Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#56. Jangan Jual Nama Ibu


__ADS_3

Tiba di mansion, Chelsea yang baru saja turun dari mobil langsung disergap dengan pelukan Alexa.


"Momy..momy.. finally, you're home"


"Yeah, sweety. I'm home"


Alexa melonggarkan pelukannya "I miss you badly, mom" Ia kembali memeluk Chelsea sambil menitikan air mata.


"Kenapa kamu nangis, sayang? Momy udah disini, jangan sedih" Chelsea melonggarkan pelukan Alexa, menilik matanya lalu mengusap jejak air mata di pipi mulusnya.


"I'm happy momy, really happy. Akhirnya Lexa punya keluarga utuh. Berjanjilah kalo momy ga kan pernah ninggalin kita"


"Cross my heart" janji Chelsea


"C'mon mom, Lexa sama Granny bikin sesuatu untuk menyambut kedatangan pengantin baru"


"Honey.. what about me?" Brian merajuk karena ditinggal pasangan ibu dan anak yang baru resmi itu. Brian berlari menyusul kedua wanita berbeda generasi itu, lalu membopong Chelsea ala bridal style menjauh dari putrinya.


"DADY.. SHE'S MY MOM, PUT HER DOWN" pekik Alexa.


"No way. She's my wife"


"My Mom"


"My wife"


"My Mom"


"My Wife"


"My Wife" jail Lexa


"My Mom" Brian kena jebakan


"Wait, what?"


"Got you dad"


Chelsea tergelak dengan tingkah kedua orang yang kini menjadi kesayangannya.


Tiba di ruang tengah, Brian tetap bersikukuh menggendong Chelsea yang betah dalam gendongannya.


"Kalian sudah dat- B, mantu mama ga papa kan?" sambut mama yang terheran dengan kondisi 2 insan itu. Chelsea hanya menampilkan senyum terpaksa.


"Bear, turunin aku" bisiknya sambil mengeraskan rahangnya.


"No way, honey. Kalo aku turunin kamu, aku pasti ga kebagian jatah. Kamu pasti dimonopoli mereka. Gak, gak bisa. Udah diem gini aja"


"Ini anak minta disunat lagi ya, turunin ga?" Mama menjewer telinga Brian membuatnya terpaksa melepaskan Chelsea.

__ADS_1


"Adududuh.. ampun mah.. iya iya B turunin. Ya ampun mama kejam bener sama anaknya. Nanti kalo B mati dijewer siapa yang bikinin cucu lagi buat mama?" sungutnya sambil mengusap usap telinganya.


"Mana ada dijewer mati. Sini mo mama jewer lagi?"


"Ampun ampun ma, ih galak nya melebihi ibu tiri"


Chelsea kembali tergelak melihat tingkah suami dan ibu mertua nya saling kejar di ruang tengah.


Mereka akhirnya makan dengan tenang setelah drama saling berebut anggota baru keluarga yang membuat hati Chelsea menghangat. Tak pernah ia merasa dibutuhkan seperti ini.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi waktu setempat, ponsel Brian berdering, namun bukan panggilan dari sang asisten akan tetapi dari Seto.


"Seto?" gumamnya.


"Ya, halo"


"........."


"Ngapain nanyain istri saya? Kamu- iya bentar"amarah Brian tertahan kala melihat pelototan sang pawang. Lalu memberikan ponsel pintarnya pada sang pawang sembari duduk mendekat dan bermanja tiduran di pangkuannya.


"Halo, ada masalah apa?"


".........."


"Bang Dodot kemana?"


"..........."


".........."


"Ok, otewe"


tut


"Sayang, aku harus ke bengkel" ucapnya sambil mengecup sekilas bibir Brian.


"Ada masalah?"


"Bang Dodot lagi ada pasien, ga ada yang derek mobil di tol. Bengkel juga lagi rame, jadi Pak Seto minta bantuan aku buat nge derek mobil di tol"


"Aku anter. Gada bantahan"


Chelsea yang sudah membuka mulut untuk membantahpun mengurungkan niatnya.


"Dasar arogan"


cup


"Tapi cinta"

__ADS_1


"Hhhh... suka bener"


Merekapun pamit pada mama Carol dan Alexa.


"Momy, wait.. Lexa ikut" tanpa menunggu jawaban dia langsung masuk ke dalam mobil.


Tiba di bengkel, Chelsea langsung berjalan ke arah mobil derek setelah sebelumnya berpamitan pada suaminya dengan mengecup bibirnya, mengundang perhatian para customer yang sedang menunggu penanganan mobil mereka, yang kebanyakan adalah customer laki laki muda. Mereka tampak tersepona dengan penampilan Chelsea yang sederhana, cuek, namun berkesan sexy. Beberapa dari mereka membayangkan jika berada di posisi sebagai lelakinya, beberapa lagi membayangkan merebutnya dari sang lelaki. Pemandangan itu membuat Brian mengeluarkan aura pembunuhan yang sangat mencekam. Dehemannya yang keras membuyarkan lamunan mereka.


Chelsea tiba di titik mobil mogok berada, namun dia tak menyangka siapa yang menjadi pasiennya kali ini.


"Sisi, sudah kuduga itu kamu"


"Mobilnya ga papa kan?" Chelsea yang sudah turun dan mendekati mobil Erik tak peduli dengan sapaan Erik lalu hendak berbalik kembali pada mobil dereknya.


"Tunggu, Sisi.. mobilku.. mobilku memang mogok"


"Ck.. dasar cowok lemah" Chelsea kemudian membuka kap mobil lalu asap mengepul keluar dari kap mesin.


"Sudah kuduga" dia kembali menutup kap mesin dan kembali ke mobil derek untuk mendekatkan posisi dengan mobil Erik. Kembali turun untuk mengaitkan kail penderek pada bagian depan bawah mobil Erik. Erik memperhatikan pergerakan mantan istrinya itu saat bekerja, dan itu membuatnya takjub. Pasalnya, selama ini dia tak pernah melihat mantan istrinya bekerja seperti ini. Hanya bau oli yang dia permasalahkan dan dia buat alasan agar bisa selingkuh.


"Sisi.. apa benar kau sudah menikah?"


Gerakan Chelsea terhenti sejenak tapi kembali dia lanjutkan, tak berniat menanggapi apapun yang keluar dari mulut mantan brengseknya ini.


"Kembalilah padaku. Aku.. aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku buat. Tapi aku janj-"


brakkk


Chelsea masuk ke mobil dan membanting pintu sekencangnya.


"Mau tinggal di sini?"


Erik yang kemudian melihat ke sekitarnya yang hanya terdapat hamparan beton seketika berjenggit lalu masuk ke mobilnya saat Chelsea melajukan mobil dereknya membawa mobil Erik yang masih mengeluarkan kepulan asap.


Chelsea benar benar mengerjakan tugasnya dengan baik, meski sedikit kesal karena customernya hari ini adalah orang yang paling dia hindari. Dia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam bengkel, maksudnya adalah hemdak mengganti kostumnya dengan seragam bengkel.


grepp


"Sisi, tunggu. Dengarkan aku, kumohon" Erik menangkap pergelangan tangan Chelsea yang langkahnya kemudian terhenti, tapi tak membalikan tubuhnya.


"Aku mohon, kembalilah padaku, aku.. aku sadar aku salah.. kamu wanita terbaik yang pernah aku kenal. Aku sangat menyesal. Ibu.. ibuku.."


hekk...


Chelsea berbalik dan langsung mengarahkan telapak tangannya pada leher Erik, mencengkeramnya kuat, tatapannya nyalang, rahangnya mengeras. Brian yang mengetahui kedatangan wanitanya segera datang menghampiri, namun ia terkejut dengan pemandangan mengenaskan didepannya. Dia yakin, laki laki itu tak kan selamat jika tak berhenti macam macam dengan wanitanya. Dia kemudian melipat kedua tangannya di dada, memperhatikan interaksi keduanya. Customer yang lain pun ikut menonton, memegang lehernya masing masing, merasa ngeri dengan sikap sangar sang wanita yang sempat mereka puja.


"Jangan pernah jual nama ibumu di depanku lagi, karena itu ga kan pernah berhasil"


srett

__ADS_1


uhuk uhuk


Chelsea melepaskan cengkeraman di leher Erik lalu berbalik pergi meninggalkan sang mantan yang terbatuk karena cengkramannya di leher cukup kuat.


__ADS_2