
Tanggal pernikahan Alexa dan Elroy sudah ditetapkan. Mami Betty dan Papa Albert sangat antusias dengan pernikahan Putra mereka, Apa lagi besannya adalah menantunya sendiri. Ternyata mereka juga sudah tau tentang perasaan mendalam Elroy pada Alexa, hanya saja mereka tidak mau ikut campur urusan perasaan. Biar El berusaha dengan bermodalkan tekad yang bulat. Awalnya dia sangsi akan ditolak, mengingat sikap Alexa yang menganggapnya sebatas saudara. Namun tidak disangka, gadis itu pandai menyembunyikannya. Hanya Chelsea yang mengetahui tentang perasaan Alexa terhadap Elroy meski Alexa tak pernah sekalipun menyinggungnya.
Ditengah perjalanan menuju bengkel setelah mengantarkan Alexa ke kantor, perhatian Chelsea teralihkan dari jalanan ke Bugatti Veyron Super Sport yang tengah terparkir asal di bahu jalan.
Chelsea melewatinya, namun saat baru saja melewati sejauh 50m, Chelsea berhenti. Untung saja jalanan sedang sepi. Dia pastikan keadaan dibelakang aman, Chelsea pun memundurkan Rolls royce nya. Saat mobilnya dirasa sudah berada dalam posisi aman, dia tunggu respon dari pengendara Bugatti tersebut. Namun tak nampak pergerakan dari dalam. Akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri. Dia tak mau di cap abai, jika saja terjadi sesuatu pada pengemudi mobil yang ia lewati ini.
Chelsea membuka seat belt nya perlahan. Matanya tak pernah beralih memperhatikan pergerakan di dalamnya.
tok
tok
"Hallo, are you okay?"
tok
tok
Masih tidak ada pergerakan. Dia mencoba mengintip dengan menempelkan kedua tangan menyangga wajah yang menempel pada kaca jendela yang dipasangi kaca film tak tembus pandang. Dia mencoba lagi mengetuk lebih kencang.
TOK
TOK
TOK
"Hallo there, sir, madame. Are you okay?"
__ADS_1
clek
"Sir, madame.. is there any problem?"
Keluarlah seorang pria berusia 30an dengan penampilan yang kusut. Bau alkohol menguar dari dalam mobil.
"Bisa bisanya anda menyetir dalam keadaan mabuk. Biar saya panggilkan supir untuk mengantar anda, tuan"
Chelsea berbalik untuk melakukan panggilan telpon. Namun tak disangka, laki laki itu tiba tiba memeluknya dari belakang sambil terisak.
" Jangan pergi. Tolong jangan tinggalkan aku" Spontan Chelsea menyikut perutnya.
ugh
uhuk uhuk
hoek hoek
"Sudah lebih baik?" tanya Chelsea. Pria itu hanya mengengguk. Dia mengangkat pergelangan tangannya, melihat jam yang melingkar dengan gagah.
"Sialan, hampir waktunya. Nona, nisakah anda mengantarkan saya ke apartemen Y? Saya hampir terlambat bekerja" pintanya lemas.
"Ck, udah tau mo meeting, pake mabok segala" gerutunya malas, dan sedikitnya terdengar oleh pria itu.
"Maaf, merepotkan. Tapi ini benar benar penting"
"Baiklah"
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, Chelsea melangkah ke pintu pengemudi. Setelah masuk dia menghubungi Komar yang sempat dia hubungi sebelumnya.
"Nyet, ga jadi. Biar gue handle sendiri" Tanpa banyak bertanya, dia memasang seat belt, lalu memakai kaca mata hitamnya. Perkiraan waktu dari lokasi saat ini ke apartemen tujuan dengan kecepatan maksimal sekitar 10menitan. Kemudian dia mulai menyalakan mesin, sedikit membleyernya, lalu menancapkan gas dan melajukannya dengan kecepatan maksimal yang disesuaikan dengan kondisi jalan.
Pria itu melirik padanya, sebelah tangannya meraih pegangan yang ada di atasnya.
"Gila ni cewe" batinnya.
Dengan lihainya Chelsea mengendalikan mobil sport itu hingga tiba di tujuan dengan waktu 8menit.
"Here we are" Chelsea melepas seat belt, saat menoleh padanya, laki laki itu masih tertegun menatapnya tak berkedip.
"Hei, sir. Udah nyampe. Aku pergi"
Pria itu terkesiap, lalu gelagapan berterima kasih padanya.
"Oh, maaf. Terima kasih nona. Siapa nama anda? bagaimana saya harus berterima kasih?"
"Tidak perlu. Berhati hatilah saat mabuk"
Chelsea membanting pintu lalu memanggil taksi.
"Saat kita ketemu lagi, aku akan berterima kasih" teriaknya kala Chelsea hendak memasuki taksi yang kemudian di balas dengan lambaian tangan.
"Cewek yang menarik. Ya ampun, terlambat"
SEGINI DULU YA BIEBZ
__ADS_1
OTHOR ADA TAMU DULU
BYE, SEE YOU NEXT PART😉😘