Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#104. Terima?


__ADS_3

Chelsea, Alexa, Brian, Harvey, dan Elroy tengah dalam sebuah perahu. Mengambang dan melaju perlahan.


Brian mengembangkan senyum, namun tidak dengan Chelsea dan Alexa. Wajah datar mereka tak membuat senyum di bibir Brian surut. Menurut Brian, hanya wahana ini yang cook bagi mereka, pasalnya kedua wanita tercintanya baru pulih. "Yang bener aja, dad. Gak harus ke istana boneka juga kan? ini sih wahana buat nenek nenek" kini Harvey yang komplen. Elroy pun tak kuasa menampakkan wajah bosannya. Secara dia masih muda, butuh tantangan selain ngambil hati wanita pujaannya. Kalo dikasih kek beginian malah cepet tua yang ada. Fuhhh . Helaan nafas orang orang berhembus bersamaan.


Chelsea tiba tiba terpikir sesuatu. Dia mengutak atik ponsel milik Brian. Karena ponselnya ada di dalam koper.


Baby, can't you see I'm calling?


A guy like you should wear a warning


It's dangerous, I'm falling


Chelsea berdiri di dalam perahu, dia menirukan gaya menyanyi Britney Spears, lalu menarik Alexa bergabung.


There's no escape, I can't wait


I need a hit, baby, give me it


You're dangerous, I'm loving it


Too high, can't come down


Losing my head, spinnin' 'round and 'round


Do you feel me now?


Mereka terus melakukan lip sync dan bergoyang mengikuti alunan musik.


Perahu yang mereka tumpangi pun bergoyang goyang karena ulah kedua wanita ini.


With a taste of your lips, I'm on a ride


You're toxic, I'm slippin' under


With a taste of a poison paradise


I'm addicted to you


Don't you know that you're toxic?


And I love what you do


Don't you know that you're toxic?


(Toxic -Britney Spears)

__ADS_1


Brian mencekal pinggiran perahu yang tak berhenti bergoyang. Dia takut jika sewaktu waktu perahu ini terbalik dan mereka tenggelam.


Chelsea terus bergoyang sambil mengikuti lirik lagu itu, gerakannya kini menggoda Brian. Meraih dagu yang kini ditumbuhi bulu halus. Menatap wajah pucat Brian yang tampak tak teralihkan oleh sentuhan Chelsea. Istrinya itu tergelak dengan sikap Brian yang ketakutan, seolah mereka berada di lautan lepas.


Chelsea memberi kode pada Harvey yang duduk di sebelah Brian untuk pindah agar dia bisa bersebelahan dengan suami tercintanya.


Brian menatap hangat pada Chelsea yang kini sudah berada di sisinya, dengan senyumnya lagi.


"Terima kasih, bear. Terimakasih karena kamu menjadikanku wanita paling bahagia, paling merasa berarti dan dibutuhkan" Chelsea menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh suaminya.


Lengan sebelah kanannya memeluk erat lengan kiri Brian.


Brian mengecup pucuk kepala Chelsea.


Chelsea perlahan mengangkat kepalanya dari bahu kokoh lelakinya. Menatapnya penuh cinta. Perlahan kepala itu saling mendekat.


EKHEM


Deheman ketiga orang itu menghentikan laju kepala mereka yang hampir beradu.


"Banyak anak kecil disini, mak" seru Alexa yang membuat Chelsea dan Brian tertawa. Ya berapapun usia mereka, tetaplah mereka adalah anak anak bagi mereka.


Turun dari wahana yang membosankan bagi pecinta kegiatan yang memacu adrenalin, Chelsea dan Alexa yang giliran mendominasi pilihan permainan.


Karena Brian satu satunya yang menentang, akhirnya dia pasrah mengikuti keempat orang itu memilih wahana ekstrim. Tentu saja roller coaster yang menjadi tujuan utama mereka.


Pada saat kereta itu perlahan naik, Brian terlihat merapalkan do'a demi keselamatan jantung nya. Alexa siap membidik. Chelsea merasa iba dengan suaminya, akhirnya dia mengapit wajah suaminya dengan kedua telapak tangannya agar menghadap padanya, lalu menciumnya dalam.


cekrek


cekrek


cekrek


Alexa kembali berhasil mengabadikan moment itu.


🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝🚝


Setelah puas menjelajahi berbagai wahana, mereka memutuskan untuk makan di restoran padang. Kesenangan itu cukup menguras tenaga mereka.


Dalam waktu yang santai itu, Elroy mulai membuka suara.


"Kak, semuanya, El turut prihatin dengan kejadian yang baru saja menimpa keluarga kakak. Maaf kalo El tidak ada saat dibutuhkan. Tapi, sebenarnya sebelum El mendapat kabar tentang musibah yang menimpa keluarga kakak, El sudah menyiapkan diri untuk melamar Alexa"


Semua sontak terkejut, terutama Alexa yang langsung berdiri. Tangannya di tahan oleh Elroy.

__ADS_1


"Duduklah, tolong dengarkan sampai akhir" Alexa kembali duduk dengan suasana hati yang berkecamuk.


Chelsea mengusap punggung tangannya. Menenangkannya.


Terlihat Elroy mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah. Lalu di serahkannya pada Alexa.


" Bukalah. Aku telah menyiapkannya 2 tahun yang lalu. Selain keberanianku yang belum cukup, tabunganku juga belum cukup untuk memberikan penghidupan yang terbaik untukmu"


Alexa membuka kotak itu. Terdapat sebuah cincin dengan ukiran singkatan nama di atasnya, yang berhiaskan berlian yang bersinar terang terkena pantulan sinar matahari.


Chelsea menutup mulutnya terharu, dengan mata berkaca kaca.


"El?" Alexa menyebut inisial yang terukir di cincin itu. Lalu Elroy mengangkat telapak tangannya yang sebelah kiri, dimana telah tersemat cincin dengan model yang sama, hanya saja inisial yang tertera diatasnya adalah "AL".


"Hu um. Agar masing masing dari kita selalu mengingat pasangan kita dimanapun kita berada. Setidaknya, kalaupun kamu menolakku, aku akan tetap memakainya.


"Tapi... aku sudah-" ucapannya terhenti kala melihat Elroy memungut tisu yang terjatuh, lalu hendak ia gunakan untuk mengelap mulutnya.


"El, itu kotor. Kamu jorok ihh" Alexa langsung menepis tisu itu.


Elroy hanya tersenyum.


"Tau darimana kalau tisu itu kotor? apa karena berasal dari bawah? bagaimana jika tisu yang ada di atas meja makan itu juga sebelumnya berasal dari bawah, tapi ada yang mengembalikannya ke tempat semula? Alexa, segala sesuatu yang terlihat bersih, belum tentu benar benar bersih. Pun sebaliknya. Bukan tubuhmu yang aku nikahi, tapi hatimu. Aku juga manusia biasa. Aku juga bukan malaikat. Aku juga penuh dengan dosa. Ijinkanlah, manusia yang penuh dengan dosa ini memperbaiki diri disampingmu. Maukah kamu memperbaiki ku, montir hatiku?" kata katanya membuat Alexa terpana, mata yang berkaca kaca itu membulat bersamaan dengan mulutnya yang juga menganga tak percaya.


plakk


Chelsea menampar lengan Elroy.


"Ini novel nyeritain tentang gue, napa Alexa yang di kasih scene baper kek begini?"


ok skip


Chelsea gemas dengan pernyataan El adiknya. Dia sibuk mengguncang guncang lengan Brian.


"Tapi kita-"


"Tidak ada hubungan darah" seolah tau dengan pemikiran Alexa. Dia benar benar sudah mempersiapkannya.


Disisi lain, Brian sedang mati matian menahan rasa panas di tangannya karena cubitan gemas istrinya.


"Mom..." Alexa melirik pada Chelsea seolah meminta pendapatnya.


"Selalu ada pelangi setelah badai, sayang" Lalu Alexa terlihat menunduk, menghela nafas, dan menyodorkan kembali kotak beludru itu.


ORANG YANG TULUS AKAN DATANG PADAMU DI MASA TERBURUKMU.

__ADS_1


OTHOR KASIH BONUS 1 PART SEBAGAI PERMINTAAN MAAF😉🙏🏻


__ADS_2