
"Ma..maaf, kami... pengantin baru, senggaknya kalo kami mati ga kan penasaran sama... bisakah kami lanjutkan?"
"hhh... jangan bikin dia hamil. Hantu wanita hamil lebih nyeremin"
Chelsea lantas menutup kembali pintu itu. Dia beralih ke toilet yang lain. Semoga gak ketemu setan jadi jadian lagi.
"Dasar gak bermoral. Mana dady bear lagi jauh lagi. Hadeeeh panaaaas panaas" Chelsea terus mengeluh sepanjang menyusuri koridor menuju toilet selanjutnya.
Selesai dengan hajatnya Chelsea memilih tidur di kelas VIP. Seharian ini benar benar menguras tenaganya. Dan besok dia harus kembali ke desa itu untuk mengambil ransum.
Chelsea terlelap. Benar benar terlelap. Dennis yang mencari cari keberadaan Chelsea akhirnya menemukannya dan menyelimutinya. Dennis berjongkok di sebelahnya, menatap wajah yang tak pernah hilang dari mimpinya.
"Maaf aku harus berbohong. Bagaimana bisa aku melupakan mu" Jari telunjuk Dennis menyusuri alis Chelsea, lalu ke pipi. Chelsea sedikit terusik, lalu meraih tangan yang menggelitik wajahnya dan mendekapnya erat.
"Bear... I miss you.." racaunya sambil menitikan air mata.
Dennis mengusap lelehan air mata itu dengan sebelah tangan yang lain.
"Seandainya yang kamu cintai itu aku, aku bakalan jadi laki laki paling beruntung di dunia" Dennis kembali berharap, setidaknya dalam kondisi seperti ini mereka dipertemukan kembali, merupakan bonus baginya. Musibah membawa berkah, mungkin itu judul yang tepat di sinetron ikan terbang.
Dennis membiarkan tangannya dalam genggaman dan pelukan seorang Chelsea. Kapan lagi mereka sedekat ini? Dia duduk dibawahnya dan menyandarkan kepalanya pada lengan kursi, ia tatap wajah itu hingga tertidur.
"Chelsea.. Chelsea bangun Chels.."
Dennis mengguncang guncangkan tubuh Chelsea dalam lelapnya.
"Chelsea bangun... seseorang membawa mobilnya pergi" Chelsea langsung membelalakan mata cantiknya.
"Hah? apa? siapa?" seketika Chelsea bangkit dari tidurnya dan beranjak turun.
Orang orang sebagian banyak berkumpul di depan, menyesali perbuatan dua orang dari mereka yang nekat membawa pergi mobil andalan mereka untuk mengangkut ransum dari perkampungan.
Chelsea memegang kepalanya dan sesekali menyugarnya kasar, merasa kesal dengan perilaku egois seseorang di masa sulit seperti ini.
"Udah berapa lama mereka pergi?" tanya Chelsea.
"Sekitar 2 jam yang lalu" jawab salah seorang saksi yang membangunkan Dennis saat itu.
"Sialan. Mending kalo dia tau arah perkampungan. Mana malem malem. Aaaargh...." Chelsea frustasi dengan kondisi ini. Baru saja mereka mendapat harapan bertahan hingga bantuan datang, dikacaukan salah dua orang dari mereka sendiri.
Tiba tiba terdengar suara kendaraan dari kejauhan, dan tampaknya mengarah menuju ke tempat mereka. Benar saja, mereka kembali membawa senyuman dan... seseorang bersama mereka.
"Guys, tebak. Kita dapat bantuan. Aku bertemu dengan mereka dan mereka akan membantu kita keluar dari sini"
"Kamu tau dari mana mereka akan membantu kita? apa kamu bisa bahasa mereka?" selidik Chelsea menahan amarah.
__ADS_1
"Tentu saja tidak. Mereka yang mengerti bahasa kita" dengan bangganya orang itu menjawab Chelsea.
buggh
Chelsea melayangkan pukulan telak padanya.
"Lu jadi orang begonya kebangetan. Dengan cara apa mereka membawa kita semua?" Chelsea meraih kerah pria itu. Dennis berusaha menenangkan.
"Mereka bawa.. truk" jawabnya sambil memegang pipinya yang menjadi sasaran bogem Chelsea.
buggh
Chelsea kembali melayangkan bogem nya.
"Selamat, kamu sudah membawa pedagang manusia" suara riuh ketakutan terdengar dari para penyintas yang tengah menyaksikan drama mereka.
"A apa?"
prok
prok
prok
Orang yang dia bawa bertepuk tangan. Ternyata kamu cukup pintar sebagai seorang wanita. Tapi tenang saja, kami tidak berminat pada orang tua. Dan tentu saja aku berminat padamu.
"Jangan coba coba menyentuhnya"
"Hei.. tenang saja. Aku akan berbagi denganmu"
buggh
bugh
bugh
Dennis menghajarnya bertubi tubi, namun si korban malah tertawa. Tak lama beberapa kendaraan mendekat dan berhenti. Dennis dan Chelsea waspada dengan kedatangan mereka, begitupun dengan yang lain. Ada sekitar 12 orang yang datang, mungkin mereka kalah jumlah, namun mereka membawa senjata.
Dennis menarik Chelsea ke belakang tubuhnya. Dia tau mereka tak akan menang melawan mereka. Lalu orang yang tadi dihajar Dennis mendekat sambil mengusap darah yang keluar dari hidung dan bibirnya.
"Hahaha... kita lihat, seberapa tangguh kamu melawan kami"
Lalu suara helikopter terdengar dari kejauhan, memindai area dengan lampu sorotnya lalu lampu sorot itu berhenti tepat di lokasi mereka. Saat perhatian para penjahat itu teralihkan, Dennis meraih senjata yang terselip di celana penjahat dan menarik Chelsea lari bersembunyi jauh ke dalam hutan, bersembunyi di antara pepohonan. Dia tau tak akan semudah itu lepas dari jeratan para penjahat.
Tak lama mereka mendengar beberapa kali suara adu tembak, Dennis dan Chelsea tetap bersembunyi dibalik pohon sambil merapalkan doa keselamatan.
__ADS_1
Suara tembakan itu perlahan menghilang. Mereka perlahan menjulurkan kepala, keluar dari balik pepohonan, memindai sekitar. Sepi.
"CHELSEA.." terdengar suara orang yang sangat dia hafal memanggilnya.
"Bear?" lirih Chelsea yang langsung keluar dari persembunyian dan berlari mendekat ke arah suara.
"BEAR..." teriak Chelsea sambil menitikan air mata bahagia.
"BBEAR AWAAAS..." Chelsea langsung memeluk Brian dan memutar tubuhnya memunggungi orang yang akan menembaknya.
dsing
brukk
Penjahat itu jatuh ditembak oleh Dennis.
"Sayang, kamu gak papa?" tanya Brian cemas sembari menilik tubuh Chelsea, jika saja ada luka tembak.
"Aku gak papa, bear. Aku kangen" Chelsea menangis tergugu seraya memeluk Brian erat, lalu menciuminya. Brian tersenyum lega dan balik menciuminya.
"Oh God, syukurlah.. kukira aku kehilanganmu... dan seharusnya kamu gak ngelakuin hal tadi, sayang"
"I would die for you, bear" Chelsea mengecup bibir Brian dalam. Menyalurkan rasa rindu dan sayang padanya.
ekhem
Dennis mendekati mereka yang tengah melepas rindu.
"Dennis? kamu disini juga?" Brian terkejut dengan kehadirannya. Berarti selama ini istrinya bersamanya? pikir Brian.
"Sayangnya iya. Thank's bro, kalian datang tepat waktu" Dennis mengajaknya salaman ala pria.
"Gak mungkin aku gak nyari istri berhargaku" sebelah tangan Brian masih memeluk pinggang Chelsea posesif, pun dengan Chelsea yang terlihat nyaman berada di pelukannya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Brian manja.
"Makasih juga sudah menjaga istriku untukku" lanjutnya lagi.
"Kau salah, men. Istrimu yang menjaga kami semua" tukas Dennis tersenyum. Brian bingung dengan apa yang sampaikannya lalu melirik istrinya yang memeluknya manja.
"Kamu? kelinci kecilku? menjaga semua orang?" Brian menjapit hidung Chelsea gemas.
"Ayo pulang. Jangan balik lagi ke Turki. Eh.. gak papa deng, kita honey moon lagi aja di Turki. Belom pernah kan?" Chelsea berubah manja kala dekat dengannya. Dennis sungguh iri dengannya.
"Terserah maumu sayang. Yang pasti aku gak akan pergi tanpa kamu lagi. Aku gak peduli para dewan ketar ketir sama kehadiran kamu. Toh kamu gak salah. Mereka yang gak jujur"
MOHON MAKLUM YA BEIBZ KALO WAKTU UP NYA GAK TEPAT WAKTU KARENA PROSES REVIEW YANG KADANG LAMA.
__ADS_1
PADAHAL OTHOR USAHAKAN UP 2 BAB MASING MASING DI 2 JUDUL, TAPI SELESEI REVIEW NYA ATU ATU, JADI DI PUBLISH NYA JUGA ATU ATU.
MOHON PENGERTIANNYA🙏🏻🙏🏻