My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 100. OKE


__ADS_3

Sepertinya apa yang menjadi keputusan Tuan Dimitri tidak bisa diganggu gugat. Keluarga yang dibayar olehnya untuk melakukan kebohongan kepada Cleo kini mulai mengaku sesuatu hal padanya.


"Jadi, yang mendonorkan kornea mata bukan salah satu anggota keluarga kalian?"


"Benar Nyonya, maafkan kami. Lagi pula anggota keluarga saya tidak ada yang berkurang sampai saat ini. Meskipun kami hidup dalam kemiskinan tetapi kami tidak suka berbohong."


"Lalu siapa yang mendonorkan kornea mata untukmu, Cleo?" tanya Juno dengan entengnya.


Tanpa memperhatikan arah pembicaraan rupanya Juno justru membuat Cleo berpikir banyak. Ketegangan sempat terjadi di sana. Ditambah lagi mereka tidak mengatakan siapa orangnya.


Cleo menunduk, mencoba berpikir rasional. Tidak mau mengasumsikan secara sepihak tetapi ia harus memperhatikan setiap detail informasi yang masuk kepadanya.


"Apakah ada orang terdekatku yang mengetahui hal ini? Akan tetapi saat itu begitu cepat terjadi. Bahkan Papa Dimitri dan Mama Rose memintaku untuk menyembunyikan kebenaran tentang aku yang sudah bisa melihat."


"Apakah ini ada hubungannya dengan rival bisnis Papa? Hm, aku harus menyelidiki hal ini secepatnya. Tidak boleh membiarkan semua orang tahu tentang hal ini."


Juno yang awalnya ingin lebih mengatakan sesuatu akhirnya menunda hal ini.


"Sebaiknya aku berdiam diri saja. Takutnya aku justru membuat beban pikiran Cleo bertambah."

__ADS_1


Merasa jika istrinya mendapatkan kesulitan, Tango tidak tinggal diam. Ia segera mendatangi Cleo untuk mengajaknya pulang.


Wusss ....


Angin berhembus dengan kencangnya. Membuat tirai jendela menari-nari tidak karuan. Juno yang awalnya bersantai dengan memakan hidangan di depannya seketika menelan salivanya dengan susah payah.


"Sial, Pak Bos di sini!"


Meskipun suaranya sangat lirih, tetapi Cleo masih mendengarkan apa yang diucapkan oleh Juno. Ia sendiri bisa mengetahui jika Tango hadir di sana.


"Sepertinya Tango ada di sini. Sebaiknya aku segera pergi sebelum ia benar-benar marah akan hal ini."


"Baiklah kalau Tuan dan Nyonya tidak mengetahui tentang hal ini maka aku permisi. Mungkin saja saya yang salah menerima informasi dan terlalu bersemangat untuk mencari siapa dewa penolong saya yang sebenarnya."


Tidak mendapatkan apa yang diharapkan olehnya maka Cleo lebih memilih untuk segera pulang. Disusul dengan Juno dan juga Tango. Cleo terlihat lelah, maka dari itu Juno menawarkan tumpangan untuknya.


"Nona Cleo ...." panggil Juno.


"Iya."

__ADS_1


"Daripada kamu menyetir sendirian lebih baik kita pulang bersama."


"Baiklah kalau begitu, lagi pula aku juga merasakan capek."


"Good, kita pulang bareng."


Tango memang tidak menampakan wujudnya tetapi baik Juno ataupun Cleo tetap bisa merasakan kehadirannya. Akhirnya Cleo kembali pulang bersama Juno. Mobil yang awalnya dikemudikan olehnya segera dibawa oleh para pengawalnya.


Tango tersenyum melihat istrinya yang patuh. Sementara itu, salah seorang dari keluarga yang baru saja ditinggal pergi oleh Cleo, menegur kehadiran Tango.


Seorang anak perempuan kecil menggapai tangan Tango hingga membuat ia hampir terjingkat. Sontak Tango menoleh ke arah anak kecil itu.


"Uncle hantu ya? Kenapa datang kemari, apakah uncle mencintai Nona tadi?"


"Hm, bagaimana kamu bisa melihat uncle?"


"Tentu saja aku bisa melihat uncle, lain lagi dengan semua orang yang duduk di sana."


Tango merasa suka dengan kehadiran anak kecil itu dan ia pun berjongkok untuk menyamakan tingginya.

__ADS_1


"Meskipun kamu tahu jika uncle hantu, kamu harus merahasiakan hal ini dari anggota keluarga yang lainnya ya?"


"Oke, aku janji."


__ADS_2