My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 52. BERTEMU MUSUH


__ADS_3

Aroma tubuh Cleo memang sangat menggoda bagi Tango. Bahkan membuatnya bisa bangkit dari ke-ma-ti-an pada waktu saat itu.


Ikatan cinta Tango pada Cleo adalah murni dan setulus hati, maka dari itu kekuatannya benar-benar luar biasa. Sehingga kisah cinta keduanya akan abadi selamanya.


Sama halnya dengan kehadirannya saat ini. Dimana ada Cleo disitu pasti ada Tango yang setia mendampingi dirinya. Meskipun ia belum bisa terlihat setidaknya masih bisa menjaganya setiap waktu.


Lagi pula sebanyak apapun Tango berteriak kepada Allert dan Pendeta Louis mereka sama sekali tidak memperdulikan ucapannya. Bagi kedua pendeta muda itu memulihkan kekuatan tubuhnya jauh lebih penting daripada menuruti keinginan dari hantu bucin akut tersebut.


"Hei, jangan sekali-kali menertawakan tingkahku! Suatu saat kalian pasti akan merasakan sendiri jika jatuh cinta. Eh, sepertinya aku salah ngomong. Mana ada pendeta yang jatuh cinta?"


Plak


Sebuah buku tebal mengarah tepat mengenai tembok di sebelah Tango. Tidak mungkin juga melukai tubuh transparan miliknya.


"Ha ha ha, bahkan untuk menyerangku saja kalian tidak mampu! Benar-benar menyedihkan!" cibir Tango sambil berlalu.

__ADS_1


Hal seperti itu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari, apalagi Tango adalah orang yang perfeksionis dan sangat terobsesi pada suatu hal. Selama tujuannya belum tercapai maka dengan segala cara ia akan melakukannya.


"Dah, sana pergi! Pasanganmu sangat merindukan kehadiranmu!" usir Allert tepat sasaran.


Tidak perlu mengulangi perkataannya kini Tango sudah melesat jauh mendatangi Cleo. Hanya sepersekian detik, ia sudah berdiri manis di sisi Cleo. Sejenak mengamati wajah cantik istrinya. Ada sebuah rasa rindu yang juga ia rasakan sama halnya dengan yang dirasakan oleh Tango.


Allert memandang ke arah Louis, "Sejak kapan kau bertemu dengan hantu bucin akut tersebut?"


"Sejak kedua orang tuanya memohon kepadaku untuk membuat arwah putranya bisa membantu membalaskan dendam untuk mereka."


"Apa mereka gi-la, sampai menikahkannya dengan sosok manusia. Sepertinya kamu benar-benar kurang kerjaan Louis!"


Tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya dengan membayangkan kehadirannya kini Tango dengan mudah dapat menemukan keberadaan sang istri.


Sentuhan itu begitu lembut dan terasa bagi Cleo. Bahkan harum nafas mint dari Tango menguar dalam indera penciuman Cleo.

__ADS_1


"Aku yakin jika kamu berada di sini, Sayang," batin Cleo.


Bagaimana pun ikatan di dalam hatinya bersama Tango sudah kuat. Meski hanya bertemu dalam beberapa kali, kenangan itu tidak akan bisa terhapus oleh waktu.


Menyadari jika menantunya melamun, Nyonya Rose menyenggol bahu Cleo lalu tersenyum ke arahnya.


"Ada apa? Kenapa kamu begitu terkejut ketika ibu hanya menyenggol bahuku? Apakah kau melamun?"


Cleo menunduk karena malu. Lalu setelahnya mulai mengaku.


"Aku hanya merindukan kehadiran Tango."


"Maafkan, Mama."


Cleo menggeleng, "Nggak apa-apa, sebaiknya kita kembali fokus ke depan."

__ADS_1


Sementara itu, Mihiyo terlihat tidak sabar untuk menunggu kemunculan Cleo dan sebuah ekspresi yang akan ditunjukan oleh ibu angkatnya, Nyonya Lim.


"Hm, setelah ini pasti ada sebuah pertunjukan bagus. Kedua keluarga besar itu saling hancur sama satu lain, ha ha ha ...." ucap Mihiyo di dalam hati.


__ADS_2