Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#116. Happy Ending


__ADS_3

Sumpah demi apa, jantungnya pun berdegup kencang kala menggoda istrinya. Hal itu dia lakukan secara spontan.


Tiba tiba tubuh yang terbungkus selimut itu bergerak memutar badannya.


Elroy tersenyum lalu ikut merebahkan diri dan mengubur dirinya di dalam selimut.


tring


Lampu layar ponselnya ia nyalakan di dalam selimut, sehingga wajah Alexa bisa terlihat.


Alexa menatap mata yang menatapnya lekat. Menggenggam tangan yang mengusap lembut pipinya.


"Aku akan menunggu hingga kau siap, istriku"


blush


Wajah Alexa memerah mendengar kata keramat itu. Akhirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan di dalam selimut. Meski Elroy harus menahan diri untuk tak langsung membongkarnya.


Keesokan hari, mereka memilih untuk pulang. Alexa pun sama dengan Harvey yang merasa nyaman di rumah sendiri. Keceriaan dan kehangatan rumah yang ia sukai. Selalu ada tawa dengan sang momy. Dia ingin memuaskan hati dengan sang momy sebelum Elroy memboyongnya ke istana mereka sendiri dan menciptakan kehangatan sendiri. Meski ia tak yakin jika tanpa sang momy. Dan Elroy memaklumi itu. Dia memutuskan untuk membawa istrinya setelah dia benar benar siap. Jadi untuk sementara Elroy tinggal bersama keluarga kakaknya sekaligus mertuanya.


Seperti biasa, seharian penuh mereka menghabiskan waktu bersama, dengan canda dan tawa. Chelsea selalu punya cara untuk memeriahkan suasana. Meski kerap kali menyuguhkan tontonan yang membuat pasangan baru itu salah tingkah. Tentu saja tanpa ada Harvey si bocah nanggung.


Malam tiba, dengan suasana hati yang senang, Alexa memasuki kamarnya dan membersihkan diri. Dia hendak mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur berupa piyama panjang. Tapi tidak ditemukannya. Dia membuka pintu lain lemari pakaiannya. Lalu terduduk lemas di ranjang kala menyadari bahwa semua isi lemarinya adalah lingerie beraneka model dan warna.


"Ya ampun momy" Alexa menampakan wajah gugup. Dia memandangi tubuhnya yang terbalut bath robe putih, lalu memandang isi lemari.


"Kalo pake bath robe, tetep aja orang tau, kalo di dalemnya ga pake apa apa. Kalo pake begituan juga... aaah momyy... tega bener sih sama anak gadisnya" rengek Alexa bermonolog. Akhirnya dia memutuskan memakai pakaian kurang bahan itu, memilih yang berwarna hitam, lalu membungkusnya lagi dengan bath robe.


ceklek


Alexa terkejut saat pintu tiba tiba terbuka.


"Sayang, kamu sudah mandi?"


"ah? eh..i iya"


"ya udah, aku mandi dulu ya"


cup

__ADS_1


Elroy mengecup pucuk kepala Alexa yang mematung. Dulu padahal dia suka kecup mengecup dengan sang dady yang akhirnya diomeli momy nya. Namun dengan pria lain, baru kali ini dia mendapat perlakuan seperti itu.


Dengan santainya Elroy melenggang masuk ke kamar mandi. Lalu memegang dadanya sambil mengatur nafas di balik pintu kamar mandi.


"huh huh huh... ya ampun jantuuung yang kuaaat" monolog Elroy. Akhirnya dia pun membersihkan diri, sambil mengingat petuah dari sang mertua.


"Semua akan mengalir begitu saja, yang penting, kumpulkan keberanianmu untuk memeluknya lebih dulu. That's a start for beginners like you" Tak di pungkiri jika dia menginginkan haknya. Namun dia tak mau memaksa. Elroy takut trauma Alexa kembali dan membuat suasana menjadi runyam.


Selesai dengan ritual mandi nya, Elroy keluar dengan menyugar rambutnya yang basah. Dan itu terlihat dari sudut mata Alexa yang sedang mati matian menahan jantungnya yang tak bisa diajak kompromi.


"Pada kemana piyama ku?" gumam Elroy. Kemudian dia membuka seluruh pintu lemari termasuk lemari istrinya yang ternyata isinya pakaian perang semua.


"Ya ampun, kakak..." pikirannya hanya tertuju pada satu orang. Siapa lagi si raja jahil di rumah ini.


Akhirnya dia hanya mengenakan bath robe, karena tak satu helai pun pakaiannya ada di lemari. Sedangkan pakaian yang tadi dikenakannya sudah ia taruh di keranjang baju kotor. Elroy melangkah pasti ke ranjang dan duduk bersandar. Sambil menenangkan jatungnya.


Dia memandang Alexa yang sudah merebahkan diri memunggunginya. Sudah dipastikan jika Alexa sedang merapalkan mantra pengusir gugup, karena bulu matanya terlihat bergerak gerak.


Dengan kekuatan petuah sang mertua, El akhirnya ikut merebahkan diri dan menggeser tubuhnya menempel pada punggung istrinya yang gemetaran. Dia memeluknya perlahan, lalu kepalanya ia taruh di ceruk leher sang istri.


Pelukan itu hangat, membuat desiran aneh pada tubuh Alexa.


"Apa kau takut padaku, sayang?" bisiknya sendu. Sengaja ia buat semenyedihkan mungkin agar membuat Alexa iba padanya.


Terasa pergerakan dari sampingnya. Tangan putih nan ramping itu menelusup pada pinggangnya. Mendekapnya erat hingga menempelkan seluruh tubuhnya pada tubuh belakang Elroy.


"Jantung sialan. Berenti bikin ulah" dumelnya dalam hati.


"Maafkan aku Roy. Aku... aku milikmu. Aku cuma.. gugup" tangan mungilnya memang terasa dingin. Elroy memberanikan diri untuk berbalik dan balas memeluknya berhadapan. Mata mereka saling mengunci. Rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya ia sibak, lalu mengecup keningnya. Mengusap bibirnya yang semerah cherry.


"Bolehkah?"


Alexa mengangguk. Lalu Elroy mendekatkan kepalanya perlahan, mendaratkan bibirnya pada bibir kenyal Alexa. Ini adalah ciuman ke dua mereka. Awalnya hanya menempel, lalu dengan alami bibir itu bergerak, mencari kepuasan, hingga menjadi ******* yang menuntut dan menuntut lebih. Tangan mereka reflek bergerak dan bergerilya menyentuh apapun yang bisa mereka sentuh. Pun dengan kain yang membungkus mereka, tanpa sadar mereka saling melepaskan kain yang menghalangi aktifitas mereka.


******* itu terhenti saat nafas sudah terasa habis. Tangan Elroy mengarah pada inti Alexa yang ternyata sudah basah.


"Apa kau sudah siap?" tanya Elroy di sela deru nafasnya yang memburu.


"Lakukan" pinta Alexa menghiba. Dia sudah terlihat tak sabar menerima lebih yang selalu bikin momy nya kecanduan. Elroy tersenyum sumringah.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi dia menembusnya yang masih terasa sempit dengan perlahan. Dia tak mau melukai istrinya.


Keduanya mengerang, meski awalnya Alexa memekik kala dirasa yang menembusnya terasa besar dan memenuhinya.


Setelah berhasil menembus, Elroy mendiamkannya agar menyesuaikan dan tidak melukainya. Tanpa di duga, Alexa menggerakkan pinggulnya, menuntut pergerakan. Dan Elroy pun terpancing untuk bergerak, hingga selimut yang tadinya menutupi tubuh mereka terlepas.


"Honey...."


gubrakk


Chelsea tiba tiba masuk karena pintu tidak dikunci, dan Elroy yang sedang memompa reflek menjatuhkan diri ke samping yang ternyata langsung jatuh ke lantai.


Chelsea langsung menutup pintu.


"Sorry... pintunya jangan lupa dikunci...


MOMY GAK LIAT APA APA..." teriak Chelsea langsung berlari sambil terkikik.


"BEAR....." teriaknya lagi memanggil beruang kesayangannya.


"MOMYYYYY......"


Alexa terkejut dengan apa yang terjadi. Dia sontak menutup tubuh polosnya dengan seprai.


T A M A T


AKHIRNYA HAPPY ENDING YA BIEBZ. TERIMAKASIH BUAT PARA READERS YANG SETIA MENGIKUTI CERITA CHELSEA DAN BRIAN.


UNTUK CERITA DENNIS, OTHOR KUYA GAK JADI BIKIN SETELAH MENCARI LATAR DAN PLOT YANG SESUAI DENGAN KARAKTERNYA.


INSHAALLAH OTHOR KUYA BIKIN CERITA LAIN YANG MASIH DALAM TAHAP KONSEP.


JANGAN DULU UNFAVE YA BIAR DAPET NOTIFNYA 1-2 HARI KEDEPAN.


THANK YOU FOR ALL OF YOUR SUPPORT.


LOVE YOU ALL BEIBZ


SEE YOU ON MY NEXT STORYπŸ˜‰

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘



__ADS_2