
"Sweety, are you okay?" tanya Chelsea saat mereka telah sampai di rumah.
Tangisnya seketika pecah.
"Momy, I hate him...hik... I really really hate him..huuuuuu...."
"Ssshhhhh.... ssshhhhh.... your tears are not worth for him. Jangan khawatir, sayang. Dia sudah mendapatkan ganjarannya. Dady mu sudah melaporkannya pada polisi. Udah yaa, jangan nangis ya sayang- ukhmmm..." Chelsea tiba tiba merasakan nyeri di perutnya.
"Momy... momy, are you okay? DAAAAD..."
Brian yang baru selesai membersihkan diri segera masuk ke kamar anak gadisnya karena teriakan paniknya.
"Kenapa? Sayang, apa yang terjadi? kamu ga papa?" Brian segera membopong Chelsea dan membaringkannya di ranjang Alexa. Dia lantas memerintahkan Alexa agar membuatkan kompresan air hangat.
Brian juga menelpon dokter Elsa, dia tak peduli jika sekarang waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Keselamatan istri dan calon bayinya yang utama.
Chelsea tertidur setelah selesai diperiksa dokter. Dokter mengatakan jika Chelsea harus menjaga emosinya. Tidak boleh stress dan kelelahan. Untungnya hanya kontraksi biasa. Namun tetap jangan sampai mengabaikan kondisi kesehatan janin.
"Momy... maafin Lexa... seandainya Lexa langsung nolak, pasti ga akan kek gini" Alexa menggenggam erat tangan Chelsea sambil berderai air mata.
"Sweety, bukan salah kamu. Apa yang udah terjadi, ya memang harus terjadi. Hal itu harus jadi pelajaran buat kita kedepannya. Sekarang, kamu bobok ya. Jangan sampe kamu sakit juga, nanti momy mu sedih kalo kamu sakit" bujuk Brian. Alexa mengangguk lalu memposisikan tubuhnya disebelah sang momy. Malam ini dia ingin tidur dengan momy nya.
"Nasib yaa nasib, emang malem ini harus bobo sendirian" batin Brian.
ting
tong
Bel beberapa kali berbunyi, mengusik kenyamanan tidur penghuni mansion. Waktu menunjukkan pukul 10 waktu setempat.
tok
__ADS_1
tok
"Tuan, nyonya, maaf mengganggu, ada yang mau ketemu sama non Lexa, tuan, nyonya" asisten yang beberapa kali mengetuk dan memanggil namun tidak ada sahutan, kembali mencoba mengetuk dan memanggil. Pasalnya, tamu yang datang bukanlah tamu sembarangan.
ceklek
"siapa bi?" tanya Brian sambil mengucek matanya yang sepet.
"anu.. ada polisi tuan" jawabnya gugup.
"suruh tunggu" Brian langsung menutup pintu dan membersihkan diri. Ya, dia yang melaporkan kejadian semalam. Meski konsekuensinya mereka bertiga pun pasti dapat teguran bahkan sanksi karena berpartisipasi dalam balapan liar itu.
"Selamat pagi, Pak petugas" salam Brian.
"Selamat pagi, tuan Brian. Maaf mengganggu waktu istirahat anda"
"Tidak apa apa. Bagai mana perkembangan laporan saya?"
"Saya kesini ingin menyampaikan bahwa laporan tuan sedang kami proses. Pihak kami pun sudah mendatangi tersangka dan membawanya ke kantor untuk dilakukan interogasi. Kami meminta waktu anda bertiga sebagai pelapor dan korban, agar datang ke kantor kami untuk melakukan mediasi"
"Baik, tuan. Kalau begitu kami permisi. Sekali lagi, maaf mengganggu waktunya. Selamat pagi" Petugas polisi pun keluar bersamaan dengan datangnya seorang laki laki dengan ekspresi gusar dan gugup.
"Kamu... cari siapa?" tanya Brian yang merasa pernah melihatnya dalam waktu dekat ini.
"Maaf om, anu.. Alexa nya ada?"
"Masih tidur. Kamu siapa? Ada perlu apa sama anak saya?" tanya nya datar. Pengalaman mengenal seorang bajingan seperti Andrew membuatnya berhati hati dalam menerima laki laki di hidup putrinya. Meski sebagai teman sekalipun.
"O iya. Perkenalkan, saya Roy, om. Teman sekolah Lexa. Saya mau nengok Lexa, om. Karena semalam-"
"Kamu..." Brian langsung meraih kerah baju Roy.
__ADS_1
"Kamu kaki tangannya Andrew?"
"Bu bukan om, sumpah. Sa saya ga ada sangkut pautnya sama kegilaan Andrew. Sa saya cuma mau nengok aja, suer" Roy mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya tanda damai. Cekalan pada kerahnya mengendur, namun kewaspadaannya masih kuat.
"Saya memang mengajak Lexa untuk nonton drag race om. Tapi.. saya juga ga nyangka bakal ada insiden kayak semalem. Saya ga tau ada masalah apa antara Lexa sama Andrew, sampe Andrew nekad melakukan hal semacam itu. Maafkan saya om, saya lalai. Saya fokus pada balapan, sehingga ga sadar kalo Lexa diseret Andrew. Maafkan saya" berulang kali Roy menyampaikan rasa penyesalannya. Brian sedikit melonggarkan kewaspadaannya. Memang berbeda aura Roy dan si bajingan Andrew.
"Bear... ada siapa?" suara halus nan serak yang menggugah imank mengalihkan atensinya. Baru mendengar suaranya saja menghidupkan mesin tempurnya. Brian segera bangkit dan melangkah menyambut bidadarinya.
"Sudah bangun sayang? gimana kondisimu? apa yang kamu inginkan sayang? kenapa turun?" Brian memberondong Chelsea dengan pertanyaan.
"ck... kamu tuh, aku nanya ko balik nanya? itu siapa?" Chelsea menggelayut manja di leher suaminya. Memang, bangun tidur adalah waktu yang paling tepat untuk senam enak🙊
"ya ampun, halloooo... masih ada orang disinii... jangan siksa aku dengan adegan uwu uwu kenapa? aku masih suci ya lord" batin Roy gusar. Bukannya ketemu sama cewe idamannya dan disuguhin sarapan pagi bareng gitu. Emang udah bukan pagi sih. Malah disuguhin pemandangan memilukan bagi jomblo setia.
"Itu ada temen Lexa, katanya mau nengok" Brian merapikan rambut acak acakannya Chelsea. Dia ga mau laki laki lain melihat penampilan istrinya yang kelewat seksi saat bangun tidur.
"Temen? siapa lagi?"
Chelsea hendak menghampiri namun ditahan oleh suami posessif nya. Roy yang jauh di ruang tamu hanya membungkukkan sedikit tubuhnya tanda hormat.
"Bear?" Chelsea memperingatkan suaminya. Tapi kali ini Brian tak mau mengalah. Penampilan seksinya ini hanya untuknya. Padahal Chelsea hanya memakai piyama berlengan panjang dan celana panjang. Rambut nya memang awut awutan. Tapi justru itu yang menambah kadar keseksiannya.
"Kamu yang tadi malem ikut ngehajar si bajingan itu kan?" tanya nya akhirnya sambil berteriak. Dia merasa hafal dengan sosok ini tadi malam. Aksinya membuatnya percaya dengan ketulusan pertemanannya dengan sang anak.
"eh..i iya tante. Maaf..."
"Terima kasih" sela Chelsea sembari tersenyum tulus. Pandangannya kemudian dihalangi Brian.
"Bear.. ih.. minggir..BEAR..." Chelsea memekik kala Brian tiba tiba membopong tubuhnya yang membuncit.
"Senyum mu, rambut mu, tatapan mu, semua yanya milikku" sergah Brian tak terima istrinya mengumbar senyum. Chelsea tergelak dengan tingkah posessif suaminya. Roy hanya bisa menarik nafas kasar dengan kelakuan suami istri itu. "Hhhhh... kapaaaan gue kek gitu ma Lexa? mana gue dikacangin lagi disini?"
__ADS_1
"Roy?"
MANA SUARANYAAAA😆