
Sementara itu sejak semalam, Cleo tidak melihat kehadiran Tango. Perubahan sikap Tango beberapa hari ini membuat Cleo sedikit curiga.
"Biasanya jam segini Tango sudah datang kemari. Kenapa hari ini tidak nampak? Apa dia marah padaku?"
Kebiasaan hidup bersama selama beberapa hari ini membuat Cleo merasa kehilangan jika tidak melihat suaminya di dekatnya. Meskipun pada awalnya ia merasa risih, tetapi lama-kelamaan ia merasa bahagia karena diperhatikan oleh Tango.
Di saat Cleo masih melamun, Tanggo tiba-tiba muncul di samping istrinya.
"Apakah kamu sedang mencariku wahai istriku yang cantik?"
Entah sejak kapan Tango sudah berada di samping Cleo hingga ia pun tidak menyadarinya. Saat ini Tango sedang duduk manis sambil menatap wajah istrinya tersebut.
"Astaga, Sayang. Bisa nggak sih kamu datang nggak usah tiba-tiba kayak gitu? Jantung aku berasa copot kalau kamu terus ngagetin, tahu!"
Cleo mencebik kesal karena kedatangan suaminya yang mendadak. Namun, sikap Cleo yang begitu manis membuat Tango semakin mencintainya.
"Iya, maaf. Maunya sih bikin surprise, tapi kalau bikin marah-marah begini lebih baik aku nggak usah muncul sekalian. Buat apa datang kalau cuman dimarah-marahin doang!"
Bukannya meminta maaf kepada Cleo, tetapi Tango justru bersikap yang sama dan mengimbangi sikap istrinya barusan. Tango berpura-pura merajuk agar mendapat perhatian dari Cleo.
Tanpa diminta Cleo sudah mengalungkan sebelah tangannya ke tangan Tango. Hal itu sukses membuat Tango membalikkan wajahnya dan langsung mengecup kening Cleo seperti biasanya.
"Nah, gitu dong. Kalau gini 'kan aku semakin sayang sama kamu."
Sontak tangan manis Cleo mencubit gemas ke arah perut Tango.
"Sejak kapan sih? kamu berani ngegombal kayak gitu?"
"Sejak mengenal kamulah, masa iya mengenal yang lain. Waktuku saja selalu aku habiskan di kantor. Bahkan sehari-hari aku jarang keluar kalau bukan untuk keperluan bisnis."
Cleo mencubit gemas hidung Tango.
"Arghh! Kenapa dicubit, sih, Sayang!"
__ADS_1
"Salah siapa kamu ngegemesin!"
Tango bahagia karena saat ini waktunya lebih banyak dihabiskan bersama Cleo daripada pekerjaan. Setiap saat Tango bebas bersikap manis terhadap istrinya.
Sama seperti yang ia lakukan saat ini yaitu memeluk tubuh Cleo dari arah belakang. Ia menjatuhkan dagunya tepat di bahu Cleo sambil memandang ke arah yang sama dengan yang dipandang oleh istrinya.
Salah satu jari telunjuknya mengarah ke depan melihat sebuah taman indah yang berada di halaman belakang.
"Dulu taman itu aku buat khusus spesial untuk menyambut kedatanganmu."
"Benarkah, apa kamu tidak berbohong? Bukankah dulu kamu sangat menolak kedatanganku? Kamu juga bersikap dingin terhadapku?"
"Iya, dulu aku melihat kamu sangat berbeda dengan wanita yang biasanya selalu mengelilingiku. Akan tetapi ternyata kamu memiliki daya tarik yang luar biasa, hingga membuat seorang Tango yang terkenal arogant bisa bertekuk lutut di bawah kaki wanita cantik yang bernama Cleopatra El Vanezz."
"Ha ha ha ... kamu bisa saja."
Sejenak Cleo mengingat sesuatu.
"Oh, ya ... tadi Juno mengirimkan undangan online terhadapku. Ia memintaku untuk datang ke acaranya. Katanya sih penting, tetapi aku begitu malas untuk keluar di malam hari karena udara saat ini terlalu dingin."
"Kalau kamu memaksa, baiklah kita berangkat bersama!"
"Tapi ingat jangan memaksaku muncul di depan orang banyak, karena aku tidak akan memunculkan wajahku tanpa persetujuan darimu."
"Memangnya siapa yang ingin melihat kamu terlihat oleh orang banyak. Kamu hanya milikku seorang dan hanya aku yang boleh melihatmu."
Ucapan dari istrinya tersebut mampu membuat hati Tango tersentuh.
"Terima kasih, Sayang. Hari ini esok dan seterusnya, hatiku ini dan jiwaku ini hanya milikmu seorang."
Kebahagiaan mereka bertambah ketika semuanya sudah bersiap-siap untuk menunggu kedatangan ratu utama malam itu, yaitu Cleopatra. Bersama dengan Tango mereka bersiap datang ke acara tersebut.
Sesuai dengan janji Tanggo hari itu mereka datang ke acara yang dipersiapkan Juno untuk merayakan keberhasilan Cleo dalam memimpin rapat beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Awalnya suasana ruangan gelap gulita. Namun, ketika Cleo sudah menginjakan kakinya di karpet merah,tiba-tiba sorot lampu utama mengarah ke tempatnya.
Tentu saja Cleo merasa terkejut akan sambutan yang diberikan oleh Juno di acaranya tersebut. Ia tidak menyangka jika Juno dan keluarga besarnya mengadakan acara itu untuk merayakan keberhasilan Cleo yang memimpin acara rapat beberapa hari yang lalu.
"Kenapa sorot lampu utama mengarah kepadaku?"
"Karena kamu begitu spesial maka acara hari ini spesial aku berikan kepadamu."
"Terima kasih, Sayang. Kamu sangat berarti untukku."
Dari kejauhan datanglah Nyonya Rose dan juga Tuan Dimitri untuk menyambut kedatangan Cleo. Cleo tidak menyangka jika hal ini benar-benar untuknya. Pantas saja suaminya meminta ia untuk wajib datang ke tempat Juno. Ternyata inilah alasan utamanya.
"Selamat datang menentukku tercinta. Selamat untuk keberhasilan kamu dalam memimpin acara rapat tempo hari. Maaf Mama dan Papa tidak bisa mengucapkan secara langsung karena masih berada di luar negeri. Saat ini Mama dan Papa ingin mengucapan terima kasih kepadamu."
"Mama dan Papa tidak perlu repot-repot karena bagaimanapun tugas seorang anak adalah membahagiakan kedua orang tuanya."
"Hatimu semua baik Cleo, Mama dan Papa tidak salah dalam memilihmu sebagai menantu di Keluarga De Laurent."
Saat semua orang menyambut dan mengulurkan tangan untuj mengucapkan selamat kepada Cleo, Tango masih berada di sisinya.
"Tidak usah memperhatikan aku, Sayang. Aku tidak akan meninggalkanmu. Lagipula aku akan selalu berada disisimu."
"Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang telah kau berikan kepadaku Tango."
"Sama-sama, nikmatilah pesta malam ini karena acara ini spesial aku buat untukmu."
Melihat banyak orang dan kerumunan membuat Cleo sedikit trauma, akan tetapi demi menghormati acara yang disiapkan oleh Tango, Cleo tetap bertahan.
Dari kejauhan pendeta Allert dan juga Louis juga ikut turut di undang dalam acara tersebut. Melihat hal itu, awalnya Tango merasa tidak nyaman, tetapi ia tetap berada di samping Cleo dan seolah-olah tidak ada orang lain yang bisa melihat keberadaannya.
"Kalau kalian bisa mengabaikan keberadaanku maka akupun juga bisa bersikap sama. Saat ini aku hanya bisa menikmati waktuku yang aku habiskan bersama istriku."
Pendeta Louis merasa jika Tango tidak ingin mendekati mereka. Akan tetapi hal itu bisa dimaklumi karena beberapa waktu yang lalu permintaan Tango tidak dapat dikabulkan justru tanpa persetujuan dirinya, pendeta Allert yang membantu Tango sampai saat ini.
__ADS_1
"Lihatlah bagaimana ia bersyukur atas semua nikmat Tuhan yang diberikan ke Tango saat ini. Aku harap hubungan Cleo dan juga suaminya membaik. Meskipun berbeda alam dan ditentang oleh dunia, aku berharap kebahagiaan akan selalu menyertai pernikahan mereka. Aamiin."