Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
Extra Part 2


__ADS_3

"Sayang, hari ini aku harus ke kota M untuk meninjau proyek baru" Brian yang baru keluar dari kamar mandi terlihat segar dan menggiurkan. Apalagi tetesan air yang turun dari rambut basahnya ke dada meluncur ke perut dan..... ahh tau lah ya.


" Oh ya? berangkat jam berapa?" tanya Chelsea seraya mendekat dan mengambil alih handuk kecil yang digunakan Brian untuk mengeringkan rambut basahnya.


Brian terduduk di pinggir ranjang, membiarkan istrinya mengurusinya bak anak kecil.


"Jam 10. Dewi sudah memesankan tiket dari kemarin. Jadi aku langsung berangkat dari kantor ya"


"hmm" Chelsea hanya bergumam sambil tangannya terus bergerak mengeringkan rambut Brian.


Keterdiaman Chelsea membuat Brian menjadi was was.


"Berapa hari?" tanya Chelsea dingin. Dia berjalan ke arah lemari intuk mengambilkan kemeja, celana, jas, dan dalaman Brian.


"3 hari paling cepat. Itupun kalau pekerjaannya gak terhambat cuaca buruk. Soalnya ada target yang harus aku awasi" jelasnya lagi. Brian tak pernah menutupi apapun dari Chelsea. Termasuk masalah pekerjaannya. Karena Chelsea bisa menjadi partner mencari solusi kala Brian merasa buntu dengan permasalahan di kantor. Entahlah, dari mana bidadarinya ini mendapat pengetahuan tentang kepemimpinan perusahaan dan berbagai permasalahannya. Padahal dia hanya sebagai montir senior sekaligus pemilik, dan juga manajer rumah tangga. Tapi dia selalu punya solusi, apalagi kalau membahasnya sambil iya iya kala malam tiba. Lancar bagai kereta api ekspress.


Brian terus mengoceh tentang keberangkatannya ke kota M, dan Chelsea pun menemukan pakaian kerja Brian untuk hari ini. Namun tanpa Brian sadari...


"Sayang, kemana baju kamu?"


glek


Brian tau Chelsea tengah merajuk. Dia menanggalkan seluruh pakaiannya kala mencari pakaian Brian. Dia tak suka ditinggal lama lama, apalagi 3 hari. Serasa 3 abad baginya.


Terpampanglah 2 gundukan kenyal di depannya, sambil memakaikan kemeja pada Brian.


"Pergilah" ucapnya dingin. Tangannya mengancingkan satu per satu kemeja sedang sebelah lututnya ia daratkan di sela sela kaki Brian yang terduduk di ranjang dengan handuk yang membelit pinggangnya.


"Aku mau pergi kerja, sayang" ucapnya serak sambil menelan ludah.


"Aku tau. Jangan lupa makan siang" tangan Brian hendak menyambut si kembar namun Chelsea segera menepuknya keras.


plakk


"Nanti tunggu 3 hari lagi" tantang Chelsea.


"Tapi masih lama, sayang. Dikit aja ya" Brian memelas karena sesuatu minta di makan dalam dirinya.


Chelsea memakaikan celana Brian dengan gerakan lambat. Brian dimintanya untuk berdiri, lalu menaikan celananya hingga ke pinggang. Dipasangkannya kancing lalu perlahan menaikan sleting sambil mengelus yang membengkak.


Chelsea orang yang rapi. Dia tak mau penampilan Brian berantakan. Dia memasukkan tangannya kedalam celana untuk merapikan kemejanya. Dan beberapa kali menyenggol pusakanya. Semua itu ia lakukan dengan gerakan lambat.


Brian tak bisa berkata kata. Dia pasrah kala disiksa istrinya. Apa lagi saat Chelsea memasangkan dasi. Jari lentiknya mengusap lehernya sebelum membuat simpul. Puncaknya adalah saat Chelsea berbalik lalu menunduk untuk membuka laci meja rias untuk mencari jepit dasi.


Bemper polosnya itu dengan jelas menantang si keris untuk menggores dan menusuknya.


"Aku tuh gabisa diginiin. Persetan dengan proyek. Masa depan keris lebih penting" Brian langsung menanggalkan apa yang sudah menempel, dan meyerangnya membabi buta. Membuat Chelsea memekik kegirangan karena lagi lagi berhasil mengalahkan beruang kutubnya.


Pergulatan itu selesai dalam waktu 1 jam.


" 1 hari. Gak bisa lebih" tegas Chelsea. Dia paling jago jika tawar menawar dengan Brian.

__ADS_1


Dan Brian selalu tak bisa menolak.


Akhirnya Brian berangkat ke bandara dari rumah, dan Chelsea yang mengantarkannya membawa kedua bocah balita kesayangannya.


Kepala Chelsea menyandar pada pundak nyaman Brian. Tangannya sambil menskrol ponsel melihat lihat postingan seseorang.


Chelsea bangkit dan pamit pada Brian untuk pergi ke toilet. Dia mencium kedua kesayangannya terlebih dahulu. Memberikan mereka pengertian.


tring


tring


Brian mengangkat telpon dari kliennya. Tiba tiba seseorang mendekati kedua bocah balita yang tengah berlari berputar putar di sekitar Brian. Bercanda sambil terus mencari keberadaan orang tuanya.


Chelsea telah mengajarkan kewaspadaan pada bocah bocah itu.


"Hai kids.,. kata momy disuruh ke toilet sama momy. Yuk aunty anter"


"Onty?"


"Iya aunty Siska. Yuk nanti keburu pesawat nya dateng. Pipis dulu yuk"


Shelly dan Axel saling pandang. Akhirnya mereka menurut meraih tangan Siska.


"Onty onty.. toiletnya cebelah cana" kata Shelly.


"Yang disana aja yuk. Momy ga ada disitu"


"Ecel tuga pen pipis"


"Ooh ya udah. Tapi nanti kesana ya"


Mereka berjalan ke arah toilet yang ditunjukkan Shelly.


"Onty gak mau macuk citu. Itu buat peyempuan. Evellkan yaki yaki. Ih mayu. Cebeyah cini"


"Tapi celi pen pipis Ecel. Ecel juga pipis cini aja"


"Gak mau. Mayu. Nanti dimalahin momy gak boyeh nintip nintip. Matanya bica GEDE"


"Momy ta ndak tau Ecel. Cepetan nanti celi nompol"


" Da mau cini aja onti. Antey ecel duyu"


"Celi duyu"


"Ecel"


"Celi"


Mereka saling tarik menariak kedua tangan Siska yang jengah dan kebingungan, juga ketakutan.

__ADS_1


"MOMYYY HUAAAAA .... PEN PIPIS ONTI NYA NATAL DA MAU ANTELIN"


"MOMYYYYY..."


"Maaf ada apa ya bu?"


"Tanya Security"


"Eh gak papa. Ini anak anak saya bingung mau masuk toilet yang berbeda"


"Onti bo ong, kita butan anak anakna onti pak. Momy da ada tini tapi onti bilang mo antelin kita te momy"


"Talo ndanpeltaya tita tana dady yuk ditana"


Shelly langsung membawa Axel dan meraih tangan satpam ke arah Brian.


"Maaf pak, apa benar ini anak anaknya?"


"Dady dady Celi pen pipis tapi onti nda mau antelin macuk"


"iya pak. Ini anak anak saya . Sayang onti siapa?"


" Maksud kalian aunty Siska ini?" tanya Chelsea yang tiba tiba datang sambil memiting sebelah lengan Siska yang diduga hendak melarikan diri.


"MOMY" pekik mereka berdua yang langsung memeluk kaki Chelsea.


"Momy onti natal, maca Ecel diculu macuk toiyet peyempuan. Tan nda boyeh tan momy nanti mata ecel bintitan tan tan?"


" Haha anak anak momy pinter. Pak tolong bawa wanita ini ya. Dia bermaksud tidak baik pada anak anak saya. Kalau ga percaya coba cek riwayat kejahatannya di kepolisian"


"Baik bu. Ayo ikut kami nona"


"Lepas. Chelsea kamu gak bisa kek gini sama aku. Aku pastiin-"


"Janan malahin momy. Nanti ecel potek potek kaki onti tlus ecel lebus"


Security akhirnya menarik paksa Siska.


"Sayang sayangnya momy pinter deh. Kalian gak papa kan?"


"Ecel mo pipis momy"


"Celi juga'


"Tapi ecelnnda mau ke toiyet tewe momy. Ecel nda mao matana GEDE"


"Celi juga nda mao ke toiyet towo, nanti tatut diseyuduk . Kan momy kan kan?"


DAH SENIN AJA


BONUS VOTE NYA DONG🤭

__ADS_1


__ADS_2