
Cleo begitu terkejut ketika mendengar teleponnya berdering. Ia pun membuka ponselnya untuk melihat siapa yang baru saja menghubunginya dan ternyata bukan Tango melainkan Presdir Lim.
"Dari mana orang itu mendapatkan nomor teleponku?" ucapnya di dalam hati.
Selama beberapa saat ia belum mengangkat panggilan telepon tersebut, melainkan hanya melihat sampai seberapa lama Presdir Lim menelpon. Ternyata beberapa saat kemudian panggilannya terhenti.
Namun, saat Cleo hendak pergi menuju kamar mandi, ponselnya kembali berdering. Sekali lagi Cleo membiarkan ponselnya karena ternyata yang menghubunginya adalah Presdir Lim lagi.
Pada panggilan kelima, Cleo baru mengangkatnya. Terpaksa Cleo membuka ponselnya dan menjawab panggilan telepon dari Presdir Lim.
"Halo selamat siang Nona Cleo. Apakah panggilan ponselku mengganggu?"
Cleo tersenyum masam, ia teringat jika saat ini harus memposisikan dirinya masih belum bisa melihat.
"Tidak, maaf ini siapa?" tanya Cleo seolah ia masih belum bisa melihat.
Predir Lim tertawa sumbang, ia melupakan jika Cleo itu tidak bisa melihat.
"Ini aku Presdir Lim, oh ya, bisa aku berbicara dengan suamimu?"
Cleo menggeleng, "Maaf suamiku sedang berada di luar kota. Sehingga tidak dapat menerima panggilan telepon."
"Oh. Kalau begitu bolehkah aku meminta waktumu untuk keluar menemaniku makan ini?"
"Maaf, aku tidak bisa, lagi pula aku tidak bisa pergi kemana-mana selama suamiku pergi," ucap Cleo sambil berpura-pura.
__ADS_1
"Padahal dia bilang ketika urusannya sudah selesai ia akan segera pulang Akan tetapi sampai saat ini batang hidungnya juga belum kelihatan," rutuk Cleo di dalam hati.
"Kalau begitu biarkan aku pertama ke mansion milikmu."
"Ja-jangan, aku tidak merasa enak jika ada teman laki-lakiku yang datang kemari pasti ibu dan ayah mertuaku akan merasa tidak nyaman."
"Kalau begitu, biarkan aku mengenalkan diri sebagai rekan bisnismu, bagaimana?"
Cleo merasa kehilangan akal ketika ia harus berhadapan dengan Presdir Lim yang terus mendekatinya.
"Bagaimana ini?" tanya Cleo di dalam hati.
"Sabar, kamu harus sabar dalam menghadapi wanita seperti Cleo, wahai Lim," ucap Lim Hyung di dalam hatinya.
Tidak mendapatkan jawaban dari Cleo, Presdir Lim menyimpulkan jika saat ini ia belum bisa mendekati Cleo. Maka ia harus melewati jalan lain agar dapat mendekatinya dan membuat Tango hancur.
Di sebuah kastil tua, kekuatan Tango semakin malam semakin lemah. Ia bahkan tidak bisa menggerakkan tangannya karena segel yang dibuat oleh wanita penyihir itu sangat kuat.
"Bagaimana aku bisa terlepas dari wanita itu?Bahkan untuk melawan saja aku tidak kuat. Lalu apakah pengorbananku sia-sia?"
Tango merutuki sikapnya karena ia belum mempersiapkan diri dan tidak memprediksi kejadian seperti ini bisa terjadi.
"Untuk hal ini, kamu tidak usah melakukan hal-hal yang tidak berguna, karena bagaimana pun kamu berusaha, tidak ada seorang pun yang bisa mematahkan segel sihir yang aku buat."
Belum selesai ia tertawa, ternyata ada beberapa orang yang menyelinap masuk ke dalam castil. Namun, beberapa di antaranya telah dilindungi oleh sihir yang dibuat lelaki berjubah putih itu.
__ADS_1
Namun, dugaan wanita penyihir itu salah, tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang wajahnya sangat mirip dengan Pendeta Louis menyerang penyihir tersebut. Bahkan dengan sekali saja ia mengarahkan pedang, segel yang membelenggu tubuh Tango terbuka.
Tubuhnya seketika luruh ke bawah. Ia sama sekali tidak bisa melihat siapa yang menolongnya karena sesaat kemudian ia sudah tidak ingat apa-apa lagi.
Padahal di dalam kastil tersebut terjadi sebuah pertarungan hebat yang membuat beberapa sudut tembok retak. Ada beberapa tiang penyangga yang hancur karena terkena sabetan pedang tersebut.
"Cepat bawa peti itu keluar!" teriak lelaki yang mirip dengan Pendeta Louis tersebut.
Beberapa anak buahnya membawa peti mati milik Tango keluar dari kastil. Sementara itu ia tetap bertarung dengan wanita itu.
"Sial, siapa kalian? Beraninya kalian mencampuri urusanku!" gertaknya.
Hanya saja lelaki itu sama sekali tidak menanggapi ucapan dari wanita penyihir itu.
"Hei, kau berani sekali tidak menjawab pertanyaan dariku!"
Tangannya mengepal lalu segera mengarahkan serangannya ke arah lelaki itu.
...SYUH...
...SYUH...
Beberapa kali ia menyerang, membuat wanita itu kehilangan kekuatannya. Ia belum bisa menggunakan kekuatan dengan maksimal karena baru saja memperkuat segel pada tubuh Tango.
Saat ini selain dirinya terlihat lemah, kini ia kehilangan arwah dan jasad Tango. Belum lagi tubuhnya kesakitan karena sihir lelaki di hadapannya sangat kuat.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian ia membuat sebuah serangan terakhir yang sangat dahsyat hingga membuat sudut dinding kastil hampir jebol.
Setelah berhasil melukai wanita itu, lelaki itu bergegas pergi menyusul anak buahnya dan pergi. Tidak lupa ia menyegel kastil itu hingga tidak ada bekas tempat tinggal yang terlihat dengan mata telanjang.