
"Untuk apa kamu datang mengikutiku? Bukankah aku sudah bilang untuk menitipkan perusahaan kepadamu saat aku pergi. Lalu ketika kita pergi semuanya, siapa yang mengawasi perusahaan?"
Kekhawatiran Cleo cukup beralasan karena saat ini banyak para pesaing bisnis yang sedang menunggu kehancuran perusahaan di bawah kepemimpinan Cleo. Apalagi ia belum cukup tangguh sama seperti kepemimpinan Tango.
"A-aku minta maaf."
Padahal tanpa diketahui Cleo, saat ini yang menjaga perusahaan adalah pemilik perusahaan tersebut yaitu Tango dan ayahnya Tuan Dimitri yang sudah pulang dari luar negeri.
Mengetahui rencana tersebut, dengan segera Juno mengambil kesempatan untuk mengawasi perusahaan mereka secara langsung. Bahkan membiarkan Cleo mengungkap rahasia yang telah lama mereka simpan.
Juno memang diutus secara resmi untuk mengikuti dan mengawal keberadaan Cleo. Maka dari itu saat ini ia berada di hadapannya.
"Kenapa kamu diam? Apakah kamu merasa bersalah? Kesabaranku juga ada batasnya Juno!"
Bingung harus menjawab apa, Juno lebih memilih untuk berdiam diri dan mendengarkan semua ocehan yang dilontarkan oleh Cleo.
Baginya ocehan Cleo tidak lebih menyakitkan dari ucapan yang diberikan oleh Tango ketika mengekspresikan luapan kemarahan kepada dirinya semasa hidup.
__ADS_1
"Ya, sudah ... karena kamu ada di sini, sebaiknya kamu ikut aku masuk!"
Juno tampak menghela nafasnya. Meskipun saat ini tidak ada hal yang lebih indah daripada liburan, setidaknya mengawal Cleo sudah seperti melakukan liburan mini.
Sepanjang perjalanan dengan Cleo tampak sekali jika Juno hanya menurut jika diajak kesana kemari. Tidak banyak menuntut ataupun berbicara.
Sementara itu saat ini di dalam perusahaannya Tango dan juga ayahnya sedang mengadakan pembicaraan yang sangat penting. Hal ini menyangkut bagaimana jika mereka melakukan sebuah akuisi pada sebuah perusahaan yang sedang kolabs
"Papa baru saja kembali dari Jerman dan menemukan sebuah perusahaan yang hampir kolabs, tetapi jika kita bisa mengolahnya lagi dan memberikan supply dana di sana kemungkinan perusahaan itu akan menghasilkan pundi-pundi uang yang lebih banyak."
"Bagaimana? Apakah kamu setuju?"
"Bagus, itu yang Papa harapkan kepadamu."
"Lalu bagaimana dengan Cleo, Pa. Bukankah saat ini ia sedang melakukan penyelidikan tentang siapa yang telah mendonorkan kornea matanya padanya?"
"Tenanglah, Papa tidak akan menyembunyikan hal ini lagi. Maka dari itu Papa membiarkan saksi kunci berbicara jujur tentang operasi pada saat itu."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku setuju."
Melihat jika semua hal yang terjadi semakin sulit diprediksi, Tango lebih suka untuk menurut kepadanya.
"Ayo kita pergi, ibumu sudah menunggu kita pulang. Lagi pula jam kerja sudah usai. Kita juga telah mempercayakan Juno untuk menjaga Cleo?"
Meskipun sudah mengutus Juno untuk menjaga Cleo, tetapi entah mengapa rasanya ia masih belum bisa tenang. Maka dari itu ia segera berniat untuk menyusul istrinya.
"Baiklah, Papa pulanglah lebih dahulu, biarkan aku menemui Cleo saat ini."
"Memangnya kamu mengetahui dimana letak rumah mereka?"
Tango mengulas senyumnya.
"Tentu saja aku tahu, hanya dengan mencium aroma tubuhnya atau ketika Cleo menyebut namaku, maka aku akan melesat ke arahnya."
"Bagus, pertahankan kesetiaanmu itu, dan jagalah Cleo untuk kami. Setelah semuanya terungkap mungkin saja kita bisa melakukan proyek yang telah lama aku simpan untuk kalian."
__ADS_1
"Proyek? Tentang apa itu?"