My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 31. CINTA YANG SALAH


__ADS_3

Setelah semua kerja sama itu dimulai, rupanya adik Presdir Lim membuat ulah. Sebenarnya ia sudah kenal lama Tango dan ia sangat menyukai Tango. Oleh sebab itu sejak mendengar jika keluarga mereka akan segera kembali ke kota Scotland, betapa ia merasa sangat bahagia.


Ia sudah berdandan lebih dari dua jam agar terlihat sangat cantik. Apalagi ia sudah lama tidak bertemu dengan pujaan hatinya tersebut. Oleh karena itu saat mendengar Tango masih single, ia pun mempersiapkan dirinya dengan sebaik mungkin.


"Bagaimana, apakah kau akan terkesan dengan kedatanganku?"


Mihiyo mematut tubuhnya di depan cermin, gadis keturunan campuran Jepang dan Eropa itu memang perpaduan yang sempurna. Sayangnya, atitude yang dimiliki sangat minus. Ia suka sekali bergonta ganti pasangan dan suka meminum bir.


Presdir Lim sudah lama tidak suka dengan kelakuan adiknya yang diluar batas. Bahkan ia sudah tidak menjunjung tinggi adat ketimuran.


"Bu, sampai kapan kau akan memanjakan Mihiyo?"


"Jangan bilang begitu, Lim, bagaimanapun Mihiyo itu adik kamu satu-satunya."


"Ya, aku tahu itu, tetapi Mihiyo hanyalah gadis yang tidak pernah mengetahui latar belakang keluarganya dan hanya bisa menghambur-hamburkan uang."


"Setidaknya ia juga adalah adikmu!"


Meskipun kesal, sebagai seorang ibu, Nyonya Ryu tidak bisa berbuat banyak. Mendiang suaminya sudah lama berpesan agar menitipkan Mihiyo pada keluarga adiknya yang berbasis militer agar hidupnya menjadi lebih disiplin. Akan tetapi perasaan seorang ibu tidak tega membiarkan anak gadisnya berada di dalam pendidikan militer.


"Ibu akui, ibu yang telah salah mendidiknya. Akan tetapi ibu mohon jangan sampai kamu mengusir Mihiyo dari sini."


Presdir Lim mengibaskan tangan ibunya.


"Maaf, Bu. Untuk yang satu ini aku tidak bisa menolerirnya lagi. Bagaimanapun Mihiyo sudah dewasa, aku akan mengirimkan dirinya kembali ke Jepang kalau dia tidak bisa mengubah kebiasaan di sini dan justru membuat masalah untuk kita."


Nyonya Ryu menyipitkan matanya dan memandang ke bawah. Tangannya mer-emas ujung kemeja yang ia pakai.


Sekeras apapun Presdir Lim berusaha, ia hanya ingin melihat ibunya tersenyum seperti dulu. Sikap adiknya yang selalu membuat onar hanya akan membuat nama Keluarga besar Lim akan hancur secara perlahan. Ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Oleh karena itu Presdir Lim harus secepatnya bertindak.


Beberapa saat kemudian, bawahannya datang dan melapor pada Presdir Lim.


"Lapor Presdir, Nona Mihiyo baru saja keluar dari perusahaan milik El Barack."


"A-apa! Bagaimana bisa wanita itu sampai di sana? Sejak kapan?"


"Sejak Predir keluar untuk melakukan rapat dengan Keluarga El Vanezz ia menyelinap pergi keluar."


"Dasar wanita ini, ya!" ucapnya penuh amarah.


"Namun, setelah keluar dari sana, raut wajah Nona Mihiyo terlihat ditekuk, sepertinya terjadi masalah yang besar di sana."


Presdir Lim menyunggingkan senyum. "Terus awasi pergerakan Nona Mihiyo, jangan sampai ada yang terlewat, mengerti!"


"Siap."

__ADS_1


Presdir Lim begitu lelah. Sebagai seorang laki-laki satu-satunya di Keluarga Lim, ia harus bertindak tegas dan mampu memberikan contoh kepada adiknya. Sayang, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Pergaulan bebas Mihiyo berefek pada kegiatan bisnis Presdir Lim. Sehingga seringkali pikirannya terpecah.


Presdir Lim mengingat kecantikan Cleo, istri Tango.


"Meskipun kamu menjadi istri Tango dan menanti di Keluarga El Barack, aku tidak akan menyerah begitu saja. Memangnya kenapa kalau sudah menjadi istri orang? Bukankah aku masih mempunyai sebuah kesempatan?"


Memang benar, cinta bisa membuat orang kebingungan dan bahkan memilih jalan yang salah. Sama seperti yang dialami Presdir Lim, mencintai istri orang.


Seketika ia mengambil kembali ponselnya dan memerintah anak buahnya untuk mencari informasi tentang Cleopatra El Vanezz.


"Jika tidak sekarang, kapan lagi coba? Hahaha ...."


Sementara itu di ruang CEO, Tango memanggil Juno sahabat sekaligus asistennya.


"Bagaimana ini, kenapa kamu bisa sampai kecolongan terhadap wanita itu?"


Juno berpura-pura tidak tahu akan pertanyaan sahabatnya itu. Dia mencoba melihat langit-langit, seolah sedang mencari jawaban di sana.


"Nggak usah lihat-lihat ke atas, kamu mau jadwal cutimu aku potong!" gertak Tango gemas.


"Harusnya kamu tahu, jika wanita seperti itu sangat mudah ditaklukkan, masa Bos nggak bisa! Apa Pak Bos mau jika Nyonya tahu dan bisa-bisa membuat Pak Bos tidur di luar selama semalaman?"


Seketika Tango bergidik ngeri, bagaimana bisa ia tidur di luar kamar, sementara istrinya marah. Meskipun hantu ia sudah terbiasa tidur satu ranjang bersama Cleo, lagi pula ia juga belum tahu jika Tango adalah hantu. Beruntung Pendeta Louis menyempurnakan wujudnya.


"Kalau sampai Cleo curiga, aku takut jika ia akan semakin membenciku, tetapi aku belum cukup bermain?"


"Hei, jangan melamun! Mana ada hantu siang bolong melamun!" candanya.


Secara sadar Tango segera melempar sebuah buku ke arah Juno. Lemparannya tepat mengenai wajah Juno yang sedang menunduk padanya.


"Asem!" pekik Juno kesal sambil meraba hidungnya yang mancung.


"Bisa nggak sih, nggak merusak aset penting dalam hidup gue! Dasar beruang kutub sia-lan!"


"Begini-begini kamu juga masih bergantung padaku, bukankah hubungan kita adalah mutual friend?"


"Iya, lalu apa rencanamu saat ini?"


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu sampai menemui Cleo, aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi."


"Ya kalau kamu tidak ingin Cleo tahu, akan lebih baik jika kau mulai jujur padanya sejak saat ini."


"Haruskah begitu?"


"Tentu, aku yakin Cleo wanita yang berhati mulia."

__ADS_1


Saat kedua lelaki itu membicarakan dirinya, seketika Cleo bersin-bersin. Ia mengusap hidungnya yang berair. Padahal saat itu Cleo sedang membuat masakan untuk suaminya.


"Kamu sakit, Sayang?"


"Enggak, Ma."


"Kalau iya, sebaiknya kamu istirahat saja."


Nyonya Rose bisa melihat jika Cleo terlihat sangat pucat. Tangan Nyonya Rose menempel ke kening Cleo.


"Ya ampun, kamu demam."


Kini giliran Cleo yang menempelkan tangannya ke kening.


"Kok demam?"


Tango yang merasa ada hal tidak beres di mansion, seketika ia melesat pergi kembali. Tango tidak menampakkan tubuhnya. Ia melihat Cleo sedang berbaring di tempat tidur.


Lalu setelahnya Nyonya Rose mendekati Cleo dan mengompres keningnya.


"Kamu kenapa, Sayang?"


Merasa ada harum tubuh Tango, Cleo menoleh ke kanan-kiri.


"Kamu merindukan suamimu?" tanya Nyonya Rose tiba-tiba.


Cleo mengangguk, "Sepertinya aku hanya berhalusinasi, Ma."


"Memangnya kenapa?"


"Aku seperti mencium harum tubuh Tango."


"Uluh-uluh, manisnya ...."


Nyonya Rose mendekati menantunya, "Kalau kamu kangen, sebentar lagi mama teleponkan agar Tango segera pulang."


"Nggak usah repot-repot, Ma. Cleo cuma capek ingin istirahat sebentar."


"Baiklah kalau begitu, Mama mau izin keluar. Kamu istirahat ya, supaya tubuhnya cepat sembuh."


"Makasih, Ma."


Sementara itu, Tango yang masih berada di dalam kamar merasa jika istrinya benar-benar membutuhkan dirinya. membutuhkan waktu yang lama, ia segera kembali melesat ke kantor untuk berpura-pura pada saat ini ia sedang berada di kantor dan sebentar lagi ia akan segera pulang menggunakan mobil."


"Perasaan hidup gue semakin ribet," gumamnya.

__ADS_1


Juno yang mendengar hal itu tergelak. Sebelum ketahuan, Juno bergegas pergi.


"Emang enak berpura-pura jadi manusia?"


__ADS_2