My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 60. BERHASIL


__ADS_3

Akhirnya Dimitri berhasil menemukan seseorang yang bisa membantu Tango untuk memperlihatkan wujudnya ke hadapan orang-orang yang disayangi. Namun, dengan satu syarat dan itu harus diambil dari tubuh Tango sendiri.


"Kau harus mengambil beberapa kromosom yang berada di dalam tubuh putramu dan juga dari menantumu!"


"Berarti aku harus membongkar makamnya kembali?"


"Tentu saja begitu. Kalau kau keberatan sebaiknya kamu urungkan niatmu itu!"


Dimitri berada di dalam dilema yang besar. Ia tidak bisa membongkar makam itu tanpa persetujuan dari istrinya. Sejak Tango sudah dimakamkan tidak mungkin ia akan berani mendekati makam putranya itu.


Terlebih di sana sudah dijaga beberapa orang. Belum lagi kesedihan Rose dan juga Cleo semakin menambah beban pikirannya.


"Jika kamu benar-benar ingin melihat putramu kembali, maka kamu harus melakukan hal ini dan membicarakan dengan seluruh keluargamu."


Sebenarnya hal ini sangat jarang dilakukan oleh manusia. Namun, demi mewujudkan sesuatu hal dan membongkar semua kebusukan Keluarga El Vanezz maka Dimitri mengambil resiko ini.


"Baiklah, aku akan segera mendiskusikan hal ini pada seluruh keluargaku. Asalkan kamu benar-benar bisa mengabulkan permintaanku ini."


"Tentu saja, kalau begitu kita artinya kesepakatan kita, deal!"


"Terima kasih untuk kepercayaanmu kepadaku!"

__ADS_1


"Terima kasih."


Setelah bertemu dengan orang itu, maka saat ini Dimitri bersiap untuk melakukan semua persyaratan yang diajukan olehnya.


"Aku harus segera pulang. Mereka pasti sudah menungguku."


Mobil yang ditumpangi Dimitri segera melaju di jalanan. Kondisi jalan yang licin membuat mobilnya tidak bisa berjalan cepat.


Di rumah Nyonya Rose tampak mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia merasa tidak nyaman karena Dimitri belum pulang.


"Kenapa jam segini ia belum pulang?"


Di sudut lain, Tango ingin sekali menyelimuti bahu istrinya.


"Apa kau tidak kedinginan, Sayang? Udara malam ini terlalu dingin, loh!"


Tango melihat ke arah tangannya yang transparan.


"Sayang sekali, rasanya aku ingin terlahir kembali dan menjadi satu-satunya orang yang bisa memilikimu seutuhnya."


Hembusan angin malam itu tidak membuat Cleo ingin beranjak dari balkon. Terlihat sesekali tangannya mengusap kedua tangannya agar tidak terlalu dingin.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu terdengar deru mobil memasuki halaman rumah. Mata Cleo menyipit untuk melihat siapa yang datang.


"Papa Dimitri baru pulang?" ucapnya dengan nada terkejut.


Nyonya Rose bisa menghembuskan nafas lega karena melihat jika suaminya sudah kembali. Disambutnya tangan Dimitri penuh kasih sayang.


"Terima kasih sudah menungguku, wahai istriku."


Nyonya Rose mengulas senyumnya lalu menuntun langkah kaki Dimitri menuju kamar mereka. Dari kejauhan terlihat jelas raut kebahagiaan dan kenangan cinta masa muda yang manis.


"Wah, sangat menyenangkan sekali ketika aku bisa merasakan sebuah cinta seperti Mama dan Papa," ucap Cleo di dalam hati.


Tidak terasa pelupuk mata Cleo sudah berembun. Sebelum menangis, Cleo lebih memilih untuk segera pergi dari balkon dan bergegas tidur. Tidak lupa semua pintu dan jendela sudah tertutup.


"Wah, kok jadi mellow gini, sih?"


Cleo melihat pantulan wajahnya di dalam cermin. Lalu tersenyum setelahnya.


"Tango Sayang, aku harap kamu tidak kecewa karena sebelum kamu pergi, rumah tangga kita belum sempat diwarnai oleh isak tangis, Baby."


Diusapnya dengan lembut kepala Cleo. "Tidurlah, Sayang. Aku akan selalu menjagamu di sini."

__ADS_1


__ADS_2