Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#71. Street Race


__ADS_3

Jum'at malam adalah hari yang dinanti para pegawai karena besok mereka terbebas dari rutinitas yang menguras tenaga, otak dan hati. Biasanya para warga ibu kota selalu menghabiskan week end nya ke daerah pegunungan atau kota kecil.


Tidak dengan keluarga kecil Brian. Mereka memilih menghabiskan week end untuk family time di mansion. Banyak hal sederhana yang mereka lakukan. Seperti sekarang, mereka bertiga tengah bermain menggunakan kartu remi. Nama permainan ini berbagai macam, ada yang menamai geprakan, atau cangkurawok, tergantung daerah masing masing. Cara bermainnya sangat sederhana. Anggota hanya diharuskan menghitung berurutan secara bergantian dari satu sampai tiga belas. Tentu saja kartu sebelum dibagikan sudah dikocok terlebih dahulu.


Setelah dibagi sampai habis, posisi kartu dalam keadaan telungkup. Lalu satu orang yang disepakati memulai membuka 1 buah kartu dengan menyebut angka awal '1' tanpa melihat angka yang tertera dari kartu yang dia lempar, dan seterusnya secara bergantian. Saat bagiannya menyebutkan angka pas sesuai dengan angka kartu yang dia buka, maka semua anggota berlomba lomba menggeprak kartu agar mereka mendapatkan posisi tangan paling bawah. Dan yang kalah adalah yang posisi tangannya paling atas, sehingga kartu kartu yang sudah terbuang harus dia ambil semua. (ngerti ga gais?🤔 what ever, maaf ya kalo kurang detail menjelaskan, boleh di coba kaka😅) okay skip tutorialnya.


Sudah 1 jam mereka memainkan permainan itu, yang kalah harus rela wajahnya di coret lipstik merah menyala. Tak terkecuali.


Sayangnya, yang sering kalah adalah Brian. Hampir seluruh wajahnya berubah menjadi merah. Tak ada yang mengeluh, hanya suka cita.


Saat Chelsea merasa lapar, mereka pun memutuskan untuk menghentikan permainan. Namun bukan Alexa namanya kalo ga jail. Dia memotret keadan miris sang dady dan tingkah jail nya saat hendak mentransfer coretan lipstik di bibirnya pada Chelsea, membuat aksi kejar kejaran di ruangan luas itu tak bisa dihindari. Namun Chelsea masih mengontrol gerakannya agar tak membahayakan jabang bayinya.


Chelsea tengah asik membuat berbagai menu makanan berat dan camilan ala kadarnya, saat seseorang menelpon Alexa yang tengah membantu sang momy membuat camilan.


"hallo... no.. it's okay.. uhuh... when? are you kidding me? why tonight? okay, I'll contact you later, bye"


tut


"What happen, darling?" tanya Chelsea yang memperhatikan ekspresi gusar anak gadisnya.


"mmm... itu mom, boleh ya... mmm..."


"Apa, kenapa sayang. Bilang sama momy, ada apa? Chelsea menyisipkan rambut Alexa yang terurai ke belakang telinganya, dan mematikan kompor terlebih dahulu, dan menggiring anak gadisnya duduk di sofa ruang tengah.


"Temen Lexa tadi eeee.... tapi kalo momy ga ijinin juga ga papa ko"


"Ijin? ijin apa?" kini Brian yang bergabung bertanya, membuat Alexa sedikit berat menyampaikan maksudnya. Tadinya dia berharap meminta ijin pada momy agar bisa membantunya membujuk dady nya.


"Boleh ga malem ini... Lexa nonton street race?" suaranya hampir tak terdengar. Dia sangsi akan diperbolehkan.


"Apa? street race? dimana?" alis Chelsea bertaut.


"Persimpangan PI, Mom" jawabnya tertunduk, lemah. Dia sudah tau jawabannya.


"Makan dulu" titahnya tegas.

__ADS_1


"hah?"


"Makan dulu. Momy ikut" jelasnya kemudian.


"What? baby kamu bercanda kan? inget sayang, kamu lagi hamil, kena angin malem ga baik loh. Ga ga ga, dady ga ijinin"


"Ya udah, malem ini momy bobok sama Lexa aja" sungut nya.


"Yah ngambek dia. Sayaaang... jangan gitu dooong, ini buat kebaikan debay sama kamu juga. Aku ga mau kalian sampe kenapa kenapa" Brian mengekori Chelsea yang melangkah ke kamar hendak memindahkan bantalnya ke kamar Alexa.


"Kan ada kamu yang jagain" jawabnya singkat. Masih melanjutkan aksi ngambeknya. Maklum kalo bumil mah sensitif, apa apa harus diikutin maunya.


"Tapi kan..." Chelsea tiba tiba menghentikan langkahnya dan berbalik. Membuat Brian sontak mengerem langkahnya hampir menabrak istri buncitnya.


"Kapan aku meminta sesuatu padamu?" ucapnya datar, namun sedikit bergetar.


Brian menyugar kasar rambutnya. Serba salah dengan keadaan seperti ini yang baru mereka rasakan, perasaan dilema seperti ini.


"Baiklah sayang" ijinnya lemah.


"Tapi hanya menonton" Chelsea langsung memeluk dan mencium dalam bibir suaminya. Dan mengecupinya berulang kali diselingi tawa. Brian tak bisa berkutik jika sudah seperti ini. Akhirnya mereka bersiap. Brian memakaikan pakaian super tebal untuk membungkus istri dan calon anaknya agar tak kedinginan. Chelsea merasa jengah dengan sikap suaminya yang super protektif. Tapi dia menurut juga. Alexa sangat bersemangat kala dia bisa hang out bareng. Secara mereka bertiga mempunyai hobi yang sama.


Akhirnya mereka sampai di te ka pe. Sayangnya Brian harus memarkirkan mobil agak jauh dari lokasi. Tapi ga masalah, karena sepanjang jalan menuju lokasi disuguhkan jajanan tradisional dan masakini. Mulai jajanan rakjel, hingga ke barat baratan.


Karena waktu masih terlalu siang untuk memulai aksi balap liar tersebut. Akhirnya mereka memuaskan dan memanjakan perut mereka dengan jajanan yang ga setiap hari bisa mereka makan, namun terasa nikmat.


"Lexa.." panggil seorang pria yang diyakini adalah teman Alexa.


"Hai Roy, sama siapa?"


"Sama Andrew, tuh lagi jajan tahu bulat" jawabnya cuek sambil mengunyah cilok.


"Oiya, kamu sama siapa kesini?" Roy terlihat celingukan.


"Sama momy and dady" jawabnya cuek sambil menunjuk pasangan yang tengah saling suap 50m di depannya.

__ADS_1


"Serius itu momy lo?" matanya memindai penampilan momy nya.


"Iya. Kenapa? cantik ya? jangan coba coba naksir my momy, kalo masih mau masa depanmu utuh" peringatan Alexa membuat Roy reflek memegang miliknya yang tiba tiba terasa ngilu.


"Cuma dady ku yang bisa naklukin momy" lanjutnya sambil menyeringai.


glek


Roy menelan kasar ludahnya.


"Sehebat apa emang momy mu?" masih penasaran.


"Dua bulan lalu apa kamu ingat kalo Andrew pernah berurusan dengan polisi?"


"Uhuh.."


"Kamu tau gimana kondisi Andrew saat itu?"


"Babak belur parah meen... what? jangan bilang..."


"Yup, precisely"


"Gilaaaak... cakep cakep ngeri juga ya" Roy bergidik ngeri membayangkan kondisi Andrew saat itu.


"Nyet, gua cari cari nyangsang disini lo" panggil Andrew.


"Gua kesana dulu ya Roy" tanpa menggubris Andrew, Alexa memutuskan bergabung dengan momy dan dady nya.


"Cakep ya?" ucap Roy yang ternyata menaruh hati pada Alexa.


"Heh, cakep apaan. Anak papi kek gitu mana bisa diapa apain" tukas Andrew.


"Sinting lo otak mesum. Yang ada di otak lo cuma ***** doang"


"Udah ah males bahas dia. Tar gua dihantem nyokapnya lagi. Yok ke te ka pe. Bentar lagi mulai tuh" Andrew menyeret Roy yang tengah mengagumi Alexa.

__ADS_1


Alexa menarik kedua orang tuanya mendekati te ka pe karena acara sudah dimulai.


__ADS_2