
Memiliki saudara kembar tetapi bukan sedarah adalah sebuah keberuntungan untuk Tango. Seorang lelaki muda seusia Tango terbaring lemah di atas tempat tidur. Dia memiliki garis wajah yang sama dan struktur tubuh bahkan pita suara yang sama memudahkan Tango untuk mengambil alih tubuhnya.
"Pendeta percaya padanya? Apakah benar memang bisa memiliki tubuhnya?"
"Percayalah padaku, karena semua data sudah yang dimiliki oleh pemuda ini sudah dichek dengan benar. Pihak Rumah Sakit sudah angkat tangan terhadap penyakitnya karena pihak keluarganya tidak bisa membayar biaya Rumah Sakit."
"Memangnya berapa lama dia koma?"
"Sepuluh tahun," jawab Pendeta Loius dengan singkat.
"Se-sepuluh tahun?" tanya Tango dengan tergagap.
"Ya, semua sudah diselidiki dengan baik, memangnya apa yang kamu ragukan lagi?"
Bagaimana Tango bisa percaya begitu saja akan hal itu. Jika yang terjadi justru di luar kehendaknya.
Banyak sekali hal yang menjadi impian Tango, bahkan keinginan untuk menyatu dengan tubuh pemuda itu sangat besar. Ketakutannya kali ini hanyalah satu yaitu apakah Cleo akan mencintainya setelah ia memiliki raga pemuda itu.
Ketakutan Tango semakin menjadi tatkala hubungannya dengan Cleo akhir-akhir ini sedikit renggang. Kedua tangannya tampak menopang dagunya sambil memberikan tatapan kosong ke arah lain.
Pendeta Alex sangat tahu ketakutan yang dirasakan oleh Tango. Maka dari itu ia pun mulai mendekati Tango dan menepuk bahunya.
"Katakan apa yang membuat kau masih meragukannya?"
"Rasa cinta Cleo apakah akan kembali?"
"Kenapa tidak, percayalah semua itu bisa diatur!"
__ADS_1
"Apakah mudah membalikkan sebuah kepercayaan?"
"Tentu saja tidak, makanya bertanya padamu?"
"Lihatlah kondisi pemuda itu, yang membedakan darimu hanyalah ...."
Pendeta Alex tampak menjeda kalimatnya, lalu mulai mendekati Tango dan membisikkan sebuah kata yang membuat matanya terbuka dan sedikit melotot.
"Apakah kau masih meragukan hal ini?"
"Pantas saja kalau sepuluh tahun, karena hal itu bisa membuat tubuhnya begitu lembut seperti kulit wanita."
"Jangan menghinanya, karena sebentar lagi dia akan menjadi satu dengan tubuhmu. Apalagi setelah upacara penyatuan kalian," ucap Pendeta Alex dengan wajah menyeringai.
"Bagaimana pun juga, apapun usahamu, terima kasih karena kau telah menolong kami. Mencoba menyatukan cinta antara kami meski berbeda dunia."
Pendeta Alex tampak tersenyum melihat kesungguhan hati Tango.
"Hal ini bagaikan sebuah mimpi. Hanya bisa menemui mereka di dalam mimpi, tetapi tidak bisa berwujud nyata dan tidak bisa melindungi Cleo setiap waktu."
"Bahkan ketika ada yang meragukan kemampuan Cleo, hanya bisa menggunakan Juno untuk membantunya."
Pendeta Alex mendekati Tango dan tersenyum ke arahnya. "Percayalah akan ada pelangi setelah hujan."
Sementara itu di dalam Mansion De Laurent, Cleo sudah kembali kepada rutinitas kesehariannya. Yaitu berkutat dengan beberapa lembar dokumen kerja yang berisi tentang laporan perusahaan miliknya.
Meskipun begitu ia merasa bahagia karena selama liburannya kemarin ia sudah bersama dengan suaminya di hotel. Setidaknya mengobati rasa rindunya terhadap Tango. Apalagi ia pernah mendapatkan kasih sayang yang utuh selama pernikahannya.
__ADS_1
"Semangat bekerja, siapa tau bisa dapat reward dari Tango," gumam Cleo sambil tersenyum senang.
Sementara itu Miss Vallery juga sangat berbahagia, karena tinggal beberapa hari lagi pernikahannya dengan Dardack akan segera dilaksanakan. Semua ini berkat campur tangan Cleo dan juga Nyonya Debora yang semangat mendorong Dardack agar bisa berumah tangga.
"Rupanya persiapan menikah sangat indah. Setidaknya masih bisa dinikmati bersama Cleo."
Beberapa saat kemudian, ia pun segera menelpon Cleo untuk meminta tolong akan sesuatu. Setelah tersambung ia mulai mengatakan sesuatu. Sambil menelpon ia mengambil beberapa majalah pernikahan.
Miss Vallery masih saja membolak-balik majalah tentang pernikahan. Meskipun akses pembicaraannya dengan Dardack dibatasi karena mereka harus mempersiapkan pernikahannya masing-masing. Tidak bisa menahan kebahagiaannya karena sebentar lagi akan bersanding dengan lelaki yang sangat ia cintai.
"Maafkan aku karena tidak bisa menahan rasa kebahagiaan ini Dardack. Meskipun kamu tidak menerimaku tetapi aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku."
Sementara itu Dardack juga merasa tidak nyaman dengan pernikahan paksaan ini. Apalagi saat ini ia tidak memiliki hati kepada Miss Vallery. Dardack saat itu terpaksa menggunakannya sebagai karena kekasihnya yang sesungguhnya tidak bisa datang. Maka dari itu ia pun memilih Miss Vallery sebagai gantinya.
Salah, keputusan yang diambil olehnya membuatnya terjebak dalam sebuah lubang permainan yang sangat besar. Hingga akhirnya ibunya Nyonya Debora justru meminta Dardack segera menikah dengannya.
"Bagaimana ini?"
Dardack mengusap gusar wajahnya. Tiba-tiba saja dering ponselnya terdengar mengalun indah di sana. Membuat orang-orang yang berada di sekitar Dardack menatapnya aneh. Saat ini ia memang sedang bersantai di sebuah cafe. Sehingga saat ada sesuatu sudah pasti mereka bisa melihatnya.
Dengan terpaksa Dardack mengangkat ponselnya.
"Hallo ...."
"Sayang, kau kemana saja, aku kembali lagi tetapi aku justru dikejutkan dengan berita pertunanganmu kemarin, ada apa ini?"
"Ma-maafkan aku ...."
__ADS_1