
Chelsea meraih kerah kemeja Dennis. "Bagaimana saya mempertimbangkan mu sebagai pendamping hidup, yang bisa melindungiku menggantikan suamiku, jika sekarang saja kamu tidak bisa melindungiku dari dirimu sendiri" Chelsea menghempaskan tubuh kekar Dennis hingga terduduk kembali dikursinya. Sudah tak ada keakraban dalam gaya bicara Chelsea. Marah. Dia marah. Dia pasti membenciku, batin Dennis. "Jika kau tak mau jadi temanku lagi, kuharap jangan pernah muncul disekitarku lagi. Termasuk perusahaan suamiku. Aku gak mau kehidupan rumah tanggaku dipenuhi duri berkedok bunga yang indah" tegasnya. Membuat Dennis tak bisa berkata apa apa. Dia sungguh tak menyangka, keegoisannya merembet kemana mana.
Chelsea bangkit dan hendak pergi meninggalkannya. Namun lagi lagi tangannya ditahan yang langsung ditepis kasar.
"Chelsea, jangan bawa bawa perusahaan. Ini murni urusan pribadi. Dan aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dan bisnis" dia tahu jika gagal melakukan merger dengan perusahaan Brian, maka kondikte kinerja buruk akan tersemat pada dirinya.
"Oh ya? bagaimana jika kamu terus mencari cari kesalahan suamiku? bagaimana jika kamu menemui kesalah pahaman antara suamiku dan relasi bisnisnya, atau bahkan dengan karyawannya mungkin? Apa kamu yakin tidak akan datang padaku membawa racun dalam kopi? Cam kan itu" finalnya yang langsung meninggalkannya dalam gusar.
Lagi, Chelsea menjauhinya lagi. Karena tingkah bodohnya.
"Ck, lo harusnya nutup mulut lo. ******" sarkas Komar yang tiba tiba muncul entah dari mana. Membuyarkan lamunannya yang membuatnya patah hati.
"Iya ini gue. Si parasit yang selalu nempelin Chelsea kemana mana" seolah tau dengan jalan pikiran laki laki yang ia tahu juga menaruh hati pada wanita pujaannya.
Dennis masih shock, seolah dicabut gigi hingga ke akarnya tanpa di bius. Sakitnya tuh to the bone.
"Elo juga tau kalo gue ngejar ngejar dia dari dulu, sampe sekarang. Tapi gue sadar diri. Dengan terus berada di deket dia, udah lebih dari cukup bagi gue. Yang gue ga bisa terima adalah, kalo gue kehilangan dia dengan cara dia benci gue. Meski sakit. Tapi cinta ga harus memiliki, bro. Itu yang katanya cinta sejati. Dan sekarang, gue udah nemuin cinta yang tulus, tanpa harus kehilangan cinta pertama gue. Lo inget kalo dari dulu, Chelsea tuh ga pernah ngasih harepan sama siapapun? Tapi saat dia memutuskan untuk serius, dia bakalan all out. Dia bakalan tulus ngejalanin. Meski itu nyiksa dia sekalipun.
__ADS_1
Sebelum sama bos Brian ini, lo gak tau kan kalo dia pernah nikah sama laki laki brengsek yang jebak dia dengan ngejual nama ibunya?" Dennis tertegun, mendengarkan Komar menceritakan kehidupan suram yang pernah Chelsea jalani.
"Gue tebak lo gak tau. Dia gede di panti asuhan, elo pasti tau. Adik asuh nya, yang gede bareng sama dia yang nyuruh pacar brengseknya buat nikahin Chelsea gue. Alesannya apa lagi kalo bukan warisan"
"Adik asuh? apa jangan jangan cewek yang kemarin ketemu di hotel S?" batin Dennis bertanya.
"Awalnya Chelsea ga tau, tapi gue tau. Dan gue milih diem. Biar Tuhan aja yang kasih tau. Cukup gue sebagai pelipur lara. Sampai akhirnya, Tuhan yang turun tangan. Dia gerakkin Chelsea buat mergokin kebejatan lakiknya sendiri. Hebatnya, dia ga nangis atau marah sekalipun. Dia cukup bawa bukti foto perselingkuhan lakiknya langsung ke pengadilan agama hari itu juga. Lo gak tau seberapa sulit kehidupan yang dia jalani selama ini. Tapi dia gak pernah ngeluh sedikitpun. Dan buat yang sekarang, bos Brian ini. Chelsea memperlakukan dia sama kek ke kita. Bedanya ada di bos Brian ini. Dia kaya, cakep, masih muda. Ck, anjrit gue ga percaya gue muji dia. Gue salut sih sama dia. Cara dia dapetin Chelsea ga kampungan kek kita, bro. Dia orang yang cuek sama cewek. Gak pernah mainin cewek. Satu satunya cewek yang deket sama dia selama ini cuma anak gadisnya. Alexa"
Deg
Dennis sontak melirik pada Komar. "Alexa?"
"Jangan pernah deketin anak gue lagi. Wanjaaay.... keren gak tuh cewek gue. Dia rela dijauhin sama Alexa, yang penting Alexa ga pernah disakitin. Dan lo juga pasti ga tau kan? Alexa adalah awal dari bersatunya Brian sama Chelsea. Alexa yang ngebuka gembok hati Brian sama cewek selama ini. Alexa yang juga ngebuka hati Chelsea yang mulai menutup hati sama cowok. Alexa juga salah satunya alasan dia kembali dari koma"
deg
"Koma?"
__ADS_1
"Elo gak tau, drama apa yang udah nimpa keluarga dia selama ini. Antara hidup dan mati, dia jalanin buat pertahanin keluarga dia. Elo jangan nambah episode baru deh. Gak kesian apa? Katanya elo cinta, tapi nyakitin. Yakin itu cinta? apa obsesi?" Komar menepuk sebalah bahu Dennis "Elo pikirin lagi rencana lo. Chelsea bukan cewek lemah. Kalo li mutusin buat jadi temen dia, dia nyambut lo dengan tangan terbuka. Tapi kalo elo milih jadi musuh dia. Dia ga segan buat ngelawan elo" Komar kembali menepuk sebelah bahunya lalu pergi berganti kostum. Meninggalkan Dennis yang terdiam, mencerna omongan Komar yang menusuk relung hatinya. Komar benar, pikirnya. Cinta tak harus memiliki. Asalkan dia bahagia. Maka dia juga harus bahagia. Jika kamu memutuskan untuk membuatnya bahagia denganmu, itu namanya obsesi. Sama saja memberikan sangkar emas. Dennis bangkit dari duduknya, lalu mendekati bang Dodot yang sedari tadi menikmati drama customer sama mantan rekan montirnya.
"Bang, ni mobil biar nanti orang saya yang ambil" Dennis lalu melangkah pergi meninggalkan hatinya yang berkeping keping. Dia telah memutuskan. Untuk menjauh dari cinta pertamanya. Biarlah cinta itu tetap menjadi cinta pertama, meski tak kan pernah menjadi cinta terakhirnya. Setidaknya ada pelajaran hidup yang dia dapat. Di depan gerbang dia berbalik. Menatap dalam pada bangunan tempat cinta pertamanya berlabuh.
"Selamat tinggal. Terima kasih karena pernah hadir di hatiku"
CERITA INI MAU END YA BEIBZ
MAU DIBIKININ SPIN OFF NYA GA?
KALO NYERITAIN TENTANG KISAH DENNIS SELANJUTNYA SETUJU GA?
JANGAN DULU UNFAVE YA BEIBZ😉
SELAMAT TINGGAL EMAK EMAK😢
__ADS_1
SAMPE KETEMU DI LAPAK SENDIRI YA MAK