Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#113. Jangan Marah


__ADS_3

Tak dipungkiri jika Chelsea juga sama merindukan suaminya. Itulah yang membuatnya dilema. Dia belum bisa memberi tahu, tapi dia tak bisa jauh darinya. Jika berada didekatnya, dia tak bisa jika tak bercerita.


Setelah melepas rasa rindu, mereka saling berpelukan dengan posisi Chelsea duduk menyandar pada dada Brian yang memeluknya dari belakang.


Jika bisa, kemana mana mereka selalu menempel seperti sekarang.


"Katakan padaku, sayang. Apa yang membuatmu gelisah, sehingga tak mau mendatangiku?"


"Kamu ini, bear. Aku juga punya harga diri. Aku gak mau jadi istri murahan"


Brian terkikik dengan argumen istrinya ini. Efek kehamilannya ini sungguh membuatnya tak habis pikir.


"Istri kalo murahannya sama suami kan bagus, sayang"


Brian terus menghujani pundak Chelsea dengan kecupan. Chelsea sungguh tak kuasa menahannya lagi.


"Bear"


"Hmm?"


"Maaf..."


"Untuk?"


"Aku... aku telah merusak gaun cantik itu" setetes cairan lolos.


"Aku tidak bisa memakai gaun cantik itu saat pernikahan Alexa. Padahal aku sangat menyukainya" Chelsea sedikit berbalik hingga bisa memeluk tubuh suaminya erat.


"Hanya maslah itu? kenapa kamu menyimpannya sayang? Kita bisa beli lagi" Brian membesarkan hatinya bahwa hal itu bukanlah masalah besar.


"Tapi aku menyukainya, bear. Dan kalau beli lagi, gak mungkin ada yang secantik itu. Apalagi kalo bikin" bibir Chelsea mengerucut. Brian gemas dibuatnya. Chelsea terlihat imut di usianya yang tak muda lagi.


"Aku akan mencari kemanapun hingga mendapatkan yang sesuai dengan seleramu, sayang. Kamu tau itu bukan masalah bagiku. Udah ya murungnya. Sayangku gak boleh murung. Kesian anak kita" Brian membelai perut Chelsea yang sudah mulai terlihat membuncit.

__ADS_1


"Janji ya, gak akan marah?"


"Iya, sayang. Aku mana bisa marah sama kamu"


Chelsea akhirnya merasa lega. Memang tidak seharusnya dia menyembunyikan sesuatu yang akhirnya hanya akan menyiksanya. Dia memeluknya erat.


💋💋💋💋💋💋


Hari yang di nanti pun tiba. Rasa gugup melanda kedua ibu dan anak. Di ruangan yang berbeda, mereka saling menguatkan melalui sambungan telpon. Mereka terus membicarakan berbagai hal untuk mengusir kegugupan mereka. Padahal hanya Alexa yang akan menikah. Tapi Chelsea ikut merasa gugup. Tangannya bahkan berkeringat.


Gaun putih yang membalut tubuh Alexa dengan sempurna, membuatnya tampak seperti bidadari. Namun gaun berwarna peach yang Chelsea kenakan membuat nya tampak seperti pengantin ke dua.


Acara ijab-qabul diadakan di gedung dan ruangan yang sama. Dimana untuk melaksanakan ijab-qabul disiapkan di salah satu sudut ruangan yang telah dihias sedemikian rupa.


Chelsea mengapit Alexa dan menuntunnya menuju tempat dilaksanakannya ijab-qabul. Penampilan keduanya bahkan sulit untuk dibedakan, bahkan sebagian tamu menganggap jika Elroy menikahi 2 wanita sekaligus dengan kondisi 1 wanita yang tengah hamil duluan.


Jangan lupa dengan tatapan tajam dan menusuk milik Chelsea, yang langsung membungkam para penebar gosip.


Alexa duduk di sebelah Elroy yang terkesima dengan penampilan nya. Jika saja pak penghulu tidak menegurnya, mungkin saja Elroy akan melahapnya saat itu juga.


Elroy sudah sejak lama menghafal bagian ini. Seharusnya tidak masalah. Ditambah dengan posisinya menggantikan sang papa di perusahaan yang mengharuskannya berbicara di depan para dewan direksi yang usianya lebih senior dibanding dirinya.


"Saya terima nikahnya-"


"Huuuuuuuuu......" suara tangis sendu Chelsea menggema di seluruh penjuru ruangan, karena semua orang tengah hening dan khidmat. Mama Carol menenangkannya dengan menepuk nepuk punggung nya.


Sontak saja semua mata berpaling padanya. Terlihat mami Betty berusaha meminta maaf dan mempersilahkan acara dilanjutkan kembali. Mami pun ikut menenangkan Chelsea.


"Baiklah. Kita ulangi lagi. Mohon tenang, agar moment ini berjalan lancar ya. Jangan sampai di ulangi lagi. Silahkan diulang"


"Saya nikahkan dan kawinkan Elroy Keenan bin Albert Keenan dengan putri saya Alexandra Mc Kenzie binti Brian Mc Kenzie dengan maskawin seperangkat alat bengkel beserta 1 unit mansion dan 1 unit Humvee Hummer siap modif, dibayar tunai"


"Saya terima nikahnya-"

__ADS_1


"HUUUUUUUUUUUUUUUU............"


Chelsea tak bisa menahannya lagi. Mama dan mami tak bisa membujuknya. Tangisnya semakin mejadi. Akhirnya Alexa turun tangan. Dia mendekati sang momy yang sangat ia cintai dan sangat mencintainya.


"Momy.... Kalo momy gak rela Lexa nikah... Lexa gak akan nikah sampe kapan pun.... Lexa.... bakalan terus sama momy... Lexa-"


"Huss.. kalo ngomong jangan sembarangan...hik.. nanti kamu gangguin momy sama dady... udah.. momy gak papa...Huuuuuuu....."


Chelsea dengan drama nya akhirnya digiring mami Betty ke dalam ruangan khusus make up.


Akhirnya, acara ijab-qabul pun berjalan dengan lancar.


Tiba waktunya berganti kostum. Alexa diarahkan asisten MUA ke ruangan khusus make up.


Saat memasuki ruangan khusus make up itu, Alexa dikejutkan dengan penampilan Chelsea yang terlebih dahulu sudah berganti kostum dan memperbaiki make up nya yang berantakkan gara gara dramanya sendiri.


"WOW... momy you're so gorgeous"


Chelsea tersenyum sumringah dengan pujian anaknya. Dia tak sabar menemui pemilik hatinya.


Pintu dibuka. Chelsea dan Alexa berdiri bersisian. Tapak senyum merekah di kedua bibir mereka.


Brian menoleh saat sedang berbincang santai dengan kolega nya yang terpana pada satu arah. Semua orang berdecak kagum pada penampakan dibalik pintu kokoh itu.


Tampaklah Alexa yang mengenakan gaun putih panjang pas bodi, dengan model bahu terbuka, juga rambut brunet yang di biarkan setengah tergerai, dihiasi beberapa asesoris rambut yang mempercantik penampilannya, dengan iris mata hijaunya menambah kadar kecantikannya.


Lalu pandangan mereka beralih pada Chelsea yang mengapit lengan Alexa, dengan tatanan rambut yang digulung ke atas, menampilkan leher jenjang ber tattoo nya, olesan make u bernada natural, dibalut gaun panjang se mata kaki,model span berwarna nude dengan taburan blink di seluruh bagian gaun.


Brian mengernyitkan dahi.


"Dapet dari mana gaun itu? bukannya rusak ya?"gumam nya. Tiba tiba matanya membola kala melihat Chelsea melangkah mengiringi langkah Alexa. Pasalnya, gaun span dengan panjang se mata kaki itu terbelah hingga ke atas, menampilkan paha mulusnya. Perut yang sedikit membuncit itu menambah kadar keseksiannya. Matanya dan mulutnya kompak membulat, ditemani tamu tamu yang juga menampilkan ekspresi yang sama dengannya.


Chelsea melangkah dengan percaya diri, lalu mengedipkan sebelah matanya pada Brian, membuatnya ingin langsung memasukannya dalam karung dan membawanya pulang. Saat posisi Chelsea dekat dengannya, mulutnya bergerak memberi isyarat padanya..

__ADS_1


"Jangan marah.. kamu sudah berjanji"


__ADS_2