My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 93. BUNGA-BUNGA CINTA


__ADS_3

Meskipun usianya tidak lagi remaja, wajah dan bentuk tubuh Miss Vallery tidak kalah dengan para gadis remaja pada umumnya. Miss Vallery mematut wajahnya di depan cermin.


"Kenapa kau sama sekali tidak melirikku? Apakah aku tidak cukup cantik untuk bisa bersanding denganmu?" tanya Miss Vallery pada cermin di depannya kali ini.


Sebanyak apapun Miss Vallery berucap. Apa yang menjadi pertanyaan darinya tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Senyumnya tersungging sempurna ketika ia menempelkan sebuah gaun malam ke tubuhnya.


"Ternyata baju ini masih sangat bagus, kenapa aku harus menahan diri selama itu?"


Miss Vallery terkekeh akan ucapannya sendiri. Langkahnya menuntun dirinya agar segera menaruh kembali gaun itu di almari khusus. Salah satu tangannya mengambil sebuah undangan yang dikirimkan oleh Keluarga besar El Vanezz sebagai ucapan perayaan ulang tahun Cleo yang terlambat.


"Maafkan aku yang tidak terlalu paham dengan bahasa kamu," ucap Miss Vallery sambil mendekati Cleo.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, Miss. Bagiku pelajaran itu sudah pasti pernah dilakukan olehnya. Maka aku sudah bersiap untuk menerima pelajaran yang baru."


Awal berjumpa dengan Cleo, Miss Vallery tidak merasakan apapun. Ia hanya melihat Cleo sebagai seorang gadis yang kurang beruntung. Kaya raya tetapi tidak bisa melihat.


Bahkan beberapa kali Cleo sering mendapatkan pembullyan di area sekolah. Sehingga saat ini Nyonya Debora menyewanya sebagai seorang guru yang mengajar home schooling.


Sekian tahun berlalu, hubungan mereka semakin dekat, sampai akhirnya Cleo dipersunting oleh Tango De Laurent. Sejak pernikahan mereka terjadi ada jarak yang membentang di antara keduanya. Pernah terbesit rasa jika ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Cleo.


Rasa kecewa itu menjalar ke seluruh tubuh hingga tanpa terasa membuat hubungan mereka menjadi renggang. Namun, saat mengetahui Cleo sudah bisa melihat, ada rasa kebahagiaan yang muncul. Apalagi semua keajaiban itu bisa terjadi karena campur tangan suami dan juga keluarga De Laurent.


"Jika kau menginzinkan aku untuk bisa bersanding dengan pamanmu, mungkin itu akan lebih baik."

__ADS_1


Saat Dardack hendak menyantap makan siangnya, tiba-tiba saja ia bersin. Tentunya ia harus mengusap hidungnya beberapa kali karena hal itu.


"Siapa yang sedang membicarakan aku? Kenapa aku merasa keburukanku sedang dibicarakan?" ucapnya penuh dengan rasa kepo yang tinggi.


Dardack tampak melihat ke area sekelilingnya.


"Tidak ada yang mencurigakan, kenapa semuanya terasa normal?"


Sementara itu, Nyonya Debora tampak tidak sabar ketika menyiapkan beberapa hidangan untuk menyambut kedatangan Miss Vallery di mansion miliknya. Ia merasa jika saat ini Dardack harus menemukan jodohnya.


Terlebih lagi Cleo sudah sepenuhnya menjadi milik Keluarga De Laurent. Sehingga tanpa kehadiran seorang anak kecil di sana. Rasanya akan sangat menyebalkan bagi Nyonya Debora.

__ADS_1


"Usiaku sudah tidak muda lagi, begitu pula dengan usia putra bungsuku. Akan lebih baik jika setelah ini ia segera menikah. Miss Vallery adalah wanita yang baik dan cocok untuk mendampingi putraku."


Bayangan akan memiliki seorang cucu dan menantu membuat hati Nyonya Debora semakin membaik. Ucapan Cleo tempo hari benar-benar membuat dirinya lebih bersemangat untuk hidup. Maka dari itu ia pun mencoba mengadakan perjamuan makan malam dengan calon menantunya itu, yaitu Miss Vallery.


__ADS_2