Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#114. Hamil 5 tahun


__ADS_3

Chelsea benar benar jadi pusat perhatian para tamu resepsi. Penampilan seksinya tak memberi kesan murahan, membuat sebagian besar tamu laki laki meninggalkan pasangannya dan diam diam mengaguminya di beberapa sudut ruangan.


Brian geram dengan kondisi tersebut. Kenapa istrinya itu mempunyai aura yang memikat. Kenapa dia tak bisa mengurungnya hanya untuk dia nikmati sendiri saja?


Brian yang tengah bersungut seorang diri terus menatap tajam pada istrinya yang tengah asik menyambut sapaan para tamu yang kebanyakan adalah pria. Tamu dari mana? Tiba tiba kenal, tiba tiba akrab. Datang diundang, awas aja kalo pulangnya minta diantar.


Chelsea yang tahu dengan situasi emosi suaminya pun mengerlingkan mata dari jauh. Dia tak berani untuk mendekat. Takut gak bisa mengendalikan diri kala berdekatan.


Dia senang mengoda suaminya seperti ini. Karena sudah dipastikan yang ditunggunya adalah hasil akhir. HUKUMAN🤭 pake tanda kutip.


Brian memperhatikan dari kejauhan, meski istrinya berusaha ramah kepada para tamu, namun dia tak membiarkan dan memberi celah pada mereka untuk lebih lama dan lebih jauh mengobrol. Chelsea selalu berpindah tempat, menyapa satu per satu tamu yang datang.Meski tak semua.


Akhirnya dia merasa tak adil pada suaminya. Diapun mendekati Brian dengan langsung merangkul lehernya dengan sebelah tangan. Satu tangannya lagi ia taruh di dada Brian.


"Hai my sexy bear. Senyum dong" seperti biasa, Chelsea selalu murahan kala berdekatan dengan suaminya. Dia benar benar tak bisa menahan diri untuk tak menyentuh Brian.


Telunjuk nakalnya menyusuri alis, pipi, hidung, bibir yang langsung mengecup telunjuk nakal istrinya.


"Kamu marah, bear? tanyanya berbisik di rahang tegas Brian. Menggelitiknya. Gatau kapan telinganya pindah kesitu😅


Brian tak mengatakan apapun. Ekspresinya masih kaku. Dingin. Dia tau dia telah berjanji untuk tak marah pada istri nakalnya ini. Heh, lihat saja, hukuman menantimu. Batinnya.


Kan? harapan Chelsea terkabul.


"Baiklah, jika kamu marah" Chelsea menunduk dan perlahan melonggarkan rangkulannya.


grepp


Brian meraih pinggang ramping Chelsea dan membisikan kata ancaman.


"Berani pergi dariku?" ucapnya berat dan dalam. Namun bagi Chelsea itu menandakan kepemilikan. Bukan ancaman.


Chelsea kembali menempel padanya.


"Mana sanggup aku pergi darimu?" Chelsea menatapnya dalam. Kesungguhan dalam ucapannya membuat Brian tanpa sadar menciumnya dalam.

__ADS_1


EKHEM


"Yang nikah siapa, yang mesra mesraan siapa?" sindir Alexa yang tengah mengapit Elroy. Konsep resepsi ini adalah pasangan pengantin yang menyapa tamu, jadi tidak dibuat bosan dan dipaksa senyum.


"El, mulai sekarang Lexa adalah tanggung jawabmu. Jadikan dia semesta mu, atau aku akan jadi nerakamu" pesan Brian pada Elroy.


"Sayang, jangan galak galak dong sama mantu. El, jaga anakku ya. Sayangi dan cintai dia sepenuh hatimu, jika kau sayang nyawamu"


deg


Gak galak sih, cuma horror.


"Ayo bear, aku pengen pipis. Anterin yok"


"Ya ampun, momy, horror nya gak ketinggalan"


"El..." suara lirih seseorang di belakang mereka menghentikan langkah mereka untuk menyapa tamu lain. Mereka berbalik bersamaan, dengan tangan yang masih saling bertaut.


"Kamu..." ucapan Elroy tertahan kala melihat perut Lisa yang sedikit membuncit.


"Kukira kamu akan bertanggung jawab" ucapnya lirih.


"Apa yang harus ku pertanggungjawabkan dari kamu?" jawab Elroy dingin. Alexa melonggarkan tautan tangannya, namun Elroy menahannya.


"Kamu benar benar tidak ingat malam itu? waktu kamu mabuk, dan akhirnya.. kita..." ucapannya terjeda, dilanjut dengan kembali mengusap perutnya. Setetes cairan bening lolos.


"Kapan itu? kamu yakin kalo itu aku?"


"Apa kau ingat sewaktu ketua jurusan merayakan ulang tahun di club? kamu waktu itu mabuk, aku mengantarmu pulang ke apartemen, dan kamu.. kita.."


Alexa menatap tajam pada Elroy, menuntut penjelasan. Namun Elroy menatapnya balik dengan tenang.


"Aah...ya aku ingat. Itu sekitaaar.. 5 tahun yang lalu kan? apa kamu hamil selama itu?"


"ppft..." Alexa menyembur tawanya yang tertahan. Dan Lisa terlihat gelagapan.

__ADS_1


"Apa kamu mengambil salah satu taplak meja disini? sepertinya perutmu terlihat kusut" tambah Elroy.


"Ayo sayang, kita sapa tamu yang lain. Aku gak percaya pihak WO menampilkan hiburan murahan kek gini" Elroy mengecup pucuk kepala Alexa dan menariknya pergi. Alexa tertegun dengan sikap dingin Elroy pada wanita jadi jadian ini. Apa dia pernah melakukannya dengan wanita ini lalu mencampakkannya? Alexa sungguh tidak mengetahui karakter asli dan keseharian Elroy dengan lingkungannya.


Alexa sibuk menata hati berusaha mengesampingkan perasaannya pada saudara dadakannya. Jadi dia tak mencari tahu tentangnya. Berbanding terbalik dengan Elroy yang selalu mengetahui tentang keseharian Alexa. Mengawasinya dari kejauhan. Hanya saja dia merasa menyesal telah lengah saat tragedi itu. Dia pikir dia akan aman kala bersama ibunya. Dia tidak bisa melindunginya. Sempat terpikir oleh nya untuk mundur, bukan karena Alexa telah dijamah orang gila, tapi karena ketidakmampuannya untuk terus berada disekitarnya untuk melindunginya. Namun tekadnya berkata sebaliknya. Alexa butuh sokongan, Alexa butuh orang orang yang dicintai dan mencintainya tanpa syarat.


Alexa mengeratkan rangkulan tangannya. Dia tak peduli masa lalu laki laki yang sudah sah menjadi suaminya ini. Yang dia pedulikan adalah bagaimana mereka menancapkan rasa saling percaya dan menjaga juga menghargai hati mereka satu sama lain.


Kedua orang tuanya adalah role model nya.


Elroy menghentikan langkah di tengah ballroom kala merasakan rangkulan istrinya mengerat. Dia memposisikan diri berhadapan dengannya, lalu merangkul pinggang rampingnya. Sebelah tangannya mengarahkan tangan Alexa agar mengalungkan tangannya di lehernya. Alexa tertegun. Jantungnya berdegup kencang. Dia tak pernah se intim ini dengan seorang pria.


"Apa kau percaya padaku?" tanya nya seraya menatap dalam mata hijau itu.


"Aku percaya Tuhanku menghadirkanmu untukku, karena kau yang terbaik untukku"


Elroy tersenyum puas mendengar jawaban istri beberapa jam nya ini. Dia mendekatkan kepalanya, lalu mencium bibir istrinya, untuk pertama kalinya. Dalam hidupnya, baru kali ini dia menyentuh wanita. Tak terbayang bagaimana Elroy menahan detak jantungnya yang melompat lompat.


" huuuuuuu..... get a room...."


Seruan para tamu menggelegar kala mereka tanpa sadar menyuguhkan tontonan yang membuat haru para tamu.


Merekapun tersadar dan wajahnya sama sama memerah. Lalu saling berpelukan untuk menyembunyikan rasa malunya.


Chelsea dan Brian yang juga ikut menonton pertunjukkan itu saling bersandar. Sudah waktunya mereka melepas anak gadisnya, dan menyerahkannya pada pasangannya. Harapan mereka, anaknya juga disirami cinta dan kasih sayang oleh pasangannya, sebagaimana mereka menyiraminya selama ini, hingga tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan penuh cinta.


"Hei, bro. Selamat ya. Akhirnya kamu punya menantu yang kompeten" Mario tiba tiba menghampiri dan menyalami Brian yang tengah asik memperhatikan kebahagiaan anaknya yang tengah berdansa diiringi lagu I Do, Cherish you (by. 98°).


"Ah, Mario. Terimakasih" Brian balik menyalami nya. Namun senyumnya luntur kala mendapati arah tatapan Mario.


BEIBZ KU ZEYENK


MAAF YA BARU UP, KEMAREN SIBUK WISUDAAN C SULUNG


MAKASIH BUAT YANG BERSABAR DAN SETIA MENUNGGU😘😘

__ADS_1


__ADS_2