My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 80. TERNYATA KAMU


__ADS_3

"Satu tahapan telah berhasil aku lewati, kini tugasku dalam membereskan hal lain lagi."


Sang supir yang merasa jika Tuannya sudah terlalu lelah segera memberikan saran kepadanya agar ia segera tidur.


"Maaf, Tuan. Saya lihat Anda sudah terlalu lelah. Apakah tidak sebaiknya Tuan berisitirahat saat ini?"


"Benar katamu, ada banyak hal yang aku pikirkan saat ini sepertinya membuatku lelah. Mungkin sudah waktunya aku istirahat sebentar. Kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal istirahat sedikit saja?"


"Tidak apa-apa, Tuan. Perjalanan menuju rumah masih panjang."


Pada saat yang sama ketika ia melihat ke arah spion, supir merasa jika mobil mereka diikuti sehingga sang sopir berniat memilih rute lain.


"Setelah Tuan tertidur, sebaiknya aku memilih rute lain, agar mereka tidak lagi mengikuti!" gumam Sang sopir dengan berharap-harap cemas.


Setelah sekian lama, akhirnya Presdir Lim tertidur juga, supir yang menyadari hal itu segera mengalihkan rutenya.


"Akhirnya tiba juga waktunya untuk membereskan masalah ini dengan Presdir Lim, aku harap ia saat ini sudah tertidur," doa Tango ketika melesat ke arah mobil yang dikendarai oleh Presdir Lim.


Beruntung jarak mobil Presdir Lim dengan mansion tidak terlalu jauh.


"Itu mobilnya!" seru Tango dengan mata berbinar.


Sesuai dengan dugaan, Tango saat ini Presdir Lim dalam keadaan tertidur, maka dengan mudah ia dapat masuk ke alam mimpinya.


"Kalau posisinya seperti ini aku akan lebih mudah untuk masuk ke dalam mimpimu!"


Dalam sekejap akhirnya kini ia telah masuk ke dalam alam mimpinya. Di dalam mimpi Presdir Lim, Tango kembali hadir di sana dan memberikan semua penjelasan yang ia ketahui kepadanya.


"Hai, aku datang lagi!" sapa Tango pada Presdir Lim sedang terduduk di tengah taman bunga.


Tentu saja sapaan dari Tango membuat Presdir Lim menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Sudah aku duga, kamu pasti datang untuk mencariku bukan?"


Tango tersenyum ke arahnya, "Sesuai dengan permintaanmu, aku selalu datang dalam mimpimu. Selama masalah kita belum selesai maka kita akan berbincang-bincang di dalam mimpi."


"Baiklah sesuai dengan permintaan darimu. Ayo kita mulai!"


Setelah mendapatkan persetujuan dari Presdir Lim maka mereka segera menuntaskan pembicaraan di antara mereka. Tidak lupa Tango juga mengucapkan terima kasih kepada Presdir Lim yang telah memenuhi janjinya kepada Cleo.


"Sebelumnya aku sangat berterima kasih karena kamu tidak membebani Cleo dengan masalah yang baru. Kedatanganmu sungguh membuat istriku berada di dalam keadaan yang lebih baik saat ini."


"Sama-sama, aku harap dengan kerja sama kita saat ini, si pelaku utama akan segera muncul ke permukaan."


"Aku jamin, setelah ini dia pasti akan muncul, karena sudah beberapa hari Mansion De Laurent seperti ada yang mengawasi, sehingga tidak mungkin dia tidak terpancing."


Presdir Lim tampak mengulas senyum untuk setiap perkataan yang diberikan oleh Tango. Salah satu harapannya seperti akan segera terwujud setelah ini.


Berharap dengan semua ini, masalah dendam di antara kedua keluarga besar itu akan segera selesai. Bagaimana pun kisah mereka sudah terjadi selama beberapa tahun, bahkan sempat membuat Presidir Lim dan keluarganya seolah terusir dari tempat tinggalnya sendiri.


"Aku hanya menginginkan agar hubungan keluarga kita semakin membaik untuk ke depannya."


Presdir Lim tampak memejamkan mata, mengingat kembali beberapa memori yang sudah lama terjadi tetapi hasilnya benar-benar membuat ia geram. Presdir Lim.tidak sanggup melihat seorang wanita yang berjuang sendirian di tengah rasa putus asa.


Wanita itu adalah Nyonya Lim yang berjuang sendirian ketika ia kehilangan putrinya. Entah sengaja atau tidak, tetapi pelakunya justru melenggang bebas di antara anggota Keluarga De Laurent. Hal itu pula yang nama baik Keluarga De Laurent tercoreng seketika.


Sejak saat itu juga meskipun hanya mendengar marganya saja, penyakit Nyonya Lim bisa saja kambuh setiap saat. Itulah salah satu ketakutan yang selalu dipikul Presdir Lim sampai saat ini.


"Oh, ya perlu diketahui jika saat ini mobilmu juga menjadi incaran dari mereka."


"Kenapa kau bisa mengatakan hal itu?"


"Tentu saja kau tidak melihat bagaimana mulai mengikuti mobilmu dari arah belakang. Aku beri kamu satu kesempatan agar kau bisa segera keluar dari hutan ini!"

__ADS_1


"Ingat ini sebuah rahasia dan tidak mudah untuk semua orang bisa mengetahui hal ini."


Kini keduanya saling berpandangan dan berdiskusi. Setelah dirasa cukup, Tango pun berpamitan dan Presdir Lim segera mengisyaratkan dengan bahasa tangannya agar sang supir tidak curiga.


Akhirnya sang sopir sudah melihat jalan keluar dari hutan yang barusan mereka lewati. Sama seperti mobil yang dikendarai oleh Cleo kapan hari, hal sama juga terjadi saat ini.


Tango yang membisikkan kemana arah mobil tersebut. Syukurlah mobil Presdir Lim sudah berhasil keluar dari huta itu dan para penguntit kembali kehilangan jejaknya lagi.


Tentu saja pihak yang mengejar mobil Presdir Lim kini merasa kesal.


"Sial! Kenapa kita harus kehilangan jejak Presdir Lim. Tuan besar pasti akan sangat marah jika mengetahui hal ini."


"Tapi bagaimana lagi, mobil itu seperti mobil Nyonya Muda ketika melewati hutan ini. Maafkan aku yang justru kembali tidak fokus saat berada di dalam hutan tadi. Entah kenapa rasanya seperti diputar-putar hingga aku menjadi bingung."


Kedua orang urusan Alexander itu saling menatap satu sama lain hingga membuat mereka bergidik ngeri karena saat ini mereka seolah dikelilingi beberapa pohon raksasa yang bergerak mendekat.


"Daripada terus terjebak di sini. Bukankah sebaiknya kita terus pergi. Agar semua hal yang kita lalui tidak semakin mempermalukan kita.'


"Baiklah, kita segera kembali."


Tuas gas segera ditarik dan mobil mereka berbalik arah untuk kembali pada tempat persembunyian mereka. Sekali lagi mereka berusaha untuk menyelamatkan diri.


Senyuman Tango terlihat sempurna. Ditambah lagi saat ini hal yang ingin disampaikan kepada Presdir Lim sudah tercapai.


"Baiklah saudaraku, semua hal yang ingin aku sampaikan sudah diterima dengan baik. Kalau begitu aku permisi pulang."


"Hati-hati Tuan Tango De Laurent. Meskipun kau sudah tidak ada, tetapi kau tetap melindungi istri dan keluarganya. Perjuangan dan sikapmu pantas aku teladani. Semoga saja kelak aku bisa menemukan calon istri yang sama hebatnya seperti Cleopatra istrimu."


Menyadari jika tadi hanyalah mimpi, Presdir Lim segera bangun dari mimpinya. Tampak sebuah senyuman tersungging di sana.


"Kau benar-benar beruntung karena sudah mendapatkan Cleo, Tuan Tango."

__ADS_1


"Terima kasih juga karena telah membantuku keluar dari hutan ini."


Merasa jika dirinya banyak berhutang budi pada Tango, di dalam hatinya Presdir Lim segera mendoakan semua kebaikan untuk dirinya dan juga Keluarga De Laurent.


__ADS_2