..." tangan Chelsea berhenti bergerak. Brian terkesiap.
"Kenapa berhenti?" tanyanya yang kemudian menuntun kembali tangan Chelsea masuk ke dalam kain penutup bawahnya. Tapi Chelsea menarik tangannya.
"Katanya gak bisa konsentrasi. Ayo ngomong" Chelsea merajuk. Pura pura tepatnya. Dia sangat menyukai menggoda suaminya seperti ini.
"Ita sayang, iya. Sambil ngomong ya. Yuk lanjutin. Kesian nih kedinginan" Brian kembali menempatkan tangan Chelsea pada pusakanya.
"Teruuuus....hhhh.... aah sayang jangan dulu kenceng kenceng, ih nanti keburu keluar. Terus dia minta aku dateng buat mediasi. Ibunya merasa anaknya direndahkan, ahhhh..." Chelsea terus memainkan tangannya pada pusakanya, dia suka melihat ekspresi suaminya pada saat seperti ini. Bagaikan rusa yang tak berdaya di hadapan macan. Rrrrrrw......
"Oke. Besok kita datang berdua. cup. Good night" Chelsea mengecup sekilas bibir Brian lalu memunggunginya dan mematikan lampu tidur.
"Yank... Sayang.... gimana ini.... kamu... dasar tukang jail. Sini kamu, kamu harus dihukum karena udah jadi anak nakal" Chelsea memekik kala Brian membalikkan badannya lalu menghujamkan pusakanya, sambil menciumnya membabi buta. Mereka selalu sepanas itu setiap malam. Yang menjaga keutuhan rumah tangga mereka.
PANAAAAAS😖
RAMAIKAN KOMEN BEIBZ
__ADS_1