My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 22. PERMINTAAN TANGO


__ADS_3

"Ma, ini ada beberapa berkas yang harus Mama tanda tangani secepatnya, lalu aku bisa memulai kerja sama dengan Keluarga Lim dari Jepang."


"Lakukan yang menurutmu terbaik, Mama percaya padamu," ucap Debora lemah.


Setelah mendapatkan kabar jika harga saham yang turun drastis selama sepekan membuat kesehatan Debora turun drastis, terlebih lagi pikirannya yang terlalu fokus dalam bisnis membuat ia kurang menjaga asupan makanan bergizi untuknya.


"Mama harus percaya padaku, aku akan melakukan yang terbaik untuk keluarga kita, Ma. Percayalah padaku!"


Debora memegang tangan Dardack dengan lembut, setelah kepergian Cleopatra dan ia tinggal di Mansion De Laurent, Debora hanya memiliki dirinya saja. Tidak ada seseorang yang bisa ia ajak berbicara selain Dardack.


"Aku selalu mempercayaimu, Nak. Bagaimana pun tonggak kepemimpinan hanya aku percayakan padamu."


"Terima kasih, Ma."


Dardack masih berbaring dengan sangat baik, ia mencintai Debora tetapi juga sangat terobsesi kepada harta bendanya. Oleh karena itu ia memilih hal ini dan melakukan semuanya demi harta.


"Aku berjanji akan membuat uang-uangmu kembali dengan sangat cepat, Ma. Bahkan mendapatkan keuntungan yang berlipat karena hal itu," ucap Dardack di dalam hatinya.


Debora memang tidak terlihat sehat dalam beberapa hari ini. Sepertinya Debora terlalu keras dalam berjuang, sehingga membuatnya abai terhadap kesehatan. Belum lagi kerinduan terhadap Cleo membuat kesehatannya semakin melemah.


"Cleo, nenek merindukanmu, apakah kamu juga merindukan keberadaan Nenek? Bagiku nenek, kamu adalah cucu yang terbaik dan satu-satunya permata di dalam Keluarga El Vanezz."


Dia sudah terbiasa hidup bersama Cleo lebih dari dua belas tahun. Meskipun Cleo tidak bisa melihat, tetapi Cleo adalah salah seorang perempuan yang sangat mudah diajak untuk bertukar pikiran.


Pandangan Debora mengarah ke arah pintu, berharap ada seseorang yang datang dan menengoknya kali ini. Kerinduan yang dirasakan oleh Debora adalah sesuatu yang wajar karena Cleo memang sangat dekat dengan Debora sejak kepergian Amora dan Fernandez.


Meskipun Cleo tidak bisa melihat, akan tetapi Cleo tumbuh sebagai anak yang cerdas. Banyak ide-ide Cleo yang dipakai oleh Debora untuk membesarkan perusahaannya.


Namun, saat sudah melepas Cleo seolah ia kehilangan salah satu anggota tubuhnya yang terpenting. Sebuah asa yang ia genggam seolah belum sepenuhnya kuat, apalagi keinginan Debora untuk mencarikan pendonor mata terbaik untuk Cleo belum juga ditemukan.


Rasa cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada Cleo sebenarnya adalah sesuatu yang wajar, hanya saja ia sulit mendapatkan waktu untuk sekedar mengobrol ringan terhadap Cleo. Selepas ia menikah memang komunikasi di antara keduanya sangat minim bahkan hampir tidak pernah ada. Sehingga sangat wajar jika kerinduan yang dirasakan oleh Debora selalu menggerogoti jiwa Debora.


Hal itu terbukti saat ini, baru beberapa minggu ditinggal oleh Cleo kesehatan Debora langsung menurun. Ditambah lagi perkembangan saham yang dimiliki oleh anak sulungnya Fernandez perlahan-laham mulai menurun.


Akibat Dardack kurang waspada dalam mengetahui sistematika berbisnis, membuat harga sahamnya anjlok. Debora tidak tahu jika sebenarnya saham itu dibeli oleh Tango, menantu sekaligus suami Cleopatra.


Demi melindungi masa depan Cleo secara diam-diam Dimitri mengutus Juno untuk melakukan semua itu tanpa sepengetahuan Debora. Ia juga akan menyelamatkan masa depan perusahaan Debora.


"Dardack benar-benar ceroboh, bagaimana bisa ia melakukan semua ini demi Keluarga El Vanezz. Ini justru adalah kecerobohan terfatal yang dilakukan olehnya.

__ADS_1


Dimitri tahu jika di bawah kepemimpinan Dardack perusahaan Debora bukan mengalami kenaikan yang signifikan. Justru kalau lebih lama dibiarkan di bawah kepemimpinan Dardack mungkin saja perusahaan itu akan mengalami kebangkrutan.


"Sayang, kenapa kamu melamun?" sapa Rose pada Dimitri.


"Eh, sejak kapan kamu berdiri di situ, Sayang?"


"Sejak jaman dahulu kala lah ... ya enggak lah, aku baru saja sampai, tetapi saat melihatmu melamun, aku justru khawatir."


"Khawatir apa?"


"Khawatir kalau kamu memiliki WIL!"


"Apa itu WIL?" tanya Dimitri kebingungan.


"Wanita Idaman Lain," ucap Rose sambil mencubit gemas pinggang Dimitri.


"Awh, apa-apaan sih, aku nggak pernah punya niatan seperti itu!"


"Satu-satunya wanita yang berharga di dalam hatiku hanya kamu seorang," ucap Dimitri pada Rose.


Bukannya kasih sayang yang di dapatkan olehnya, justru cubitan kasih sayang diberikan oleh Rose untuk suaminya tercinta. Panas dan perih kini terasa di salah satu sisi pinggang Dimitri. Namun, ia bisa merasakan kecemburuan dari istri tercintanya itu.


"Oh, ya? Memangnya ada apa dengan Dardack? Kenapa aku merasa ada sesuatu yang salah dengan sikapnya selama beberapa hari ini."


Seketika kecemburuan Rose mereda lalu dia kembali mendekati suaminya. Ditatapnya layar datar di hadapannya itu.


"Apa yang sedang ia lakukan? Kenapa bisa ia melakukan hal sekeji itu?"


Terlihat jika Dardack sedang melakukan sebuah pertemuan dengan seorang mitra bisnisnya, tetapi orang yang ditemui Dardack adalah pebisnis licik.


"Apakah Dardack tidak tahu jika dia adalah pebisnis yang sering menggunakan cara-cara licik untuk menaklukkan sebuah perusahaan?"


"Mungkin saja iya, sudah terlihat jika Dardack satu server dengan manusia itu!" tunjuk Rose pada mitra bisnis di hadapan Dardack.


"Aku harus secepatnya bertindak!"


"Betul sekali, Pa."


Tiba-tiba saja, Tango muncul di ruang kerja Dimitri.

__ADS_1


"Hai, apa yang sedang kalian bicarakan?"


Sontak saja Rose dan Dimitri terjingkat.


"Tangooo!" teriak keduanya secara bersamaan.


Tango hanya meringis sambil memamerkan deretan gigi putihnya. Sementara itu Rose mengelus dadanya secara perlahan.


"Hhh, bisa nggak ketok pintu dulu!"


"Ya, maaf abis lebih asyik kayak gini, Ma."


"Sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan sampai-sampai tidak permisi sebelum masuk!"


"Mama Rose yang cantik jelita, bisakah aku berbicara empat mata dengan Papa?"


"Sejak kapan kamu mulai berbicara manis pada Mama? Nggak usah rahasia-rahasiaan. Mama nggak suka!"


"Aku ingin minta tolong sama Mama buat ajak Cleo jalan-jalan, siapa tau dia jenuh berada di mansion."


"Hei, Cleo memang belum boleh bepergian karena sangat beresiko untuk kesehatan matanya."


"Oh, begitu. Maaf Tango tidak tahu."


"Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Ini tentang perusahaan Cleo."


Melihat jika percakapan kali ini akan membosankan membuat Rose mengalah dan memilih pergi.


"Ya sudah, kalian berbicaralah berdua."


Sepeninggal Rose, Tango memulai pembicaraannya. Beruntung ruang kerja Dimitri di desain secara khusus dan kedap suara. Sehingga apa yang mereka bahas tidak bisa diketahui orang lain.


"Jadi Pendeta Louis mengatakan semua ini kepadamu?"


"Jangan bilang selama tujuh hari ini kamu juga berada di rumahnya?"


Tango tersenyum ramah. Ia tahu jika ayahnya sudah pasti tahu apa yang benar-benar sesuai dengan harapannya.

__ADS_1


__ADS_2