
Dennis benar benar salah tingkah dengan interaksi mereka berdua.
" hei, masih ada aku disini. Tidak kah kalian merasa iba padaku?" Brian dan Chelsea terkekeh, lalu mereka kembali ke lokasi pesawat untuk ikut membantu evakuasi para korban.
Namun setengah perjalanan terlihat orang yang tadi ditembak jatuh oleh Dennis bangkit dan mengarahkan senjata pada mereka.
"Chelsea, awaaas..."
dsing
Tubuh Chelsea bergetar, Brian mengambil pucuk senjata yang Dennis genggam lalu mengarahkan pada penjahat dan menembaknya hingga benar benar tak bisa bangun lagi. Dia terengah dipenuhi amarah membayangkan harus kehilangan istrinya.
"Den.. Dennis.. bangun Den..." Chelsea terisak dalam pelukan Dennis yang menghadang timah panas untuknya. Tubuh kekar itu perlahan terkulai jatuh yang masih bisa Chelsea tahan sehingga secara perlahan jatuh. Timah panas itu bersarang di dada sebelah kanannya.
__ADS_1
"Dennis.... Dennis bertahanlah... kita akan selamat... BERTAHANLAH BODOH..." Chelsea terisak lalu berteriak kala cengkeraman Dennis melonggar.
"Ja..ngan.. na..ngis.... Setidak...nya... aku..ma..ti..dipelukan..mu.... I Love.. you.. al..ways... Chels..." Dennis menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Chelsea yang menangis meraung raung.
Brian prihatin dengan kejadian itu. Satu lagi orang yang bersedia mati untuk istrinya. Bukannya ingin menyalahkan Tuhan, hanya saja Tuhan punya cara tersendiri dalam menyampaikan pesannya. Betapa Chelsea sangat dicintai. Dia sempat cemburu kala mengetahui selama ini Chelsea bersamanya, bukannya tak percaya pada istrinya. Dia hanya tak mau berbagi Chelsea dengan siapapun, meski hanya mengaguminya. Namun dia tak bisa jika tak berterima kasih atas pengorbanannya.
Chelsea terus tergugu menangisi kepergian salah satu sahabatnya dalam dekapannya. Brian menghiburnya, menenangkannya.
Tak lupa pihak maskapai dan kedutaan negara S berterima kasih atas bantuan warga perkampungan Bangladesh yang menyiapkan persediaan makanan untuk para penyintas.
Tragedi itu menyisakan duka bagi para penyintas. Selain menjadi korban selamat jatuhnya pesawat, mereka juga hampir menjadi korban kekejaman oknum perdagangan manusia yang tengah di buru seluruh dunia. Beberapa orang meninggal dalam adu tembak kala itu.
Saat Chelsea menelpon pihak kedutaan, bersamaan dengan informasi tempat bersembunyi nya para oknum perdagangan manusia yang memang dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat. Oleh karena itu saat tim SAR bergerak menuju lokasi, pihak militer juga mengirimkan pasukan pembasmi *******. Untunglah Chelsea berhasil menyelamatkan diri bersama Dennis, meski kemudian Dennis harus meregang nyawa demi melindungi Chelsea.
__ADS_1
Kabar duka itu disambut dengan raungan dan tangisan para keluarga korban.
Chelsea dikejutkan dengan kabar jika Dennis belum pernah menikah, lalu perkataannya saat itu ternyata adalah kisah kakaknya. Chelsea semakin merasa bersalah. Selama ini dia tak pernah memberinya harapan, namun harapan itu selalu Dennis ciptakan sebagai motivasinya untuk bertahan hidup. Dennis mengidap kanker hati stadium 2. Keluarga yang mengetahui perasaannya tentang Chelsea menangis tersedu. Pasalnya, Dennis selalu menolak dijodohkan dengan alasan sudah mencintai satu wanita, dan dia hanya mau menikah dengan wanita itu. Keluarganya pun pernah melihat koleksi foto Chelsea yang dipajang apik dalam lemari kaca di ruang pribadinya.
Tangisnya semakin pecah. Betapa bodohnya sahabatnya ini.
"Bodoh.. kamu bodoh Dennis... Kamu tau aku gak bisa berpaling... Kamu sahabatku.. dan akan selalu menjadi sahabatku..." Chelsea terisak sambil memeluk foto Dennis dan dirinya kala masa sekolah dulu. Foto yang Dennis simpan dalam pigura cantik, dan ia simpan di meja kerjanya.
Komar mendekati nisan yang baru ditancapkan dengan nama Dennis tertera diatasnya.
"Hei bro. Lu hebat. Lu bisa mendapatkan posisi spesial di hati dewi kita. Dan lu menyerahkan segenap hati dan jiwa lu buat dewi kita, Chelsea. Gue iri sama elu, bro. Lu udah tenang di alam sana. Lu persembahkan sisa hidup elu buat Chelsea. Hik... gue iri bangsul... gue bener bener iri sama lu...hik.. gue salut.. You're the best, my bro" Komar pun tak bisa menahan tangisnya kala mengingat perjuangan Dennis menahan perasaannya untuk Chelsea. Di satu sisi dia ingin mengungkapkannya dan memilikinya, di sisi lain dia takut Chelsea menolaknya dan menjauhinya.
Saat Dennis memutuskan menyerah dan menjauhi Chelsea, dari situlah kebiasaan minum dan merokoknya tak bisa dihentikan, dan itulah yang menghancurkan tubuhnya secara perlahan.
__ADS_1