Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#68. Tidak akan Mengalah


__ADS_3

Brian sudah diperbolehkan untuk pulang. Selama dia tidak terus terusan muntah, maka dia tidak akan kekurangan cairan. Benar kata Brian, cuma Chelsea obat mujarab bagi Brian.


Sepanjang perjalanan didalam mobil, Brian selalu menempel dan menyerukkan kepalanya di ceruk leher Chelsea. Menghirup aroma menenangkan dari tubuh istrinya. Seperti narkoba, memabukkan, membius, dan mencandu.


Chelsea tak merasa risih sedikitpun. Dia melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Brian. Membuatnya merasa semakin nyaman.


"Bear... bear... bangun... udah sampai nih" Chelsea menusuk nusuk pipi kesayangannya dengan telunjuk, namun dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Bentar lagi sayang, aku kangen meluk kamu" jawab melas Brian dengan suara serak dan berat.


"Kangen kangenannya di kamar aja" Bisik Chelsea menggoda. Seketika mata Brian terbuka lebar.


"Bener juga" Brian lansung membuka pintu dan keluar, melangkah memutari mobil dan membukakan pintu untuk istri tercinta. Dia langsung membopong tubuh istrinya tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Chelsea tergelak dengan tingkah menggemaskan Brian. Merangkul leher dan mengecup pelipis dan pipinya. Terakhir Brian memintanya mencium bibirnya.


Dia menaiki titian tangga depan mansionnya tanpa beban, mengacuhkan dan melewati begitu saja Mama dan anak sulungnya.


"DADY...." teriak Lexa.


"Momy mu lelah, sayang"


"GRANNYYY.... dady mah gitu kalo udah sama momy suka nyuekin Lexa" adu Lexa pada Carol yang membuatnya tersenyum lebar.


"Ga papa, mereka mau kangen kangenan. Hampir 2 minggu ga ketemu serasa 2 abad pasti tuh. Udah, yuk kita siapin makan malem.

__ADS_1


Mama Carol dan Alexa kini mulai terbiasa menyiapkan makan tanpa memerintah asisten. Kecuali untuk membantu mengupas dan memotong serta mencuci bahan.


Kehadiran Chelsea di keluarga mereka membawa perubahan positiff. Apalagi kini mereka mengetahui jika Chelsea adalah anak kandung sahabat Carol yang sudah lama hilang karena diculik.


Tinggal selangkah lagi untuk membuktikan dalang penculikan dan siapa pendukungnya.


Brian benar benar tak melepas Chelsea dalam pelukannya. Dia terus menempel dan memeluknya dari belakang. Membuat sebelah tangan Chelsea kesemutan karena berada di posisi yang sama selama 1 jam ini. Chelsea mulai bosan, dia menghembuskan nafas dengan kasar.


"Honey... apa kamu bosan?"


"Udah tau nanya"


"Tapi aku masih mau kayak gini" Brian bersikukuh menyerukkan kepalanya di leher belakang Chelsea yang memabukkan baginya.


"Aku gamau yang lain. Aku maunya kamu sayang"


Chelsea semakin kesal. Kemudian tangannya meremat keris pusaka Brian dengan gemas. "Yakin ga mau?"


"ahhh... sayang... kamu menyiksaku. Aku sedang mati matian menahan diri" Brian menggesek gesekkan keris yang masih terbungkus kain kebelahan bokong Chelsea.


" Kenapa harus ditahan?"


"Bukannya kalo lagi hamil muda ga boleh itu dulu ya?" suaranya serak dan berat. Gerakannya semakin intens. Nafasnya tak teratur.

__ADS_1


"Kata dokter selama tidak kasar dibolehkan kok, sayang" kini suara Chelsea berubah serak. Terlebih tangan Brian yang mulai bergerilya menyelusup dibalik pakaian Chelsea. Meremat satu per satu gundukkan kenyal yang sedikit membesar. Memilin buah cherry yang menambah rangsangan bagi Chelsea. Tangan satunya membuka pengait, lalu sedikit celana keduanya ia turunkan, memberi sedikit akses pusaka agar kembali ke sarangnya yang hangat.


"aaahhhh...." keduanya mendesah kala inti tubuh mereka menyatu tanpa membuka seluruh penutup tubuh mereka. Hanya sedikit celah agar mempersingkat waktu yang telah lama mereka buang. Rasa gelenyar surga dunia kini kembali mereka nikmati. Perlahan, namun terasa sangat luar biasa nikmat. Mereka benar benar menikmati setiap gerakan. Tak mau terburu buru, apa lagi bermain kasar. Ternyata bergerak perlahan terasa sangat berbeda. Entah karena terjeda hampir 2 minggu tak saling mereguk kenikmatan. Yang pasti, rasa itu berada di ubun ubun, siap untuk meledak, tapi tertahan. Erangan dan rintihan tak kuasa tertahan dari setiap gerakan slow motion mereka.


"Sayang... aku ga kuat....aaaahhhh...." Brian sedikit mempercepat tempo, dan meledak, dibarengi dengan Chelsea yang sama sama meledak karena tembakkan si keris.


Brian mengecupi tengkuk Chelsea yang berkeringat. "Terima kasih sayang"


Brian mencabut pusakanya, Chelsea tak rela, namun saat dia berbalik terlentang dia melihat Brian sedang membuka seluruh pakaiannya dan melemparnya sembarang. Lalu perlahan membuka seluruh kain penghalang istrinya dan mengungkungnya di bawahnya.


"Tadi baru hidangan pembuka sayang, apa kau siap dengan hidangan utama?" tanyanya sambil menatap lekat istrinya penuh gairah. Kedua siku nya menopang tubuhnya agar tak membebani perut Chelsea yang telah terisi.


Chelsea menjawab dengan melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Brian dan menariknya, sehingga sang pusaka kembali bersemayam di sarangnya.


"ouuu.. baby... you're so hot. Aku ga bisa jauh dari kamu, aaahhhhh...." Brian kembali bergerak lambat. Menikmati setiap gesekan yang tercipta. Membuat Chelsea kembali menggila. Ingin mempercepat tempo, namun tertahan. Rasanya kepalanya akan meledak menahan gejolak kenikmatan yang mencandu. Kini Chelsea yang menggerakkan pinggulnya naik turun, laku memutar, karena ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Chelsea benar benar gila dibuatnya. Brian tak kuasa menahan sensasi gairah yang membuatnya kembali ingin meledak.


"aaaaahhhh..... Chelseaaa..." Brian meledak, lalu Chelsea segera mengambil alih permainan. Dia memposisikan Brian agar terduduk, lalu Chelsea menduduki nya dan bergerak penuh kehati hatian agar tak melukai janin. Rasanya sudah berada di ujung, hingga "Beearrrrhhhh...." Chelsea menjerit kala berada dipuncak kenikmatan. Brian menciumi seluruh wajah istrinya yang kelelahan. Padahal mereka baru melakukannya sebanyak 2 ronde, dalam waktu yang lebih singkat dari yang pernah mereka lakukan. Biasanya mereka bisa sampai 3 ronde dalam kurun waktu hampir 2 jam, ditambah 2 ronde lagi kala mandi bersama.


"hhhh... I Love you so much, honey... I Won't leave you anymore" ucap Brian terengah, penuh kesungguhan. Ia sungguh menyesal harus berjauhan dengan istrinya. Membuat keduanya tersiksa. Pasti ada jalan lain untuk membuktikan kebohongan Siska.


"I Love you much more, my bear hhhh.... aku ga akan ngalah lagi..."


cup

__ADS_1


Chelsea mencium dalam bibir Brian.


__ADS_2