Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#109. Week End?


__ADS_3

Chelsea tersenyum kaku pada Lisa yang dia ketahui adalah teman tak biasa mami nya.


"Maaf ya tan. Saya ga bisa mentolelir pelakor. Mau diliat dari segi manapun, pelakor ya tetap pelakor. Wajib dimusnahkan. Eh maaf, suami tante kerja dimana?"


"ehm saya belum.... menikah" kata terakhirnya berupa cicitan.


"Maksudnya, janda? MAMIII BILANG SAMA PAPA NANTI CHELSEA YANG JEMPUT" waspada mode on.


"Bukaaan" Lisa mengibas ngibaskan kedua tangannya.


"Gawat, perawan tua" batin Chelsea.


"Ehm, kakak ini kakak nya El ya?" Lisa mencoba mengalihkan topik.


"El? jangan jangan ni perawan tua mo ngegaet Elroy. Gak bisa dibiarin" geram Chelsea dalam hati.


"Iya. Calon mertuanya juga"


"Hah? mak maksudnya gimana kak?"


"Saya sama El itu gak se darah. Terus, El itu udah klepek klepek sama anak saya dari jaman sekolah dulu. Berhubung sekarang dua duanya udah siap, ya udah kita nikahin aja. Jadi ga repot kenal sana kenal sini yang gak jelas karakternya kan?"


"Ooh gitu. Tapi kalo ada yang suka... sama El gimana?" cicitnya.


"Hadepin saya, kakaknya El. Kalo ada yang mau ngehasut hubungan mereka, hadepin saya, momy nya Lexa. Yaaa barangkali mo kenalan sama kunci inggris gitu kan?" sungguh pilihan yang sulit man teman😅


"Sayang, ni dah jadi rujaknya" mami Betty datang dengan semangkuk penuh rujak asinan. Chelsea bertepuk tangan bak anak kecil yang senang dibelikan es krim. Dia langsung melahap suapan pertama yang bikin lidah dan perutnya menari.


"Eh lupa. Tante mau? duh maaf ya kalo Chelsea gak sopan"


"Tante? tante siapa, sayang?"


"Ini tante Lisa, kan?" sambil sibuk menyendok dan melahap rujak yang bikin ngilu gigi itu.


"Ya ampun, kamu tuh dah mo punya mantu tapi masih polos gini" Betty menyeka sudut mulut Chelsea yang belepotan.


"Lisa tuh, temen kuliahnya El, sayang"


uhuk uhuk


"Ya ampun, anak mami. Pelan pelan dong sayang"


"Pedes mi, uhuk uhuk"


"Temen kuliah? kenapa gak bilang?"

__ADS_1


tin


tin


"oh tante, kayaknya Lisa udah dijemput deh. Maaf ya sudah mengganggu waktunya. Kak, Lisa pamit ya"


"Hmm" Chelsea hanya mendehem. Saat Lisa hendak menyalaminya. Chelsea segera berlalu, membuat Lisa gelagapan.


Chelsea tak bermaksud berbuat jahat, tapi dia tak mau seolah menyambut perusak hubungan orang.


Saat mobil yang menjemput Lisa sudah terdengar memundurkan mobilnya, Chelsea pun pamit.


"Mi, Chelsea pulang ya. Tolong bilang sama papa Chelsea gak jadi jemput. Papa jangan keluyuran gitu. Kalo nggak, Chelsea beneran damprat deh" entahlah, mood nya tiba tiba buruk. Mungkin efek hamil yang Chelsea sudah ketahui 1 minggu yang lalu. Ya, semenjak kejadian yang menyebabkannya keguguran tempo hari, masa pemulihan Chelsea terbilang cukup cepat. Untung saja kecelakaan itu tak membuat rahimnya rusak. Tapi Chelsea belum memberitahukan perihal kehamilannya pada Brian. Karena seminggu ini Brian selalu pulang dalam keadaan yang sangat kelelahan. Selalu langsung tertidur pulas kala selesai membersihkan diri sepulang kerja. Karena itulah Chelsea yang inisiatif mendatanginya ke kantor untuk memberikan asupan gizi😅


Chelsea keluar dari rumah, tampak mobil yang menjemput tamu tak biasa tadi masih memundurkan mobilnya. Tapi mobil itu tampak tak asing baginya. Dia mengedikkan bahu tak peduli. Akhirnya dia masuk ke mobilnya dan ikut memundurkan mobilnya. Namun mobil yang lebih dulu hendak keluar malah berhenti dan diam. Terlihat dari spion atas kepalanya jika penumpang dan pengemudi tengah berdebat, sedang si pengemudi menatap kedepan sambil menanggapi debatan si penumpang.


" ck, cari perkara emang" Chelsea membuka seat belt lalu keluar dari mobil. Dia melipat kedua tangannya di dada, tatapannya masih mengarah pada mobil di belakangnya, menunggu reaksi didalamnya atas sikap Chelsea yang jalannya terhalangi mereka.


clek


Pintu pengemudi terbuka, terlihat ragu perlahan turun. Saat si pengemudi sepenuhnya keluar dari mobil, terlihat gugup.


"Bisa minggir? saya mau keluar" cuek Chelsea tak mau babibu( basa basi busuk.red).


" Kita ketemu lagi" ucap si pengemudi tak menghiraukan perintah Chelsea.


"Saya sudah bilang kalo saya akan berterima kasih saat kita ketemu lagi"


"........." Chelsea tak bergeming, mengerutkan alis.


"Bagai mana kalau makan malam? malam ini di restoran hotel S"


"Ngapain?"


"Ya ungkapan terima kasih udah nolongin saya tadi pagi"


"ooh. Sama sama. Bisa mundur? Saya mau pulang"


"Baiklah, saya tunggu jam 7 malam" laki laki itu yang adalah Mario lantas masuk kembali ke dalam mobil dan memundurkan mobilnya. Ada yang aneh dengan ekspresinya. Dia terlihat senang. Cih


Chelsea pun mengendarai Rolls Royce nya pulang untuk memasak menyambut kepulangan anak dan suaminya.


Chelsea meng-ultimatum Brian agar pulang lebih awal karena ini adalah hari jum'at, waktunya family time hingga minggu malam.


Benar saja. Pukul 5 tepat Brian sudah sampai di rumah dan disambut oleh Chelsea. Jangan tanya bagaimana caranya menyambut. Membuat mata kedua anaknya memutar ke atas, tapi sebenarnya mereka suka dengan keharmonisan orang tuanya yang tak pernah ada badai sedikitpun.

__ADS_1


Chelsea melompat lalu membelitkan kakinya pada pinggang Brian, mengalungkan kedua tangannya di leher Brian.


"Bear.. you're home"


"As you wish, mi lady"


Chelsea menggiring tangan suaminya ke perutnya.


"Welcome home, dady bear" bisiknya ditelinga Brian.


"What? benarkah?" Brian kegirangan hingga lupa menciumi istrinya di ruang tengah.


"Bubar bubar" seru Alexa yang kemudian mengajak adiknya, Harvey untuk pergi ke kamar.


"Stop it, bear. Kamu ngusir anak anak tuh"


Mereka akhirnya menikmati family time bersama seperti biasanya. Makan malam yang diselingi candaan gurauan, menceritakan segala kegiatan mereka di luar rumah seminggu ini. Tak lupa membahas perihal persiapan pernikahan Alexa bulan depan.


tring


tring


Ponsel Brian berbunyi di kamar. Dia tak ingin moment nya diganggu karena week end adalah waktunya melepas beban pekerjaan. Dia harus adil pada keluarganya. Waktu 3 hari rasanya kurang. Kalupun ada hal penting, paling mengirimkan pesan sehingga bisa dibacanya kapanpun.


ting


tong


Bel pintu berbunyi, waktu menunjukkan pukul 10 malam waktu setempat. Keempat orang itu masih asik tengah bercanda tawa.


"Maaf tuan, ada tamu" ucap salah seorang asisten.


"Siapa mbok?" tanya Brian terheran. Perasaan semua relasi dan irang kantor sudah tahu jika setiap week end dia tidak mau diganggu.


"Anu, katanya Pak Mario, tuan" sang art pun segera ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk tamu, kala melihat tuannya bangkit.


"Makasih mbok"


"Ngapain Mario kesini?" gumamnya.


"Hei, bro. Maaf mengganggu waktunya. Saya cuma bingung, ga punya temen hang out. Kebetulan saya lewat daerah sini. Saya telpon ga diangkat, yaudah siapa tau kamu ada di rumah. Bener tebakanku"


"Eh, Yo. Iya kalo week end gini ya sukanya ngumpul sama keluarga. Makanya, lo cepet berkeluarga dong"


MULAI NGEBOSENIN YA CERITANYA?

__ADS_1


BINGUNG MAU DI END-IN KEK GIMANA ENDINGNYA.


__ADS_2