
Semua yang ada di meja makan itu menghela nafas kasar kala Alexa mengembalikan kotak beludru itu. Namun El tersenyum.
"Setidaknya, aku sud-"
"Gak lucu kan kalo aku pake sendiri?" lanjut Alexa yang kemudian menyodorkan tangan dan merenggangkan jari jarinya. Dia memintanya memasangkan cincin cantik itu di jari lentiknya.
"ahh.. aaaa" Chelsea memekik lalu bertepuk tangan, mengapit pipi Brian lalu mencium bibirnya gemas.
"Momy... ihh, kok momy yang baper sih? Harvey gemas dengan tingkah Chelsea, ibunya"
"Abis momy seneng anak gadis momy nerima lamaran. Eh berarti... kamu udah tua, bear"
"Iya, sayang. Kita udah tua"
"Enggak, lah. Kamu aja yang tua"
Malam tiba, mereka telah kembali ke rumah hangat mereka. Kecuali Elroy yang kembali ke rumah orang tuanya. Dia menolak untuk dibelikan apartemen sendiri agar dekat dengan kantor tempatnya bekerja. Dia hanya tak ingin tergoda oleh pergaulan liar dan bebas yang sering dilakukan teman temannya.
Dia hanya tak mau mengecewakan kedua orang tuanya yang telah berbaik hati mengadopsinya. Bahkan apartemen yang sempat ayahnya belikan sebelum kembali bersatu dengan sang ibu pun di jualnya, yang kemudian ia gunakan untuk memesan cincin yang harganya lumayan fantastis. Harga sepasang cincin itu tentunya tak berarti dibandingkan mendapatkan cinta dari wanita pujaannnya.
__ADS_1
Chelsea meminta ijin pada Brian agar membolehkannya tidur dengan Alexa malam ini. Hanya malam ini, catatan dari Brian.
Chelsea mengenakan piyama yang sama dengan Alexa. Sehingga membuat mereka persis seperti adik dan kakak.
Chelsea membawa potongan buah ke kamar Alexa, sebagai teman ngobrol mereka. Tentu saja sebelumnya ia mengantarkan sepiring buah ke kamar Harvey dan sedikit olah raga malam bersama sang suami sebagai permintaan ijin. Begitulah cara Chelsea menyuap Brian yang tak mau mengalah meski pada anak anaknya.
"Mom, apa menurut momy... El serius sama Lexa? atau cuma kasian? Lexa.. Lexa cuma gak mau.. akhirnya kondisi Lexa sekarang.. jadi bahan pertengkaran kita nanti. Secara pasti ada aja sih yang jadi bahan debat" Alexa sedikit ragu dengan aksi Elroy siang tadi.
"Sayang, momy percaya kalo El itu serius sama kamu, terlepas dari yang kamu khawatirkan. Dengerin momy ya sayang. Tapi yang momy katakan ini bukan sekedar menghibur atau membesarkan hati kamu, sayang. Dari dulu, waktu pertama momy dikenalin sama Roy sebagai temen kamu, pas momy adu drag race, inget ga?" Alexa mengangguk, "Momy udah liat perasaan dia sama kamu, sayang. Momy pikir saat itu hanya cinta monyet, sampai beberapa kali momy pernah mergokin dia lagi ngomong sendiri di kamar" Alexa mengerutkan alis. "Kamu tau apa yang dia omongin waktu itu?" Alexa kembali menggeleng, "Dia latihan ngelamar kamu" Chelsea tergelak saat akhirnya membocorkan rahasia yang hanya dia yang tahu saat itu. Selain Yang Maha Tahu tentunya. Alexa menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang momy nya sampaikan.
"Serius mom? Kapan?"
"Ah momy mah cuma baperin Lexa ah, boong. Ga mungkin laaaah seorang Elroy suka sama Lexa yang begajulan. Secara nih ya mom, dia itu dari jaman sekolah dulu, banyak banget yang deketin, cakep cakep bener pula. Waktu itu sih sama si Andrew sebelas-duabelas laah"
"Trus? sama cewek cewek itu dia ngerespon gak, kayak si Andrew yang ngeresponin semua cewek?"
"Ga ada yang di respon, sih"
"Exactly. Selain itu, momy saranin kamu cek deh galery fotonya dia"
__ADS_1
"Hah? yah momy, ngajak perang nih. Mana berani Lexa buka buka hape orang. Kek istri yang mo mergokin suaminya selingkuh aja deh"
"Masalah itu mah gampang. Nanti aja kalo kamu udah sah sama dia"
"Yeee momy. Apaan sih?" Wajah Alexa memerah.
"Yaaa seenggaknya, kamu juga gak bertepuk sebelah tangan kan?" Alexa terkejut dengan tebakan Chelsea.
"Momy tau sayaaang. Udaah gak usah nyangkal. Yang namanya jodoh, mau itu ngejauh atau dijauhin gimanapun, pada akhirnya atas kehendak Yang Maha Kuasa akan dipersatukan. Kejadian kemarin adalah salah satu ujian yang harus kita lalui. Berat pasti. Mungkin terkesan kejam. Namun begitulah cara Tuhan menentukan jalan jodoh mu. Melamar perawan pastilah yang diidamkan semua calon suami. Namun keadaanmu yang menuntunmu mendapatkan yang terbaik pilihan Tuhan. Dia menerima kondisimu apa adanya. Dia melihat isi hatimu. Itu yang terpenting. Dan pendapat momy, mungkin kamu gak bakalan dapet yang tulus seperti El dalam waktu deket ini. Itu juga kalo kamu berhasil move on setelah nolak dia"
"Yeee sembarangan, siapa yang nolak?" Alexa langsung menutup mulutnya, keceplosan.
"Nah kan. Malu malu meong" Chelsea mendekat pada Alexa dan memeluknya dari samping.
"Dulu waktu momy pertama nikah. Momy masih perawan, memang momy persembahin pertama kalinya momy sama suami momy. Tapi ternyata momy bukan yang pertama buat dia. Dan momy gak bahagia. Itu bukan tolak ukur sebuah kebahagiaan berumah tangga sayang. Apalagi dalam kasus kamu, hal itu bukanlah keinginan dan keputusan kamu. Bersatunya momy dan dady bear juga bukan berdasar karena momy masih perawan kan? kamu ingat status momy saat itu? momy juga sempat berada dalam kebimbangan saat itu waktu dady bear ngelamar momy. Kek kamu sekarang. Jadiii, kamu stop mikirin tentang kekurangan kamu itu mulai sekarang. Karena gak ada manusia yang sempurna"
Mereka akhirnya terlelap dengan saling berpelukan. Chelsea lega, akhirnya bisa berbicara dari hati ke hati dengan anak gadisnya. Chelsea yakin, dibalik musibah, selalu ada hikmah. Seperti yang pernah dialaminya dulu. Kehidupan yang pahit dia jalani dulu, kini berubah manis. Karena kita hidup di dunia, bukan di surga. Berusahalah sebaik mungkin dalam hidup, biar Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Selama kita mempercayakan sepenuhnya hanya Kepada-Nya
__ADS_1
UDAH YA SEDIH SEDIHNYA, SINI EL NYANYIIN DULU DEH