
Keponakan? Keponakanku hanya satu orang, Ma ... dan dia saat ini berada di mansion suaminya."
Hampir saja sendok dan garpu yang dipegang oleh Nyonya Debora melayang ke arah Dardack jika ia tidak menghindarinya.
"Mama, kenapa serius sekali menanggapi ucapan dariku? Aku hanya bercanda, Ma!"
Cleo mengulas senyum manakala melihat nenek dan juga pamannya bersikap sangat akur seperti ini. Mungkin inilah yang dimaksud dengan kehangatan sebuah keluarga. Ada banyak hal yang bisa ia raih ketika belum berkeluarga.
"Bukankah kamu tahu jika Cleo semakin cantik setelah ia bisa melihat. Beruntung sekali Keluarga Dimitri bisa menyembuhkan kedua matanya."
"Betul sekali, beruntung kamu bisa menjadi istri dari seorang Tango De Laurent."
Tango yang kebetulan berada di situ merasa tersanjung ketika namanya disebut oleh anggota keluarga istrinya. Tango menyunggingkan senyuman manisnya ke arah Cleo.
Meskipun awalnya ia merasa ragu untuk segera membuka rahasia besarnya kali ini, tetapi Cleo berpikir lebih panjang daripada saat ini. Tampak sekali jika ada banyak hal yang harus dilakukan olehnya agar kelangsungan hidup dua perusahaan milik keluarganya tetap aman terkendali.
"Maafkan untuk sikap pamanmu, ya Cleo. Bagaimana pun bentuk dan sikapnya inilah yang menunjukkan kalau Dardack itu paman kamu."
Cleo memperhatikan pamannya dengan seksama saat ini. Ada banyak hal yang sudah lama ia lewati selama beberapa tahun nyatanya tidak merubah ketampanan yang dimiliki oleh Dardack.
"Oh, ya Cleo ada satu hal yang ingin nenek sampaikan padamu. Salah satunya adalah hubungan yang dilakukan oleh Dardack dan Miss Vallery."
"Memangnya apa yang sudah terjadi dengan mereka? Apakah mereka akan mengumumkan hubungan mereka ke publik?"
"Entahlah, kalau untuk hal itu sebaiknya kita lihat dulu, apakah semuanya akan baik-baik saja atau tidak. Karena kamu tahu sendiri bagaimana pamanmu bersikap terhadap wanita."
"Betul sekali."
Cleo segera menoleh ke arah Dardack.
"Oh, ya, selamat untuk hubungan paman dan Miss Vallery. Semoga kisah cinta kalian bisa langgeng selalu dan berakhir di pelaminan. Aamiin."
"Aamiin," ucap keduanya secara bersamaan.
"Baik sekali kamu mau mendoakan kebaikan untuk paman kamu. Padahal dari kecil ia sama sekali tidak peduli dengan hal ini. Ditambah lagi Dardack terlalu pemilih akan hal perjodohan."
"Betul sekali," ucap Dardack tidak terlalu memperhatikan ucapan dari ibunya barusan.
__ADS_1
Seketika Cleo merasa aneh dengan ucapan dari neneknya itu. Begitu pula dengan Dardack lalu ia segera meralat ucapannya.
"Sorry, apa yang aku ucapkan selalu doa-doa terbaik untukmu, keponakanku tersayang. Jadi jangan pernah menganggap pamanmu ini berdosa, oke."
"Oke, paman. Aku tahu jika ucapan dari nenek hanyalah candaan semata."
"Itulah kebaikan yang ditunjukkan oleh Cleo. Harusnya kamu bersabar untuk semua hal yang terjadi selama ini."
"Siap."
Merasa jika dirinya tidak mau diadili lebih lama lagi, maka Dardack segera mengalihkan pembicaraan.
"Oh, ya kamu tumben sekali mampir ke sini? Apakah pihak keluarga suamimu menyetujui hal ini?"
Cleo mengangguk, "Iya, Paman. Mereka mengijinkan aku untuk datang saat ini, dan memberikan waktu agar aku bisa menginap di rumah nenek."
"Syukurlah kalau begitu. Setidaknya aku tidak akan mendapat complain dari mertuamu!"
"Hei, anakku. Kalau kamu bisa menasehati Cleo seperti itu, seharusnya kamu juga harus bisa merasakan secara langsung. Jadi sikapmu akan lebih dewasa setelah ini. Kapan kamu akan memberikan aku seorang cucu?"
"Lihatlah Cleo, bagaimana tingkah pamanmu itu, apakah kalian tega membiarkan aku sendirian di dalam Mansion ini? Jahat sekali!"
Cleo mengusap tangan Nyonya Debora dengan perlahan.
"Nenek, andai aku bisa sudah pasti Nenek akan aku berikan cicit. Akan tetapi aku tidak mungkin memberikan hal itu karena ...."
Cleo teringat akan kondisi suaminya yang meninggal. Sehingga tidak mungkin ia akan memberikan keturunan karena sampai kapanpun Cleo tidak mau menikah lagi.
Rasa cintanya hanya diberikan kepada Tango suami yang telah memberikan semua cinta dan pengorbanan untuknya. Tidak ada hal yang lebih indah kecuali menjadi istri dari Tango De Laurent.
Bukan status yang dicari tetapi karena cinta melibatkan dua hati yang saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Di saat yang bersamaan Cleo teringat akan sesuatu hal yang belum ia selidiki sampai saat ini.
"Aku sampai lupa mencari tahu tentang siapa pendonor mata untukku. Namun, aku tidak bisa melibatkan kedua orang tua Tango."
Cleo sangat yakin jika Tango dan keluarganya menyembunyikan hal ini kepadanya. Lagi pula dari artikel yang pernah ia baca, Cleo mengetahui jika pendonor kornea mata itu bisa dilakukan jika pendonornya sudah meninggal.
Tidak mungkin dilakukan ketika pendonor saat hidup, karena jika kornea matanya diambil itu sama saja ia yang menggantikan dirinya tidak bisa melihat.
__ADS_1
"Aku yakin mereka pasti mengetahui hal ini, aku harus segera mencari informasi ini secepatnya."
Dalam pandangan mata Nyonya Debora, perkataannya tadi sempat menyinggung hati Cleo. Maka dari itu ia segera meminta maaf kepada cucunya tersebut.
"Maafkan nenek untuk semua hal yang pernah nenek ucapkan barusan."
Cleo menggiring perlahan lalu menampik apa yang diucapkan. "Maaf, Cleo jadi ingin beristirahat secepatnya. Terlalu Mama duduk ketika berada di rumah Presdir Lim membuat punggungku terasa sakit."
"Baiklah kalau begitu biarkan pelayan mengantarmu sampai ke kamar."
Cleo mengangguk perlahan lalu meminta izin kepada paman dan neneknya untuk segera memasuki kamar.
"Kalau begitu aku permisi dulu. Selamat malam nenek. Selamat malam Paman."
"Selamat malam," ucap keduanya hampir bersamaan.
Setelah itu Dardack dan Nyonya Debora segera berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi di dalam bisnis keluarganya tersebut.
"Bagaimana apakah kamu sudah menemukan investor baru untuk perusahaan kita?"
"Aku baru saja pulang dari rumahnya. Aku jamin investor yang baru kita tidak akan merugikan perusahaan kita. Untuk semua berkas yang diperlukan nanti, aku akan kirimkan CV nya ke email Mama."
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu kabar yang selanjutnya."
"Sip."
Akhirnya perbincangan mereka terhenti dan mereka kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat. Suasana Mansion El Vanezz kembali sepi karena penghuninya sudah terlelap dan masuk ke dalam mimpinya masing-masing.
Keesokan paginya.
Pagi-pagi sekali Cleo sudah terlihat rapi dan memakai beberapa pakaian yang dipersiapkan oleh neneknya semalam. Hari ini ia ingin mengunjungi Miss Vallery seperti yang diucapkan semalam kepada neneknya. Tidak lupa, ia sudah meminta izin kepada Ibu mertuanya dan juga ayahnya.
"Wah kau terlihat cantik sekali sayang. apakah kau akan mendatangi rumah Miss Vallery hari ini?"
"Sesuai dengan ucapanku semalam, Nek. Hari ini aku akan mengunjunginya. Lagi pula kesempatanku untuk pergi keluar rumah sangat minim. Maka dari itu selagi aku mendapatkan izin dari mereka, aku akan mempergunakannya dengan baik."
"Baiklah kalau begitu berhati-hatilah saat pergi."
__ADS_1