Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#101. Tragedi


__ADS_3

Mengandung adegan kekerasan. Yang tidak suka langsung skip aja. Langsung tinggalkan bab ini, bukan tinggalkan nyinyiran๐Ÿ‘Œ๐Ÿป


...****************...


Matahari mulai malas memancarkan sinarnya. Gelap menyambut sinar kemerahannya. Chelsea, Alexa, dan Harvey tengah menunggu sang Raja menjemput mereka. Pasalnya Brian ingin menikmati week end dengan family time yang sudah lama tak mereka lakukan. Brian mengajak mereka ke Taman Hiburan, sambil bernostalgia tentang awal kedekatan Brian dengan Chelsea melalui Alexa.


tring


tring


Ponsel berdering, yaitu milik Chelsea yang berada di kantor bengkel. Chelsea sedang membantu Pak Seto menutup gerbang dalam bengkel. Butuh tenaga extra untuk menutup gerbang yang tingginya hampir 3 meter itu. Sedangkan Alexa sedang membereskan mini cafe. Meski sudah di bersihkan oleh pegawai, namun ada saja yang terlewat. Selain itu dia mengecek omzet harian dan stok bahan baku. Dan Harvey? mungkin dia tertidur sambil memainkan game online nya. Makan siang hari itu terbilang cukup terlambat, karena keasyikan menghibur Komar yang sedang patah hati.


tring


tring


Ponselnya terus berdering. Brian mencoba men-dial nomor Alexa, namun hasilnya lebih parah. Ponselnya dalam keadaan mati daya dan sedang di-charge. Brian akhirnya men-dial nomer Harvey.


"Ya, dad?" suara lemah dari Harvey menjawab panggilan ayahnya.


"Harvey, where's your mom?" tanyanya tak sabar. Dia tak bisa jika tak mendengar suara istrinya kala menelpon.


"C'mon dad. Why don't you just call her?" jawabnya malas. Nyawanya masih belum ngumpul tuh.


"Ga diangkat, tiger. Makanya dady nelpon kamu. Kak Lexa juga gak aktif.


"MOM" terdengar suara teriakan Alexa


brakk


"MO NGAPAIN KAMU? LEPASIN MOMY GUE... LEPAAAS.... AAAAAAAAA......"


Alexa terdengar berteriak histeris.


buggh


"Dad... Someting's wrong Please come quicqkly" Harvey memutuskan untuk turun perlahan. Dia mengintip dari jendela yang bisa melihat langsung aktifitas di bawah. Dia tak mematikan panggilan namun mengubahnya dalam mode video call. Harvey mengisyaratkan Brian agar tak bersuara. Terlihat raut kecemasan di wajah Brian yang sedang terlihat berlari lalu masuk ke dalam mobil.


Harvey menarik nafas dan membuangnya kasar, lalu ia memutuskan kembali melihat ke jendela.

__ADS_1


deg


Terlihat seseorang mengetuk ngetuk pintu ruang oven mobil.


"Momy...?" gumamnya lirih. Dia perlahan mengendap keluar dari ruangan pribadi, dilihatnya lebih jelas sang Momy terkunci di ruangan itu. Atau ada yang sengaja menguncinya? karena terdengar suara tawa seorang laki laki.


"hahahaha.... sudah lama aku mendambakan tubuhmu, Lexa... Jika saja si Dennis brengsek itu tak mengawasiku, sudah dari lama aku mencicipimu hahahaha...."


"KAK LEXA.. LEPA-"


bugh


Harvey dipukul hingga pingsan oleh Hendri.


"Pih... Hendri dulu laah"


"Diam kamu bocah sialan, kamu bisa merasakannya setelahku" Anton mulai mencecapi tubuh Alexa. Tangannya bergerilya kemana mana, kain segi tiga milik Alexa dia loloskan perlahan. Dia ingin bermain perlahan menikmati santapannya yang masih muda ini. Sungguh santapan segar, selama ini dia bermain dengan janda paruh baya, dengan beberapa gelambiran daging dari kulit yang mulai keriput.


brak


brak


brak


Chelsea menyaksikan bagaimana anak gadisnya diseret dan dibawa ke meja front line yang sudah di hempaskan semua yang ada di atasnya. Bagaimana dia meronta hingga di pukul hingga pingsan. Dia tak sanggup menyaksikan keganasan predator menjijikan.


Wajahnya merah diliputi amarah, suaranya serak karena terus berteriak. Dan tangannya tak hentinya memukul pintu, lalu meraih dan melempar apapun untuk bisa membuka pintu itu. Ingin rasanya dia menjadi mahluk astral yang bisa menembus dinding.


Chelsea mencoba menenangkan diri, sambil terengah dan terisak dia mencari sesuatu yang bisa membantunya keluar dari ruangan ini. Sialan, kenapa ruangan ini dibuat se aman mungkin sehingga susah untuk ditembus.


Bagasi, dia terpikir alat alat yang terbiasa disimpan dalam bagasi mobil yang saat ini tengah berada di dalam ruangan oven cat mobil itu bersamanya.


"ketemu" dia menemukan linggis kecil, lalu berusaha mencongkel pintu sialan yang terbuat dari besi itu.Beberapa kali hingga telapak tangannya terluka. Dia terus berteriak, meneriaki pintu yang sulit dibuka. Dilihatnya sekilas ke jendela, Anton berhasil menembus Alexa


"NOOOOOOOO......."Chelsea berteriak dengan suara seraknya, dia mengerahkan tenaganya membuka pintu yang sudah mulai sedikit menganga.


"Ahhh.... sialan.... kamu masih perawan...hhhhh...aku bisa menjadi yang pertama mencicipimu hahahaaa..ahhh shitt kamu.. sempit..." Anton terus mengerang dan menghujam Alexa yang disaksikan anaknya yang tak kuasa juga menahan birahinya.


Sepulang dari sekolah anaknya, Anton dipecat karena laporan dari Dennis kepada para dewan direksi. Dan akhirnya mereka memutuskan memecat Anton secara tidak hormat. Dia murka. Lalu diam diam mengikuti mobil Brian membawa anak dan istrinya. Awalnya dia ingin membalasnya pada Chelsea. Tidak dipungkiri jika dia juga tertarik padanya. Tapi saat kemunculan Alexa, dan dia telah mengawasi tempat ini, mencari titik letak CCTV dan memutus kabelnya, dia mengalihkan rencananya pada Alexa. Sudah lama dia menahan diri untuk tak menggoda wanita muda ini di perusahaan.

__ADS_1


"AAAAAAAAA....."


buggh


Chelsea berteriak seraya melayangkan tendangan ke arah samping tubuh Anton, hingga dia jatuh tersungkur, saat Anton hendak bangkit, Chelsea menendang wajahnya membuatnya jatuh terlentang. Sepatu boots itu ia pijakkan dengan keras pada alat vitalnya beberapa kali secara membabi buta.


"BAJINGAAAAAN.... BERANI BERANINYA BARANG MURAHANMU INI MENYENTUH ANAKKUUU... AAAAAAAA" Chelsea benar benar murka. Dia menghantam alat vital Anton hingga dia pingsan.


"Papiiiii....."


klang


Hendri berlari hendak menghantam Chelsea, namun Chelsea dengan sigap melemparkan linggis yang sedari tadi di genggamnya, tepat di kepala Hendri. Membuatnya seketika tak sadarkan diri.


Chelsea terengah, lalu segera meraih tubuh lemah Alexa yang terlihat mulai sadar.


"Lexa.. my baby... it's okay... hik.. I'm here baby... it's okay.. I got you, baby..." Chelsea menangis seraya mengecupi wajah Alexa yang lemah.


"Momy... I'm glad you're okay... I Love..." tangan Alexa yang mengusap wajah Chelsea terkulai jatuh.


"LEXAAA.... WAKE UP BABY PLEASE....


BANGUUUN SAYANG... JANGAN PERGII... WAKE UP MY BABY PLEASE... LEXAAA...."


brukk


Chelsea jatuh tak sadarkan diri. Tempat itu, berubah menjadi tempat mengerikan.


wii uuuu wiii uuuu wiii uuuu


Suara sendu dari sirine mobil polisi dan 2 mobil ambulan mendekat bersamaan.


Brak


Brakk


Brian mendobrak gerbang dalam dibantu petugas kepolisian yang dia hubungi selama perjalanan.


"CHELSEA.."panggilnya berteriak, namun nahas, yang dilihatnya adalah pemandangan menyayat hati. Brian segera membuka jas kerjanya dan menutup area bawah anak gadisnya yang dirobek paksa oleh si bajingan Anton. Tangisnya pecah melihat ketiga kesayangannya tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Sayang.... maafkan aku.... aku tak bisa menjaga kalian.... huuuuu...." Brian merengkuh tubuh istrinya. Mengecupi pucuk kepalanya, air mata bersimbah memenuhi wajahnya. Lexa dan Harvey di bawa dengan ambulan yang sama. Anton dan Hendri juga berada dalam satu ambulan. Sedangkan Chelsea di bawa Brian dengan mobilnya mengikuti ambulan menuju.


๐Ÿƒ๐Ÿผโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒ๐Ÿผโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒ๐Ÿผโ€โ™€๏ธKABOOOOOR


__ADS_2